
“Mas Danial tidak pernah benar-benar hilang dari hidupku, Mas, dia selalu menjadi bagian dari ceritaku dengan Bintang bahkan saat-saat terakhir Bintang ada di dekat Mas Danial. Dua laki-laki itu mengikrarkan sebuah janji yang tidak akan pernah aku setujui sampai kapan pun!”
“Aku belum mengerti, Mbak.”
“Bintang membuat Mas Danial berjanji untuk menjaga dan menikahiku jika terjadi apa-apa dengannya. Janji yang tidak masuk akal, namun aku sangat tahu kenapa Bintang sampai melakukan sesuatu yang sebenarnya pasti menyakitkan buatnya. Semua karena kesalahanku yang masih saja terjebak oleh perasaanku pada Mas Danial.” Aku menarik napas panjang.
“Semua itu karena kesalahanku Mas, selama aku menjadi istrinya aku tidak pernah mengucapkan bahwa aku juga mencintainya. Aku terlambat menyadari isi hatiku yang sebenarnya sudah murni untuknya. Aku sudah jatuh cinta pada suamiku itu, aku terpana oleh cintanya yang luar biasa.”
“Memang penyesalan banyak memberi
orang sebuah pelajaran berharga Mbak.”
“Iya Mas.”
“Lalu, bagaimana dengan Mas Danial sekarang?”
“Kami sejak awal memang tidak pernah berjodoh, Mas. Sejauh aku mencerna hubunganku dengannya selalu ada tembok baja yang menghalangi. Kini hatiku bukan untuknya lagi, dia hanya jejak hatiku yang sudah menjadi sebuah kenangan.”
“Memang tidak akan mudah untuk semuanya.”
Aku membayangkan Bintanglah yang menemaniku menyusuri jalanan kota Istanbul. Sambil bergandengan tangan menikmati kuliner ciri khas negara ini, namun memang jalan cerita seseorang terkadang tidak akan pernah sama dengan rencana Allah.
__ADS_1
Di hari kedua, petualangan kami adalah naik balon udara di Cappadocia, yang terletak di area pegunungan Erciyes, Hasandag dan Gulludag. Menurut cerita Mas Kent, jika aku ingin melihat formasi batu yang unik di area tersebut maka aku harus mencoba antraksi wisata balon udara yang populer di kalangan wisatawan.
Terbang dengan balon udara akan membawa kita melintasi rumah-rumah batu cadas khas Cappadocia dan pemandangan istimewa kota Turki dari udara.
Mungkin bagi sebagian wisatawan umumnya, menaiki balon udara adalah pengalaman yang harus dilakukan, namun bagiku yang paling menyentuh adalah ketika aku melihat senja di atas langit. Yang merupakan pengalaman pertama buatku. Senja yang sama, warnanya tetap jingga dan aku di atas langit. Aku mendongak seolah ingin melihat apakah di sana ada kekasihku? Lelaki langit yang begitu aku rindukan.
“Sayang, aku akan menjalani sisa hidupku dengan bahagia. Jangan khawatirkan aku, lihatlah aku yang akan terus berjuang untuk mewujudkan mimpimu untuk bisa melihatku hidup bahagia. Sedikit pun airataku tidak menetes lagi ketika mengenang masa-masa indah bersamamu. Hanya ada senyum dan rindu untukmu ketika aku memimpikan bahagianya dalam pelukanmu. Cintaku sudah murni untukmu, maka biarkan aku menghabiskan semuanya untukmu bukan dengan orang lain. Ingatlah bahwa aku sudah sangat bahagia memilikimu dalam hidupku tanpa aku meminta lebih lagi sama Allah. Izinkan aku memberikan hatiku untukmu saja di sisa hidupku ini.”
Duhai lelaki langit
Tahukah dirimu bahwa malam kini sudah kehilangan Bintang
Seorang nestapa seperti berjalan tanpa arah
Bahwa di ujung sana ada satu kerlipan sinar warna satu Bintang
Yang siap menerangi langkahnya
Dia bukan ingin meratap menyentuh bumi
Namun hanya ingin sampaikan rindu yang tidak bisa dia bendung lagi
__ADS_1
Kekasihnya sedang menantinya nun jauh di sana
Dia tidak boleh berhenti
Dia harus tetap berjalan agar dirinya sampai ke pelukan cintanya
Dengan sisa jiwanya yang sudah tidak lengkap lagi
Perjalanan panjangku baru saja aku mulai. Entah di mana aku akhirnya berhenti, apakah saat aku sudah sembuh dari luka atau saat kedua mataku menutup untuk selamanya. Istanbul adalah yang pertama, kemudian aku akan melanjutkannya ke Jerman tempat kami mulai akrab satu sama lain. Negara di mana Bintang mulai membuka semua hidupnya untuk mempersilakan aku masuk dan menjadi bagian dari ceritanya.
Setapak demi setapak aku menggambar jejak hatiku untuk Bintang, agar dia tahu betapa saat ini aku sudah menjadi miliknya seutuhnya. Aku ingin dia melihat aku hidup dengan baik-baik saja walaupun tanpa dirinya di sampingku.
Bahwa napasku adalah bukti aku mulai memahami bahwa cinta selalu mempunyai caranya sendiri untuk datang kedalam hati insan manusia. Bahagia dan air mata adalah bagian dari cinta itu. Saat ruhku pernah berkelana tanpa arah mencari seseorang yang mampu membuktikan padaku akan cinta sejati.
Bahkan patahnya hatiku tak ayal membuatku hancur berkeping-keping lalu terkumpul lagi, kemudian menjadi serpihan debu untuk kedua kalinya. Dia datang menyapa menawarkan cinta yang tidak mampu aku tolak, aku yang terpanah lagi oleh kekuatan cinta yang lebih hebat.
Cinta yang mampu membuatku bertekuk lutut sampai titik darah penghabisan. Kini cinta itu pun pergi tanpa kata satu pun meninggalkanku yang sudah kehabisan kata-kata.
Hanya kali ini aku sudah membuat keputusan bahwa aku tidak perlu ke mana-mana lagi berkelana tanpa arah, dialah tujuanku kini. Dan aku sedang berjalan untuk bertemu dengannya.
Dia sedang menantiku di ujung cerita dengan kedua tangannya yang kokoh, dengan kekuatan cinta yang tidak ada tandingannya. Dia yang dikirim Tuhan untuk hidup dan matiku. Cinta sejatiku. Bintang Laksmana Bumi.
__ADS_1