Jembatan Setan

Jembatan Setan
Jalan Semakin Sempit


__ADS_3

Aku dan teman-temanku sudah tidak kuat untuk diam dan berdiri seperti ini apa lagi kami yang sedang membawa mayat di punggung kami sambil berdiri dan diam tidak bergerak. Rasanya kaki ku mati rasa tak aku mulau kehilangan keseimbangan dan pandangan ku sedikit buram.


Jika sosok itu masih diam dan melihat kami dari atas tangga, bisa-bisa kami sudah tidak kuat lagi menahannya karena telah bekerja seharian. Ku harap makhluk itu cepat pergi dari pandangan kami dan jangan turun melewati tangga, kalai makhluk itu melewati tangga maka kami akan mati!.


"Hooooooooohhhh!!! khhhhhhhoooohhh!!!" makhluk itu mendengkur dan kami masih takut untuk mendengar dengkurannya itu. Suara dagingnya yang bergeliut bisa ku dengar dengan jelas, itu sangat mengerikan dan membuat ku ingin muntah. Bayangkan ads belatung yang menggeliat di antara daging-daging busuk makhluk itu membuatku sudah tidak kuat lagi.


Tapi makhluk itu masih berada di sana... tap!... deg! deg! deg! seketika jantung kami berdebar dengan kencang mendengar makhluk itu melangkah turun tangga. Kami semakin ketakutan dan membayangkan makhluk itu akan mangap dan memakan kepala kami seperti apa yang telah dia lakukan pada Zilan.


Aku sudah tidak kuat lagi... aku juga sudah tidak kuat untuk menahan nafasku lagi, jika begini terus aku... Klontang! tiba-tiba saja terdengar suara benda jatuh entah dari mana yang pastinya dari suatu kelas di lantai tiga. Sepertinya itu suara besi yang terjatuh ke lantai, tapi benda apa itu.


Mendengar suara berisik itu membuat makhluk itu kembali menaiki tangga dan pergi ke arah suara itu hingga akhirnya meninggalkan kami!. Huft! aku sangat bersyukur karena makhluk itu telah pergi. Kakiku sudah lemas dan tak kuat untuk berdiri lagi hingga akhirnya aku terjatuh sambil menahan suara agar tidak berisik, kalau berisik makhluk itu pasti akan muncul kembali.


"Fajar apa kau tidak apa-apa?" bisik Wawan yang kemudian segera membantuku menyingkirkan mayat yang ada di punggung ku dan membantuku berdiri.


"Yah... hanya saja aku sudah tidak kuat untuk berdiri... semuanya, untuk sementara kita tinggal mayat-mayat ini di sini terlebih dahulu. Kita harus segera keluar dari sekolah ini untuk sementara waktu..." ucapku yang kemudian semuanya menuruti arahan ku.


Setelah semuanya meletakkan keempat mayat itu di tangga pertengahan kelas 2 dan kelas 3. Kami segera menuruni tangga dengan berjalan sedikit cepat. Karena aku tak kuat untuk berjalan lagi, akhirnya Wawan menggendong ku di pundaknya dan tak ku sangka anak penakut ini juga lumayan kuat. Sementara itu yang lainnya juga, yang tidak membawa mayat sedari tadi, ikut membantu berjalan kami yang membawa mayat.


Kaki kami sudah lemas sekali untuk berjalan dan untuk sementara kami menetap di kantor satpam atau pos penjaga. Krieet! untunglah di tempat ini terdapat sebuah matras yang cukup besar untuk kami istirahat. Meskipun tempatnya cukup sempit, tapi semua orang masih bisa beristirahat di tempat ini tanpa kesempitan.


Untungnya kami juga tak lupa membawa 3 kantung yang berisi makanan dan juga buah-buahan yang di petik. Untuk memulihkan tenaga kami yang sudah habis, kami harus makan dan beristirahat yang cukup sampai semuanya sudah baik-baik saja kami akan melanjutkan misi kami.

__ADS_1


Tapi sementara itu... Pak Budi sedari tadi hanya diam saja. Sejak saat bertemu kembali sosok itu, seperti membuat Pak Budi syok berat hingga ia tak berkata-kata. Wajahnya tidak memiliki ekspresi sama sekali dan hanya terdiam melamun sambil memakan makanan yang kami berikan kepadanya.


Tidak ada satupun diantara kami yang berani mengajaknya berbicara. Jadi kami membiarkan Pak Budi terdiam seperti itu sampai dia mengajak kami berbicara yang artinya kondisi mentalnya sudah membaik kembali. Kami juga masih memerlukan bantuan dari Pak Budi saat ini untuk mencari mayat dan juga membantu menguburkan mayat mayat di kelas. Lalu yang paling penting adalah mengkordinir tim.


"Jadi... apakah makhluk yang mengerikan itu yang membunuh Zilan dan yang kalian lihat sebelumnya?..." ucap Anis dengan tiba-tiba yang membahas makhluk itu di saat kami baru saja ingin beristirahat setelah selesai makan dan mengisi perut kami dengan makanan.


"Benar..." ucap Bagas dengan singkat yang artinya dia tak mau membicarakan makhluk itu saat ini.


"Bagaimana bisa... makhluk itu bergerak dengan tubuhnya yang sudah robek-robek?... bahkan hampir semua kulitnya terkelupas!..." ucap Anis yang tidak bisa mengendalikan rasa takutnya dan terus membicarakan hantu itu dan mengatakan hal-hal yang seram.


"Cukup Anis!... jangan membicarakan sosok itu lagi... aku takut..." ucap Lilis yang menggenggam tangannya sambil meringis ketakutan. Setelah Lilis melarangnya untuk membicarakan sosok itu lagi, Anis pun terdiam dan nangis dengan pelan.


"Bagaimana kau bisa menyuruh kami tenang?... sementara makhluk itu telah merenggut nyawa banyak orang... bisa saja korban selanjutnya... hmmmppp mmppp" ucap Anis yang akhirnya mulutnya di sumpal oleh Wawan dengan plastik camilan.


"Sudah! jangan membicarakan makhluk itu lagi! apa kau ingin cepat mati!" ucap Wawan yang menahan suaranya agar tidak terdengar keras sampai suaranya terdengar serak.


Setelah Wawan menyumbat mulut Anis yang tidak bisa mengendalikan ucapannya karena hatinya sudah dipenuhi dengan rasa takut akan sosok itu. Akhirnya kami terdiam dan tidak ada yang mulai berbicara lagi. Hingga akhirnya Pak Budi mulai berbicara lagi dengan tiba-tiba di saat semuanya sudah berbaring di atas matras.


"Sebelumnya... sosok makhluk itu tidak seperti itu..." ucap Pak Budi dengan tiba-tiba di tengah kesunyian.


"Apa maksud bapak?..." ucap Agus yang mulai jengkel karena masih saja ada yang membicarakan makhluk itu.

__ADS_1


Padahal kami harus segera beristirahat untuk melanjutkan menguburkan mayat mayat yang kami tinggalkan disana. Belum lagi kami harus mencari kelasnya, pasti kelasnya sudah berpindah lagi kan. Kalau di antara kami masih saja ada seseorang yang membicarakan makhluk itu, maka ini tidak akan pernah selesai.


"Sebelumnya makhluk itu terlihat biasa saja... tapi... setelah bapak melihatnya lagi tadi... rupanya jauh lebih mengerikan dari yang bapak liat pertama kali..." ucap Pak Budi yang membuat kami terdiam ketakutan.


"Sudah Pak! jangan membicarakan hal itu lagi!" bentak Rahmat yang tak bisa mengendalikan emosinya sehingga berkata tidak sopan kepada pak Budi.


"Baiklah... maafkan bapak... jadi... yang terpenting adalah menguburkan mayat sebanyak mungkin kan?..." ucap Pak Budi.


"Iya pak, karena itu kita harus cepat beristirahat..." ucapku.


Akhirnya pembicaraan yang tak berguna itu benar-benar telah selesai. Pak Budi terdiam dan sudah tidak ada lagi yang berani membuka mulut begitu mendengar Rahmat berani membentak Pak Budi. Sekarang semuanya benar-benar sudah diam dan beristirahat dengan tenang untuk melanjutkan kegiatan yang tertunda sebelumnya karena sosok itu.


Entah apa yang akan terjadi ke depannya, pasti keadaan semakin memburuk. Karena aku menyadari keberadaan makhluk itu yang keberadaannya mulai muncul sejak pertama kali membunuh Zilan. Setelahnya makhluk itu muncul lagi saat aku dan tim pencari kelas mencari makanan di kolong meja kelas. Kemudian dalam waktu dekat, makhluk itu muncul lagi saat kami hendak menguburkan mayat mayat yang ditemui oleh Pak Budi.


Ini semakin gawat dan mengerikan... karena kemunculan makhluk itu semakin lama semakin cepat. Jangka waktu kemunculan makhluk itu menjadi lebih pendek, sebenarnya... apa penyebab makhluk itu terus bermunculan dengan jangka waktu yang pendek. Padahal sebelumnya makhluk itu tidak pernah muncul... lalu tiba-tiba saja sesuatu terbesit di pikiran ku mengenai jangka waktu kemunculan makhluk itu.


Mungkin saja kemunculan makhluk itu disebabkan karena kami mencoba untuk menguburkan mayat mayat itu. Karena sejak pertama kali kami menguburkan mayat yang ditemukan oleh Rahmat dan Agus di goa, sejak saat itulah makhluk itu muncul setelahnya.


Lalu berikutnya setelah Zilan mati kami menguburkan dua mayat, yang dimana salah-satu mayat itu adalah Zilan. Setelah menguburkan kedua mayat itu... makhluk itu tiba-tiba saja muncul saat aku dan tim pencari makanan mencari makan. Jadi menurut kesimpulan ku penyebab makhluk itu muncul dan jangka waktunya semakin pendek adalah karena semakin banyak mayat yang kami kuburkan, maka makhluk itu akan cepat muncul dalam jangka waktu yang pendek.


Ini semakin berbahaya dan mengerikan... lalu... kalau dilihat dari bentuk sosok makhluk itu... aku merasakan sosoknya berbeda dari saat pertama kali aku melihatnya dengannya. Sosoknya terlihat semakin mengerikan... terutama pada kulitnya yang membusuk itu... kulitnya semakin terbuka lebar. Mungkinkah, mengubur kan mayat juga berpengaruh terhadap bentuk makhluk itu yang menjadi semakin mengerikan!.

__ADS_1


__ADS_2