
Pangeran Hans menuntun Mila menaiki kuda putih yang bernama Logan, yang mana kuda itu pernah menjadi kesayangan Aurora. Karena Mila tidak punya pengalaman berkuda, Pangeran Hans pun memilih menunggangi kuda tersebut bersama Mila. Sementara kuda yang bernama Lexus, kuda jantan kesayangannya, ditunggangi oleh pengawal setianya.
Kedua kuda jantan berwarna putih tersebut berlari dengan kencang menuju kerajaan yang dipimpin oleh Raja Edward. Kerajaan terbesar di wilayah mereka.
Mila begitu terpukau melihat kemampuan Pangeran Hans dalam mengendalikan kuda putih tersebut. Ia bahkan tidak hentinya melirik dan memperhatikan wajah tampan yang sedang fokus menatap arah jalan.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa aku terlihat begitu tampan?" celetuk Pangeran Hans tanpa menoleh sedikit pun kepada Mila.
"Aku kagum padamu, Pangeran. Ternyata kamu benar-benar hebat dalam menaklukkan kudamu," sahut Mila.
"Jangankan cuma seekor kuda, hatimu yang sekeras batu saja mampu aku taklukkan. Dan itu bukan sekali, melainkan untuk yang ke-dua kalinya," ucapnya dengan bangga.
Mila hanya tersenyum tipis kemudian kembali fokus pada jalanan yang mereka lewati saat itu.
Beberapa saat kemudian.
Kuda gagah Lexus dan Logan tiba di depan istana. Para penjaga yang berjaga di depan gerbang begitu terkejut setelah mengetahui bahwa Pangeran Hans telah kembali ke kerajaan mereka.
Mereka segera menunduk hormat. Sementara beberapa lainnya tengah sibuk membuka pintu gerbang yang berdiri kokoh di hadapan mereka.
Mata Mila membulat sempurna. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat megahnya istana milik Pangeran Hans. Ia pikir istana lelaki itu hanya istana kecil dengan penduduk yang kecil pula. Namun, ternyata ia salah besar. Semua yang ia pikirkan berbanding terbalik dengan kenyataannya.
Sementara itu, di dalam istana megah.
Berita kembalinya pangeran Hans tersebar dengan begitu cepat. Berita itu bahkan terdengar hingga ke telinga salah satu pelayan setia Ratu Caroline. Wanita itu berlari ke depan istana untuk memastikan kebenaran itu. Setelah mengetahui kebenarannya, ia pun segera berlari menuju kamar, di mana Ratu Caroline masih dihukum oleh Raja Edward.
"Ratu, maafkan aku!" Wanita itu membungkuk dengan napas terengah-engah di hadapan Ratu Caroline.
"Ada apa, Dayang?" tanya Ratu Caroline sambil menautkan kedua alisnya ketika melihat pelayannya itu ngos-ngosan di hadapannya.
"Yang Mulia Ratu, saya punya berita penting untuk Anda. Pangeran Hans ...." Pelayan itu memegang dadanya dan mencoba menetralkan napasnya yang masih ngos-ngosan.
__ADS_1
"Pangeran Hans? Ada apa dengan anakku? Apa kamu punya berita baik tentangnya?" tanya Ratu Caroline dengan begitu antusias.
Pelayan itu menganggukkan kepalanya. "Ya, Yang Mulia Ratu. Pangeran Hans sudah kembali dan Pangeran sudah berada di depan istana bersama pengawal setianya serta seorang gadis," tutur Pelayan itu.
"Benarkah!" Ratu Caroline tidak kuasa menahan air matanya untuk tidak jatuh. Ia terisak dan kali ini bukan karena perasaan sedih, tetapi sebaliknya. Ia begitu bahagia.
"Ya, Yang Mulia Ratu. Pangeran Hans sudah kembali," jawabnya lagi.
"Sebentar! Tadi kamu bilang dia kembali bersama pengawal serta seorang gadis. Siapa gadis itu, Dayang?"
Wanita itu menggelengkan kepalanya pelan dengan kepala menunduk menghadap lantai. "Maafkan saya, Ratu. Saya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas," jawabnya dengan lirih.
"Ya, sudah. Tidak apa-apa." Ratu Caroline segera bangkit dari posisinya duduknya.
"Aku ingin menemui Pangeran Hans sekarang juga," lanjut Ratu Caroline.
Para dayang pun bergegas mengikuti langkah Ratu Caroline yang berjalan menghampiri pintu kamar mewahnya kemudian membuka pintu tersebut.
Ratu Caroline tertawa sinis. Ia tidak peduli walaupun para pengawal itu melarangnya untuk keluar. Dengan sigap, wanita cantik itu berlari dan melepaskan diri dari cengkraman para pengawal.
Sementara para dayang setianya ikut membantu Ratu Caroline melarikan diri dari kamar tersebut. Akhirnya Ratu pun berhasil melarikan diri. Sementara para dayang kini berada di dalam genggaman para pengawal setia Raja Edward.
Kembali ke Pangeran Hans dan Mila.
"Ya ampun, Pangeran! Istanamu benar-benar wah!" pekik Mila sambil berdecak kagum. Tak hentinya ia memuji bangunan megah itu sambil terus memperhatikan setiap ruangan yang mereka lewati.
Sementara Pangeran Hans hanya tersenyum sambil terus menuntun istrinya itu menelusuri ruangan demi ruangan yang ada di dalam istana tersebut.
"Di mana Ibunda Ratu?" tanya Pangeran Hans kepada salah satu prajurit yang ia temui.
"Ehm, di dalam kamarnya, Pangeran," jawab prajurit tersebut sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari prajurit tersebut, Pangeran Hans pun segera menuntun Mila menuju kamar Ibundanya. Tujuan utama Pangeran Hans kembali ke istana itu hanyalah untuk mendapatkan restu dari Ratu Caroline. Sementara Raja Edward, ia tidak terlalu yakin lelaki berkuasa itu bersedia menerima kehadiran Aurora kembali.
Hingga di sebuah ruangan, di mana langkah pangeran Hans tiba-tiba terhenti. Matanya tertuju pada sosok cantik yang saat itu juga tengah memperhatikan dirinya dengan mata berkaca-kaca.
"Ibunda Ratu!" pekik Pangeran Hans.
"Pangeran!"
Ratu Caroline yang sudah tidak bisa membendung rasa rindunya terhadap Pangeran Hans, segera berlari kecil menuju anak lelakinya itu kemudian memeluknya dengan erat.
"Pangeran! Kamu ke mana saja, Nak? Ibu sangat merindukanmu," ucap Ratu Caroline sambil terisak di dalam pelukan Pangeran Hans.
"Aku pergi untuk menepati janjiku kepada Aurora dan saat ini aku sudah berhasil menepati janjiku kepadanya."
Pangeran Hans melerai pelukannya bersama Ratu Caroline. Ia meraih tangan Mila kemudian membawanya ke hadapan ibu kandungnya itu.
"Ibunda Ratu, ini Aurora. Apa Ibu masih mengenalinya?" ucap Pangeran Hans.
Ratu Caroline terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah cantik Mila dengan seksama. Wanita cantik itu menyentuh pipi Mila sambil menggelengkan kepala seolah tidak percaya bahwa Aurora benar-benar hidup kembali. Walaupun saat ini ia bukanlah mahluk seperti mereka.
"A-Aurora? Benarkah ini kamu?" pekiknya dengan tangan gemetar menyentuh pipi gadis itu.
"Ehm, sebenarnya nama saya Mila, Yang Mulia. Hanya saja anak Anda sering menyebut saya dengan nama itu," jelas Mila tampak serba salah.
Ratu Caroline tersenyum kecut setelah mendengar jawaban dari gadis itu. "Selamat datang kembali, Aurora. Senang sekali bisa melihatmu kembali," ucapnya.
"Aku ke sini untuk meminta restu darimu, Ibunda Ratu. Aku dan Aurora sudah resmi menikah dan sekarang ia sudah sah menjadi istriku," ucap Pangeran Hans.
Wanita cantik itu sempat terkejut. Namun, sepersekian detik berikutnya, ekspresi wajahnya pun kembali bahagia dan terlihat begitu menenangkan.
"Restu Ibu selalu bersamamu, Pangeran Hans. Ibu akan selalu mendukung apa pun yang menurutmu terbaik untuk kamu dan masa depanmu," sahut Ratu Caroline.
__ADS_1
...***...