JIWANYA SUDAH MATI

JIWANYA SUDAH MATI
21. Aziz Berhasil Mendapatkan Video Rena


__ADS_3

"Kira-kira Satpam ditempat itu sudah menjalankan aksinya belum ya" ingatku saat sudah masuk kedalam kamar.


Aku dan Aziz sengaja membayar salah satu satpam ditempat itu untuk menjajal wanita dajjal itu dengan bayaran besar yang sudah Aziz janjikan, tak segan-segan Azizpun menjanjikan suatu barang mewah untuk satpam itu jika bisa membuat Rena menderita semenderita yang Aziz mau.


Memang Aziz ini bukan lelaki sembarang yang Aku kenal, Dia bahkan dengan tega melakukan ini hanya untuk Arin.


"Duh mana Aziz nggak ngabarin Gue lagi"


"Udah tidur kali ya"


Akupun mencuci muka dan mengganti baju pada malam itu, badanku terasa lelah dan sedikit agak pusing.


...****************...


Keesokan Harinya.


"euuughhhhhhhh" menggeliat dan melihat jam.


"Astaga jam 6" ucapku sambil terburu-buru bangun dan mengambil handuk untuk mandi.


Memakai baju dan membawa kunci mobil untuk menjemput Arin.


"Duh semoga gak telat deh sampe dirumah Arin" ucapku sambil tergesa-gesa berlari kearah garasi.


"Pakkkkk .. Buka Pak" teriak ku pada satpam yang menjaga rumahku.


Mengendarai mobil dengan sedikit kencang dan berharap jalanan pagi ini gak macet, sepanjang perjalanan Aku berdoa agar tidak telat untuk menjemput Arin.


Didalam mobil Aku menyemprotkan minyak wangi ketubuhku dengan banyak, sudah kusiapkan roti yang ku beli semalam untuk sarapan Arin. Tak lupa juga Aku membeli coklat agak banyak untuk menjaga mood Arin hari ini.


Dengan perasaan yang was-was Aku selalu melihat terus jam yang kupakai ditangan kananku.


Setibanya didepan rumah Arin, Aku melihat Arin menghampiri tukang ojek yang sudah berada dikawasan komplek rumah Arin, Aku terburu-buru keluar dari mobil dan berlari kearah Arin.


"Rin .." teriakku


Arin membalikkan badannya dan melihat Aku yang sedang berlari menghampirinya.


"Aziz" jawabnya dengan senyuman manis.


"Rin, Rin sorry Gue telat jemput Lu. Jalanan super macet pagi ini"


"Jalanan macet kok disalahin sih"

__ADS_1


"Yaudah ayo Gue yang anter" ajak ku pada Arin.


"Tapi, Aku sudah memesan ojek Ziz. Gak enak" jawabnya


"Pak, ini Aku bayar aja ya. Arin gak jadi dianter Bapak" ucapku pada tukang ojek itu sembari membayar dan memberinya lebih.


"Oh iya baik Pak, mari Pak Buk" jawab tukang ojek itu.


"Lain kali kalo Gue belum jemput itu sabar, jangan langsung pesen ojek ojek segala" ucapku pada Arin sambil menuntun tangannya.


Membukakan pintu mobil dan menyilahkannya masuk.


Saat Aku masuk kedalam mobil, Arin menatapku dengan tatapan yang tak biasanya ku lihat.


"Ada apa Rin ?"


"Kok ngeliatnya gitu amat sih ? Ada yang salah penampilan Gue hari ini ? Atau apa ?" tanyaku dengan heran.


"Ziz, makasih ya! Lagi-lagi Aku dapet kebaikan kamu dihari ini" ucapnya sambil tersenyum


Aku membalikkan badan dan mengambil kantong belanjaanku yang sudah ku beli untuk Arin dibangku mobil belakang.


"Sarapan dulu nih" memberikan kantong belanjaan itu pada Arin.


...****************...


Dibalik sikapnya yang dingin, sifat Aziz selalu membuatku merasa special. Bahkan sampai detik inipun Aku belum mengetahui maksud Aziz mendekatiku itu apa.


"Sorry ya Rin Gue jemput Lu hari ini telat, badan Gue dari semalem sakit semua mungkin karena bekas jatuh kaliya" jelasnya padaku.


"Aku juga gak sempet ngabarin Lu pagi ini, karena Gue langsung bergegas buru-buru buat jemput Lu" tambahnya.


Aziz selalu mengucapkan maaf kepadaku walau untuk hal se sepele ini, Aku dibuatnya kagum oleh perlakuannya yang senantiasa menghargaiku.


"Hari ini Gue nggak mau liat Lu sedih-sedih atau nangis lagi ya Rin, pokonya sampe nanti Gue jemput Lu lagi Lu harus tetep ceria"


"Ya kalo kaya gini sih bisa-bisa Aku bahagia terus Ziz" jawabku.


"Yaudah, sambil jalan Lu sambil sarapan ya" pintanya padaku.


Diperjalanan Aku memakan roti yang sudah Aziz belikan, sesekali menyuapi Aziz agar ia juga ikutan sarapan bersamaku.


Hari ini Aku ngerasa seperti memiliki semangat yang beda dari hari-hari sebelumnya, Aku merasa ikhlasku kali ini menggantikan apapun yang sudah hilang dari hidupku sebelumnya.

__ADS_1


Aku selalu menginginkan kesembuhan dari apa yang sudah Aku rasakan selama ini pun Aku juga menginginkan jiwa yang damai dari apa yang sudah kudapatkan sebelumnya.


Dari Aziz Aku dapat melupakan sejenak kesakitan itu, walau kadang semuanya terputar kembali dimemori ingatanku. Aziz mampu membuatku untuk mulai mempercayai lelaki laki dan Aziz mampu membuktikannya itu untukku.


...****************...


Melihat Arin seceria ini membuatku sedikit lega atas pengorbanan yang sudah ku lakukan walau belum seberapa ini, Aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaga keindahan senyuman Arin ini.


Candanya pagi ini membuatku yakin bahwa Arin akan segera sembuh denganku, Aku juga yakin bahwa Arin akan mampu membuka hatinya kembali untuk siapapun yang mau mendekati Arin.


"sampe juga akhirnya" ucapku memarkirkan mobil didepan tempat kerja Arin.


"Aziz, thanks banget loh buat pagi ini, udah dijemput terus dikasih sarapan pula"


"Itu udah jadi tugas baru Gue sekarang Arin" jawabku sambil mengelus halus rambut Arin.


"Udah, masuk gih cepetan! Yang semangat kerjanya cantiknya Gue! Nanti baliknya tunggu Gue jemput ya" tegasku pada Arin.


"Coklatnya jangan lupa dimakan" sedikit teriak ku pada Arin saat keluar dari dalam mobilku.


Melihat Arin berjalan kedalam kantor dengan senyuman membuat perasaanku lega, seperti ada kesenangan tersendiri ketika bisa membuat Arin tersenyum kembali.


"Sekarang Gue harus pastiin ke satpam yang udah Gue bayar semalam" lirihku


Memutar balikan mobil dan langsung ku gas untuk menemui satpam tersebut, Aku sudah lebih dulu mengabari satpam itu untuk ketemuan disebuah tempat yang sudah ku kirimkan tadi pagi.


Aku langsung menuju kesana dan mendengarkan semua yang sudah ia jalankan.


Sesampainya ditempat itu, terlihat satpam itu sudah terduduk dipojok dengan menggunakan jaket yang tertutup lengkap dengan topi yang ia gunakan. Aku memesan secangkir kopi dan langsung menghampirinya.


"Gimana Pak ?" ucapku membuka obrolan.


"Nih Om" Dia memberikan hp nya dengan sebuah rekaman yang dimana Dia sedang menikmati tubuh Rena.


"Ha .. Ha.. Ha kerja bagus" jawabku dengan tertawa jahat.


Aku memberikan imbalan kepadanya dengan nominal yang sudah Kita sepakati tadi malam, setelah melihat rekaman yang satpam itu perlihatkan padaku, Aku langsung mengcopynya kedalam hp ku untuk kujadikan sebagai ancaman nantinya.


Setelah semuanya beres, Akupun memberikan satpam tersebut tugas yang lebih dari ini dengan imbalan sebuah motor yang ia mau untuk anaknya sekolah. Satpam itupun tertarik dan mau melanjutkan aksinya untuk membantuku.


"Dasar wanita murahan" lirihku saat itu sambil menghisap rokok.


Setelah lama mengobrol, satpam itupun pamit kepadaku untuk pulang beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2