JIWANYA SUDAH MATI

JIWANYA SUDAH MATI
6. Aziz Berhasil Membuat Arin Penasaran


__ADS_3

*kringggg .. kringgg .. Kringggggg* alarm jam Ku berbunyi dengan sangat kencang dan membangunkan Ku pagi itu.


Aku terbangun dan ternyata jam sudah menunjuk kan pukul 06.00


Langsung bergegas mengambil handuk dan mandi dengan sedikit terburu-buru karena hari ini adalah hari dimana Aku harus dateng ke kantor lenih pagi untuk beberapa urusan kerja bersama Atasan Ku.


Memasuk kan beberapa barang yang harus Aku bawa ke dalam tas yang biasa Aku pake dan membawa beberapa make up kedalam pouch kecil. Berlari keluar kamar dan menuruni anak tangga Ku lihat Ibu sedang menyiapkan beberapa menu hidangan untuk sarapan.


"Lah .. Lah Rin kok terburu-buru"


"Sarapan dulu Nak" teriak nya berusaha mengejar Ku yang saat itu langsung berlari keluar rumah sambil membawa sepatu kerja aku.


"Bu, hari ini Arin gak sarapan Bu. Udah telat banget ini pasti jalanan macet" teriak Ku menjawab Ibu.


Saat aku membuka gerbang rumah sambil berharap ada tukang ojek santai yang bisa aku pinta tolong untuk mengantarkan Ku ke kantor pagi itu.


"Hay .. Rin" sapaan dari seorang laki-laki yang terduduk santai diatas motor percis didepan gerbang rumah Ku


Aku terdiam sejenak, memandangi wajah lelaki itu yang terlihat sangat tidak familiar dikehidupan Ku. Seperti pernah melihatnya namun Aku lupa.


"Eh .. Hay"


"Siapa ya ?" tanya Ku sedikit gugup.


"Mau ke kantor kan ?"


"Mau Gue anter ?" sahut lelaki tersebut sembari memberikan sebuah helm kepada Ku.


"Tunggu, tunggu kayanya Kita pernah ketemu ya ? Ta .. Tapi"


"Udah telat kan ? Jalanan keburu macet nih" Lelaki tersebut langsung memotong pembicaraan Ku.


Akhirnya karena tidak ada pilihan dan waktu juga semakin mepet Aku menerima ajakan lelaki tersebut walaupun Aku masih sangat penasaran dengan sosok nya.


Wangi dari lelaki ini tercium jelas saat Aku sedang berboncengan dengannya, membuat Ku nyaman dan sedikit senyam senyum sendiri.


"Rin balik ngantor jam berapa Lu ?" tanya lelaki itu membuka obrolan pada saat dilampu merah.

__ADS_1


"Duh ngapain nanya-nanya ?" ketus Ku membalas tanya nya.


Kami kembali berdiam diatas motor tanpa obrolan sedikitpun, lampu merah pertama ini memang sedikit cukup lama. Ku lihat disekeliling jalan ternyata sudah banyak kendaraan yang berlalu-lalang memenuhi jalanan.


Sesekali aku selalu melihat jam yang melingkar ditangan kiri Ku, untuk memastikan agar Aku tak telat dateng pagi ini kedalam kantor. Kecemasaan Ku diatas motor tak bisa lagi Ku bendung saat itu, bahkan aku merasakan kegelisahan yang cukup hebat.


Setelah lampu merah ini berubah menjadi hijau Aku berbisik pada lelaki ini, berharap Dia bisa mengantarkan Ku dengan tepat waktu.


"Hey .. Bawa motor nya bisa sedikit agak kencang gak ?"


"Mepet banget nih waktunya" pinta Ku.


Lelaki ini gak menjawab permintaan Ku sepatah kata pun, namun Dia langsung menancap gas dengan sangat kencang sehingga membuat Ku sedikit agak ketakutan.


"Yang bener aja nih kalo bawa motor!" teriak Ku sedikit kesal.


Dia langsung menarik tangan kiri Ku dan memasuk kan tangan Ku kedalam saku jaketnya, lalu tak lama juga Dia langsung menepi dipinggir jalan untuk memasuk kan tangan kanan Ku.


Aku hanya terdiam mematung saat Dia melakukan hal itu, tak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengikuti apa yang Dia lakukan. Seperti terhipnotis.


"Duduk yang manis, gak usah bawel dan nikmati jalanan aja ya. Biar Gue fokus nyetir motor nya dan Lu gak telat buat masuk kantor hari ini" ucap nya sembari menjalankan kembali motor.


"Nah kalo diem kaya gini kan makin cantik" teriak nya saat aku menikmati perjalanan ini.


Saking menikmatinya Aku benar-benar menghiraukan teriakan lelaki itu. Pelukan ini mengingatkan Ku pada sebuah kejadian yang tak ingin ku ulangi lagi pada kondisi dan situasi apapun, bahkan wangi parfume lelaki inipun mengingatkan Ku pada seseorang yang saat ini sudah tak bisa Aku peluk lagi.


Setelah lama perjalanan, akhirnya Kami sampai tepat didepan kantor Ku, padahal sebelumnya Aku belum memberitahu lelaki ini letak kantor Ku.


"Sudah sampai Tuan Putri, silahkan" ucap lelaki itu.


"Oh .. Ohh iya iya" Aku langsung melepaskan pelukan dan menuruni motornya.


"Sini Gue bantu bukain helm nya" menarik tangan Ku yang saat itu agak kesulitan untuk membuka helm.


Aku memandangi wajah lelaki ini, walaupun Dia menggunakan masker dan kacamata hitam tapi Aku bisa meyakinkan diri Ku sendiri bahwa Aku pernah ketemu dengannya.


"Gue Aziz" ucapnya saat mengaitkan helm yang sudah terlepas dari kepalaku ke jok belakang.

__ADS_1


"Balik Lu kerja Gue jemput lagi"


"Gak ada tolakan dan gak ada bantahan, bye" tambahnya sambil meninggalkan Ku dan belum sempat Ku jawab.


"Dasar gila Lo!" teriak Ku saat Dia menancap gas motor nya dengan sangat kencang dan suara knalpotnya yang bising.


"Aziz ?" heran Ku dengan terus menyebut namanya sambil mengingat-ngingat sosoknya.


Memasuki ruangan Ku yang masih gelap dan Aku menyimpan tas Ku percis diatas meja kerja Ku, membuka laptop dan langsung ku susun beberapa berkas yang hari ini harus Aku kerjakan.


Aku mengambil pouch kecil berisi make up dan Ku putuskan untuk sedikit berdandan agar wajah Ku tak terlalu terlihat pucat, menyisir sedikit rambut Ku yang panjang terurai dan memakai beberapa semprot parfume ke baju Ku.


Melanjutkan kembali pekerjaan Ku sambil ngemil roti yang Aku bawa dari rumah tadi. Selama mengerjakan beberapa berkas, Wajah lelaki tadi selalu saja melintas dimata bahkan pikiran Ku, sampai Aku sedikit kesal dan dibuat terganggu oleh itu.


...****************...


"Bu Arin .. " teriak Ku pada nya saat melihat didalam ruangannya.


"Hay, Mad" singkatnya menjawab Ku.


"Sibuk banget nih keliatannya"


"Mau Aku bantu gak ? Aa... atau ada yang bisa Aku bantu ?"


"Engga .. Engga usah Mad, lagian ini udah mau kelar kok" jawab nya yang masih dengan sibuk menatap layar laptop didepannya.


Aku memutuskan untuk meninggalkan Bu Arin dan berjalan menuju kedalam ruangan Ku, menyimpan tas Ku dan mengeluarkan laptop dari dalam tas.


Berjalan menuju dapur kantor untuk ku seduh segelas kopi.


"Bu Arin kok terlihat beda ya hari ini ?" lirih Ku dalam hati


"Apa ada yang salah dengan perlakuan Ku kemarin atau pagi ini ?"


"Ah .. Mungkin Bu Arin cuma kecapean doang kali ya, atau mungkin karena kerjaan nya yang numpuk"


Membawa secangkir kopi kedalam ruangan, Aku memulai untuk menyelesaikan beberapa kerjaan agar bisa pulang dengan tepat waktu dan menunggu Bu Arin lagi.

__ADS_1


"Siapa tau kan nanti balik kerja bisa ngopi lagi sama Bu Arin" semangat Ku sambil membereskan beberapa kerjaan.


__ADS_2