
"Langsung pulang nih Bu ?" tanya Ahmad menengok pada Ku.
"Engga mau mampir dulu buat ketemu calon mertua ? Hehe" tambahnya.
Aku hanya menanggapi dengan senyuman dan gelengan kepala kecil lelucon Ahmad pada saat itu. Bahkan aku hanya sibuk menatap layar hp Ku.
...****************...
"Arin bener-bener ya, telpon gak diangkat, sekarang Aku berusaha chat Dia juga gak respon sama sekali"
"Emang sesibuk apa sih nih orang" kesal Ku sambil terus menatap layar hp berharap Arin merespon semua usaha Ku.
"Apa aku tanya sama semua teman-teman nya saja ya lokasi rumah Arin" pikir Ku dengan perasaan yang campur aduk.
Padahal wanita di dunia ini tidak hanya Arin, tapi kenapa diri ini selalu menginginkan Arin untuk bisa Ku miliki sepenuhnya.
"Dari pada Aku terus memikirkan Arin dirumah kaya gini, lebih baik cari angin dulu deh keluar siapa tau kan ketemu Arin dijalan" harap Ku sambil mengambil jaket yang tergantung dipintu kamar Ku.
...****************...
Di dalam mobil aku hanya terus tersenyum sambil sesekali menatap layar hp Ku, teringat dan terbayang kejadian dikafe tadi Ahmad membuat Ku sedikit malu dibalut rasa bahagia.
"Kenapa Bu senyam senyum gitu ?"
"Ada yang lucu ?" tanya Ahmad dengan heran melihat tingkah Ku.
"Makasih ya Mad, kemumetan hari ini dikantor rasanya hilang gitu aja ketika Kamu ajak Aku ngopi tadi"
"Kok bilang makasih sih Bu ?"
"Ya, terus Aku harus bilang apa lagi ?"
"Aku kira Ibu mau bilang, Aku mau jadi pacar Kamu"
"Issssssh Ahmad! Nyebelin ya!" jawab Ku sambil mencubit tangan Ahmad yang saat itu sedang menyetir.
"Aw .. Aw sakit Bu, iya iya maaf becanda Bu becanda" mengusap halus kembali kepala ku sambil tersenyum.
Ahmad memang mempunyai paras yang ganteng, maskulin dan cool diantara karyawan-karyawan yang lain, bahkan Dia pun selalu bersedia untuk membantu siapapun tanpa pandang bulu.
Tak heran jika diluaran sana banyak perempuan cantik yang menyukai Ahmad, bukan Aku tidak mau menerima Ahmad sebagai kekasih Ku, namun Aku hanya takut jika nantinya malah mengganggu pada semua kerjaan dikantor.
__ADS_1
"Bu, kok Aku belum pernah lihat Ibu dekat dengan cowo sih ?"
"Semua media sosial Ibu bersih banget kaya masjid yang baru diberesin dari dulu" tanya nya untuk kesekian kali.
Aku memang dari dulu belum pernah dan tidak mau memutuskan untuk membuang waktu Ku buat berpacaran, karena bagi Ku itu hanya sesuatu yang bisa bikin diri ini ribet. Aku juga gak mau membuang waktu Ku hanya untuk hal yang tidak penting seperti itu.
"Mad, bagi Ku jika berpacaran adalah hal yang bisa membuang waktu Ku saja. Lantas kenapa Aku harus melakukan itu ?" jawab Ku dengan tenang.
Ahmad tak menjawab ketika aku memberikan pemahaman seperti dia, hanya melirik dan tersenyum kecil pada Ku.
...****************...
"alhamdulillah .. Akhirnya sampe juga" ucap Ku ketika Aku sudah sampai didepan rumah Bu Arin.
Aku langsung bergegas keluar untuk membuka kan pintu mobil buat Bu Arin.
"Silahkan Tuan Putri" ucap Ku saat membuka pintu mobil Bu Arin sembari membungkukan badan Ku.
"Thank you loh Mad" jawab Bu Arin sambil mengusap bahu Ku.
"Dijalan pulang nanti hati-hati ya Mad, jangan ngebut-ngebut loh" tambahnya sambil tersenyum pada Ku.
Senyuman Bu Arin selalu membuat Ku terdiam dan terpana karena sangking manisnya, membuat hati ini semakin luluh dan ingin segera memiliki Bu Arin.
Bu Arin hanya membalik kan badan nya ketika Ku panggil pada saat itu.
"Cuma bilang hati-hati doang nih ?"
"Yakin gak mau bilang, kabarin ya kalo sudah sampai rumah" canda Ku pada Bu Arin.
"iya deh iya, kabarin ya Ahmad Ku kalau sudah sampai rumah" dengan muka yang sedikit lemas.
"Nah gitu kan Aku jadi semangat buat sampai rumah nya, haha"
"Yaudah Aku duluan ya Bu, istirahat loh jangan bergadang!" tambahku sembari masuk kedalam mobil.
Ku lihat Bu Arin hanya menggeleng-gelengkan kepala saja saat ku berkata seperti itu, senyumannya yang selalu terbayang dipikiran Ku membuat perasaan Ku saat itu sangat adem.
...****************...
Ketika Ku lihat mobil Ahmad sudah agak menjauh dari Ku, Aku bergegas membuka pagar rumah dan berjalan kedalam rumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Aku pulang" teriak Ku saat memasuki rumah.
Terlihat tak ada yang menjawab salam Ku, Aku langsung saja menaiki tangga untuk masuk dan beristirahat didalam kamar. Aku mengeluarkan hp dari dalam tas Ku, melempar tas nya dan langsung menjatuh kan badan Ku diatas kasur.
"huhhhh .. Lelas sekali hari ini" keluh Ku.
Saat membuka hp, Aku sangat kaget karena ternyata nomer yang berkali-kali menelpon Ku itu mengabari Ku melalui chat. Aku membacanya dan sedikit agak kaget.
"Hah Aziz ?" teriak kecil Ku saat membaca pesan singkat itu.
"Bentar, bentar ini Aziz mana ya ?"
"Gak mungkin sih kalo Aziz teman sekantor Ku, lagian kan Dia punya nomer Ku sedari dulu" celoteh Ku sambil duduk.
Aku masih belum menyangka bahwa ini adalah Aziz dari teman Ku pada saat kuliah dulu.
"atau Aku balas saja ya untuk memastikan ini Aziz mana" pikir Ku pada saat itu.
Setelah berfikir agak lama, Aku memutuskan untuk membalas dan merespon pesan itu hanya untuk memastikan kepenasaran Ku.
"Hay, ini Aziz mana ya ?" jawab ku dengan singkat.
...****************...
Aku memutuskan untuk pergi ke tempat tongkrongan teman-teman Ku, menyalakan motor dan langsung Ku tancap gas bergegas untuk mendatangi mereka.
*drrrrtttt .. Drrrtttt* suara hp didalam saku Ku terasa bergetar.
Aku masih melanjutkan perjalanan dan tak berhenti untuk cek hp Ku, karena Aku berfikir itu hanya sebuah pesan dari teman-teman Ku.
kondisi jalan malam itu yang Ku lewati sedikit agak macet dan padat, jarak dari rumah Ku menuju tempat tongkrongan ini juga terbilang lumayan jauh.
Pada saat posisi dilampu merah, Aku mengeluarkan hp dari dalam saku jaket Ku. Melihat layar hp dan ternyata ada sebuah pesan singkat yang ternyata itu balasan dari Arin.
Aku langsung bergegas untuk mencari tepi jalan agar aku bisa membalas pesan tersebut dengan cepat. Padahal hanya sebuah balasan pesan singkat namun pada saat itu sangat bahagia, karena yang Aku tunggu-tunggu akhirnya merespon juga.
Saat motor Ku sudah berada ditepi jalan, Aku langsung bergegas membaca pesan Arin.
"ternyata Arin tidak mengenali Ku" lirih Ku dalam hati.
"argggh sudah itu gak penting, yang penting saat ini Arin merespon" semangat Ku.
__ADS_1
"Ketemu mau Rin ? Biar kamu tau aku Aziz mana" jawab Ku langsung to the point karena Aku tau dari teman Ku bahwa Arin tak suka basa basi.
Aku memutuskan untuk berdiam sesaat ditepi jalan ini sambil menunggu balasan pesan dari Arin, berharap Arin membalas pesan Ku dengan cepat.