
Kebahagiaan Arin harus bisa Aku kembalikan lagi pada dirinya pun senyuman Arin akan ku jaga sampai kapanpun, sekarang tidak boleh ada satupun orang lagi yang bisa menyakiti atau membuat Arin kecewa.
"Ra Lu bisa kesini, ada hal yang mau Gue obrolin" pesanku pada Dara sambil memberi tahukan lokasi ku saat ini.
Sambil menunggu Dara, Aku melihat foto-foto Arin disosial media, senyumnya membuatku juga ikut tersenyum. Arin memang wanita pintar yang baru Aku temui saat ini.
Prestasi yang Arin bagikan diberbagai media sosialnya membuatku kagum padanya, terlebih juga Arin anak bungsu yang menurutku sangat mandiri diantara kedua Kakak nya.
Arin selalu berusaha untuk mewujudkan keinginannya sendiri tanpa menyusahkan dan meminta pada siapapun, bahkan Arinpun tipikal cewe yang selalu mau bersedia untuk mengalah pada keadaan sekalipun keadaan itu membuat Arin sedikit tertekan.
Banyak kurangnya Arin sedikitku mengetahuinya dari Dara, Dara juga bilang kalo Diapun ikut kagum pada sosok Arin. Jangankan untuk keluarga atau pacarnya pada Dara sekalipun Arin yang sering mengalah.
Menikmati sebatang rokok yang sedang kuhisap hari itu sambil menikmati pemandangan yang cukup indah dari tempat ini membuatku teringat pada Arin, karena Dia sangat suka dengan tempat yang menyuguhkan alam seperti ini.
Tak berselang lama Dara pun datang menghampiriku.
"Ziz, sorry nunggu lama ya" ucapnya sembari sibuk mengatur rambutnya yang sedikit berantakan.
"Santai Ra, duduk Ra duduk"
"Gue pesen dulu minuman ya, haus nih cuaca panas banget" meninggalkanku dan berjalan untuk memesan minuman.
"Aku merasa beruntung bisa bertemu dengan Dara yang dimana Dia mau membantu ku untuk soal yang satu ini" lirihku sambil meminum minuman yang Aku pesan.
"Jadi, gimana Ziz ?"
"Lu udah punya informasi apa hari ini ?" tanya nya langsung.
"Barusan Gue abis ketemu sama satpam yang semalam kita suruh dan Dia berhasil Ra, semua rekaman itu sekarang sudah ada didalam hp ku"
"Semalam juga wanita ****** itu chat Gue sih, cuma belum Gue bales sampe sekarang" tambahku pada Dara.
"Goodjob Ziz, satu per satu rencana kita mulai berjalan"
"Lah kenapa nggak Lu bales ?"
"Males banget sebenernya Gue buat bales chat dari Dia, bingung juga Gue harus bales apa Ra"
__ADS_1
"Coba, coba Dia chat apa sama Lu"
Dara pun membaca chat dari Rena semalam, Dara mengambil alih hpku dan langsung menjalankan aksinya untuk menjebak Rena.
Tak butuh waktu lama untuk menunggu balasan dari Rena, Diapun langsung menanggapi dengan cepat balasan dari chatku. Aku dan Dara hanya tertawa puas saat sedang melakukan ini.
"Benar-benar wanita nggak punya harga diri" celotehku saat melakukan ini.
"Sabar, sabar Ziz sabar. Kita harus benar-benar main cantik agar semua rencana kita berjalan dengan mulus sesuai rencana" imbuhnya.
Melihat dan membaca balasan demi balasan wanita ****** itu membuatku semakin jijik pada sosoknya, semakin tidak sabar ingin cepat membalasnya dan melihat reaksinya ketika Dia benar-benar dihancurkan.
...****************...
"Wah Gila sih ni cewek" lirihku saat membaca balasan dari wanita dajjal itu.
"Ziz, kok ada ya modelan cewe yang kaya gini"
"Ya ada lah Ra, buktinya ini haha" jawab Aziz sambil tertawa terbahak-bahak.
Mungkin apa yang hari ini Rena lakukan sama percis dengan apa yang dulu Rena lakukan ke Aziz, menggodanya lewat chat dan berujung dengan pertemuan yang dimana nantinya Rena menjebak para korban yang sudah ia pakai.
Syukur Arin sekarang sudah terlepas dari keadaan toxic yang membuatnya harus merasakan perkelahian batin yang cukup hebat, Aku cuma bisa berharap dengan pembalasan dendam ini bisa memulihkan kembali dunia Arin seperti dulu.
Aku sudah sangat merindukan Arin yang dulu ku kenal, Arin yang ceria, tengil dan masa bodoh.
"Ziz, Lu jemput Arin kira-kira jam berapa ?"
"Rena ngajak ketemuan nih hari ini" tanyaku pada Aziz.
"Siaaal! Kok berani-beraninya Dia ngajakin Gue buat ketemu" jawabnya sedikit kesal.
"Ayo cepet, jam berapa kira-kira ?"
"Gue sih biasa jemput Arin jam 4 sore Ra, Ra Lu tega mau potong waktu jatah Gue ketemu Arin ?"
"Issssssh pokok nya Lu ikutin dulu rencana Gue oke" pintaku pada Aziz.
__ADS_1
...****************...
Hari ini Aku merasakan kebahagian yang selama ini Aku cari, perhatian Aziz membuatku semangat untuk melewati hari ini. Ditambah lagi Aziz memberiku coklat kesukaanku cukup banyak.
Padahal kondisi Aziz saat ini masih sakit karena bekas jatuh kemarin, tapi Aziz memaksakan keadaan hanya untuk mengantarkanku sekedar bekerja.
Ternyata kebahagiaan yang selama ini Aku cari ada pada diri Aziz, doa dan ikhtiar ku selama ini Aku rasa tidak berujung sia-sia. Aku selalu meyakini semua doaku bahwa suatu hari ini akan dengan sendirinya terkabul.
Semesta kali ini memberikan jawabannya, doa yang selalu Aku ulang berdatangan dengan sendirinya. Meyakini sesuatu yang tidak mungkin itu sangat mustahil bagiku, Aku sangat yakin dari kehilangan akan berganti dengan sesuatu baru yang lebih besar dan spesial.
Berdamai dengan diri sendiri adalah musuhku sedari dulu, karena bagiku jika hanya untuk berdamai tanpa keikhlasan itu sangatlah sulit. Memaafkan diriku sendiri adalah jalan pintasku ketika Aku sudah merasa tenang.
Aku sembuh bukan karena datangnya orang baru melainkan sembuh seiring berjalannya waktu dan keadaan. Aku tidak mau menumbalkan orang lain hanya untuk kesembuhan diriku sendiri karena bagiku orang lain tak berhak menerima kekacauan yang ada didalam pikiran maupun hatiku.
"Hay Mad" Sapa ku pada Ahmad yang pagi itu sudah lebih dulu dateng.
"Ada apanih, kelihatannya lagi seneng banget" jawabnya sambil berdiri dan berjalan mendekatiku.
"Tumben bawa bekel sebanyak itu Bu ?" tanya nya melihat kantong belanjaan yang Aku bawa.
"Iya nih, Aziz yang kasih ini semua" jawabku sambil tersenyum menanggapi Ahmad.
"Aziz ? Pacar baru Bu ?" tanyanya dengan heran.
"Apaan sih Mad ah" jawabku tersipu malu dan meninggalkan ruangan Ahmad.
"Bu.. Bu" teriak Ahmad memanggilku.
"Iya kenapa ?" Aku membalikkan badan dan menjawab teriakan Ahmad.
"Balik ngantor ngopi yu cari angin biasa" ajak Ahmad padaku.
Aku terdiam sejenak dan tak membalas ajakan tersebut, teringat kalau Aziz tadi sudah mewanti-wanti ku untuk menjemputku kerja.
"Heeuu .. Heeuuu ngopi ya ?"
"Next time aja kali ya Mad" jawabku dengan sedikit gugup sambil memegang kepala belakangku.
__ADS_1
"Oh .. Oh oke deh Bu, sorry ya ganggu-ganggu terus waktu Ibu" jawabnya dengan mimik muka kecewa.
Aku pun berjalan meninggalkan Ahmad dan masuk kedalam ruangan kerja, menyimpan tas yang ku bawa dan melepas sweater tipis yang Aku gunakan. Membuka salah satu coklat yang Aziz berikan kepadaku dan menikmati coklat itu sambil mengecek semua kerjaanku hari ini.