JIWANYA SUDAH MATI

JIWANYA SUDAH MATI
23. Kehaluan Rena


__ADS_3

Setelah Aku dan Dara selesai menyusun rencana untuk hari ini, Kita memutuskan untuk balik dan ketemu lagi nanti malam sesuai dengan yang sudah kita sepakati.


Karena hari ini Dara membawa motornya sendiri jadi Kita balik masing-masing, dijalan sangat macet sekali siang ini. Aku menikmati lagu didalam mobil dengan santai sambil menikmati kemacetan yang luar biasa ini.


Sesampainya dirumah Aku langsung bergegas masuk kedalam kamar dan membuka laptopku untuk sekedar memantau project kerjaku sudah sampai mana.


Aku memang anak semata wayang satu-satunya yang kedua orang tuaku miliki, diberi kepercayaan untuk memegang beberapa perusahaan tambang oleh Ayahku dan beberapa perusahaan kuliner oleh Ibuku.


Memutuskan untuk tidak satu rumah bersama kedua orang tuaku adalah keputusanku sedari lulus sekolah berharap agar Aku bisa sedikit mandiri akan segala hal.


Diumur ku yang sekarang rasanya ingin Aku menyegerakan pernikahan, ketambah kedua orang tuaku yang selalu bawel memintaku untuk menikah karena sudah ingin menimang cucu dariku.


Beberapa fasilitas yang saat ini Aku punya adalah hasil dari semua keringat dan jerih payahku sedari dulu, memanfaatkan ilmu dan kemampuan yang Aku punya untuk sekedar membeli apa yang Aku mau agar tidak selalu menjadi beban bagi kedua orang tuaku walaupun mereka juga pasti pada dasarnya akan memberi semua itu tanpa Aku pinta.


Mengenal Arin membuatku semakin semangat untuk mencari penghasilan, agar Aku bisa terus memberikan apa yang Arin mau tanpa harus Dia yang membeli sendiri. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa Aku harus bisa menjadikan Arin seperti Ratu.


*Kringg .. Kringg .. Kringg* suara hp ku berbunyi.


Saat ku lihat ternyata wanita ****** itu yang menelponku, Aku dan Dara sudah sangat sepakat untuk tidak merespon apapun dari wanita itu selain untuk nanti ketemu.


Aku menghiraukannya dan melanjutkan semua kerjaan pada siang hari itu, agar ketika nanti jam nya Aku harus menjemput Arin semua kerjaanku pada hari ini sudah selesai pada tepat waktu.


...****************...


"Ini orang kemana sih ?"


"Tadi aja gercep bales semua chat Gue, kok sekarang ngilang gitu aja sih" lirihku dengan kesal.


"Atau mau coba main-main nih laki sama Gue" pikir buruk ku.


Selama ini tak ada lelaki yang bisa menolak ajakan ku, bahkan dari semua lelaki yang Aku rebut hampir semuanya bisa Aku dapatkan dan kuasai. Tapi kenapa lelaki ini membuatku sedikit penasaran ya.

__ADS_1


"Ya ampun Diakan pengusaha, pasti sibuklah Ren" ucapku pada diri sendiri.


Akan ku pastikan lelaki ini pasti tak lama lagi akan tertunduk kepadaku seperti lelaki-lelaki lain yang sudah Aku dapatkan sebelumnya, Pengusaha kaya kan pasti butuh dengan sosok wanita penghibur sepertiku.


Jika Aku sampai bisa mendapatkan lelaki ini mungkin Aku bisa berhenti bekerja sebagai kupu-kupu malam seperti ini, anak ku akan terpenuhi segala bentuk keperluannya bahkan mungkin Aku bisa berhenti bekerja untuk mencari uang dengan cara seperti ini.


"Lu pasti bisa Gue tundukin Ziz hahaha" ucapku sambil tertawa jahat.


...****************...


"Aziz kira-kira telat lagi nggak ya hari ini jemput Aku ?" tanyaku dalam hati sore itu.


Menunggu jam-jamnya pulang adalah penantian yang selalu Aku nantikan ketika selama bekerja, hari ini Aku memutuskan untuk sedikit bermakeup untuk pulang. Merias wajahku sendiri adalah sebagian kecil dari kebahagiaanku karena jika Aku melihat diriku sendiri pada cermin dan terlihat cantik Aku merasakan kepuasan yang tidak bisa Aku beli dimanapun.


Mengeluarkan pouch makeup yang Aku bawa dan mulai berdandan diruangan kerjaku, Aku menyisir dengan rapih rambutku yang terurai panjang ini dan menyemprotkan sedikit minyak wangi pada tubuhku.


Setelah selesai berdandan Aku menunggu jam pulang yang tidak lama lagi, membereskan meja kerjaku dengan rapih dan menyusun semua berkas yang sudah ku kerjakan dengan tumpukan yang rapih.


Saat Aku berjalan untuk absen pulang, Ahmad menghampiriku dengan mimik muka yang tidak seperti biasanya. Hanya tersenyum tipis dan menyapaku dengan singkat.


Aku berpamit pada Ahmad yang saat itu juga Dia sedang absen untuk pulang.


Aziz keluar dari mobil dan menyambutku dengan hangat, menghampiriku dan menuntun tanganku dengan lembut untuk masuk kedalam mobil, membuka kan pintu mobilnya untuk ku.


"Kok cantik banget sih Arinku hari ini ?" ucapnya saat menyambutku pulang.


"Ihhh Aziz apaansih, nggak usah berlebihan ah" jawabku sedikit malu.


"Makeup tipis gini cantik, nggak makeup pun tetep cantik. Memang kalo dasarnya cantik sih susah ya" godaku sambil membuka kan pintu mobil untukku.


Aziz berlari kecil untuk masuk juga kedalam mobil, menyalakan mobilnya dan langsung mengantarkanku pulang.

__ADS_1


Diperjalanan Aziz tak henti memujiku, bahkan tangan kanan ku pun selalu Aziz cium berkali-kali dengan lembut, Aku benar-benar merasa semakin spesial dimata Aziz.


...****************...


"Cantik banget Arin hari ini" gunamku dalam hati ketika melihat Arin berjalan ke arahku.


Kulitnya yang putih bersih membuatnya kelihatan ayu, gigi gingsulnya yang membuat senyuman Arin terlihat semakin manis. Aku dibuat terkesima hari itu saat menjemput Arin sepulang kerja.


Tak banyak omong itu yang membuat Aku semakin jatuh hati padanya, ia seperti bisa membuat orang-orang sekitar terhipnotis oleh parasnya. Aku semakin merasa beruntung bisa sedekat ini dengan Arin.


"Mau langsung pulang atau belanja dulu nih ?" tanyaku pada Arin membuka obrolan.


"Hmm .. Langsung pulang deh kayanya, soalnya kalo belanja Aku nggak tau apa yang harus Aku beli Ziz" jawabnya dengan lembut.


"Kok bingung sih, belanja aja ya. Lu boleh belanja apapun yang Lu mau pokonya Rin" jawabku sembari menatap Arin ditengah kemacetan jalan.


"Dari pada buang uang kaya gitu, lebih baik ditabung aja nggak sih Ziz" jawabnya membuatku sedikit kaget.


Arin benar-benar bukan tipe cewe yang senang memanfaatkan keadaan, bahkan Dia dengan tegas menolak dan malah menyuruhku untuk menabung uang itu.


"Langka sih cewe kaya gini" gunamku dalam hati sambil tersenyum kecil pada Arin.


"Kali ini please Lu jangan nolak ya Rin"


"Gue belanjain Lu karena Gue seneng liat Lu seneng Rin" bujuk ku pada Arin.


Padahal Aku mengajaknya belanja hanya karena ingin memiliki waktu agak lama untuk bisa berduaan bersama Arin sebelum nanti malam Aku harus menjalankan kembali rencanaku bersama Dara.


"Aku seneng kalo Kamu simpen aja semua uang-uang itu Ziz" jawabnya sambil tersenyum manis kearahku dan memegang lembut tangan kiriku.


"Yaudah deh Gue nggak akan maksa Lu, tapi kalo Lu butuh sesuatu Lu bilang ya sama Gue! Jangan sampe Gue nggak dilibatin dalam kehidupan Lu"

__ADS_1


__ADS_2