Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Menikah???


__ADS_3

" dewasa itu tdk selalu tentang umur*, tapi tentang cara seseorang yg bisa menghadapi masalah, bebab dan amarah yg ia hadapi*..."_Ash~Shi.


----------------------------------************----------------------------------------


Di perjalanan**


Ara pun akhirnya mau diantarkan pulang ke kediamanya oleh Gus Ahmad.Dia diantar menggunakan mobil Gus Ahmad.Ara duduk di depan di samping Gus Ahmad sementara Gus Ahmad yg mengemudikan mobilnya sendiri.


"Kak maaf ya Ara jadi ngepotin Kakak." Kata Ara sambil menengok ke arah Ahmad.Ara memang tdk sungkan untuk berbicara sambil memandang wajah Ahmad, karena ia telah menganggap Ahmad seperti kakaknya sendiri.


"Iya Dek nggak apa², nggak usah sungkan karena Kakak udah nganggep Ade kaya Adik kandung Kakak." Kata Ahmad sambil mengelus kepala Ara yg tertutup kerudung.


"Ah,,,Kakak bisa aja.Tapi kakak nggak usah megang² kepala Ara kali!!!!" Kata Ara agak cemberut.


"Ya udahdeh Kakak minta maaf." Kata Ahmad.


Merekapun menghabiskan waktu perjalanan sambil bercerita dan sesekali menyisipkan candaan pd cerita mereka


*


*


pesantren Tanfizdul Qur'an "Darul 'Ammah"


Setela beberapa waktu merekapun sampai.Tampaklah sebuah bangunan megah yg berisi ribuan santri.Ya,,, memang pesantren Ara lebih besar dari dari pesantren Ahmad.


Setelah sampai lalu Ahmad memarkinkan mobilnya di tempat parkir khusus keluarga pengasuh pesantren, sebenarnya ia ingin menolak namun ia dipaksa oleh Ara.


Ternyata Uminya telah membari tahu perihal kepulangan Ara oleh sebab itu Kyai Ali menyuruh seluruh santri putri untuk menyambutnya.


Ahmad turun dari mobilnya dan tampaklah seseorang laki² tampan yg memiliki tinggi 1,87 m memiliki mata tajam, hidung yg mancung, berkulit putih, beralis tebal dan memiliki rahang yg tegas menandakan bahwa orang tsb memiliki jiwa seorang pemimpin yg tinggi.


"I....itu yg sama Ning Ara ganteng banget kaya orang arab." Kata salah seorang santri putri.


" Bukan,,,dia itu kaya Ji Chan Wook ku." Celetuk salah seorang santri putri yg lain.

__ADS_1


Para santri putripun riuh karena melihat ketampanan Gus Ahmad.


"Assalamu'alaikum." Sapa Ara dan Ahmad secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam, Nak.Mari masuk kalian sudah ditunggu sama Umi." Kata Kyai Ali mempersilahkan mereka untuk masuk.


Didalam sudah ada Umi Robi'ah dan dan Ning Muna yg kebetulan sedang pulang dari pesantrenya.


"Umi gimana kabar Umi?" Tanya Ara setelah sebelunya bengucapkan salam dan bercipika - cipiki.


"Alhamdulillah Umi baik.Sudah sana Ara mandi dulu, bau badanya baru pulang." Kata Umi Rabi'ah.


"Baik Umi." Kata Ara sambil mencium pipi Uminya lalu masuk ke kamarnya.


"*Muna sana kamu buat minum, kasian Nak Ahmad jauh² masa di anggurin."


"B,,,,baik Umi*." Kata Muna sambil terbata - bata ia kaget karna ia sedari tadi diam² memperhatikan Gus Ahmad yg sangat tampan.


Muna punembuatkan minum untuk tamu dan Abahnya karena Uminya sedang berpuasa.Namun saat akan undur diri ia mendengar Abahnya membicarakan soal perjidohan.


"Gus,,,,,Abahmu sudah bilang sama saya perihal perjodohan itu." Kata Kyai Ali memulai pembicaraan.


"Terima kasih Abah.Ahmad Undur diri." Kata Ahmad sambil berlalu.


Ning Muna pov


Apakah aku tdk salah dengar, Abah akan menjodohkan putrinya dg Gus Ahmad.Tapi siapa ya apakah Ara tapi, Arakan baru aja lulus masa sih sama Ara.Putri Abah kan cuma 3 kalau kak Aisyah nggak mungkin juga, diakan udah dikhitbah sama Gus Haikal.Apa jangan2 sama aku??? ( pikir Muna).Ya Allah jika memang Gus Ahmad jodohku trimakasih Ya Allah engkau memang tau apa isi hatiku.


Ning Muna memang sudah dari kecil mempunyai rasa pada Ahmad karena ia sering bermain bersama saat mereka kecil.


*


*


Malamnya.

__ADS_1


"Abah,,,,,,,." Kata Ara sambil duduk di d samping Abahnya yg sadang berada di ruang baca.


"Ada apa, Nduk?" Tanya Abah.


"Ara pingin kuliah." Kata Ara sambil menunduk dan memainkan roknya.Ia memang tidak suka berteke - tele saat menyampaikan sesuatu termasuk keinginanya.


"Nduk, kan kamu udah tahu jawabanya." Kata Abah sambil menutup bukunya dan melepaskan kaca matanya.


"Tapi, Bah.Ara sangat ingin itu.Ra janji nggak akan neko² kalau Ara kuliah dan Ara janji akan menuruti semua perintah Abah dan jadi anak yg baik." Kata Ara sambil menangis.


sebenarnya Abahnya tdk tega melihat Ara menangis namun ia melihat ada kesempatan untuk memaksa Ara menikah dg Ahmad.


"Baiklah Abah setuju.Tapi Abah punya 1 syarat." Kata Abah.


" *Baik, Bah Ara janji akan memenuhi semua persyaratan dari Abah."


"Janji semuanya Ra*???" .Tanya Abah.


"Iya Bah Ara janji semuanya." Kata Ara sambil mengacungkan 2 jarinya yg berbentuk V


"Baiklah jika itu mau kamu.Kamu siap2 besok siang kamu akan Abah nikahkan.Dan sekaran calon mertua kamu lagi di perjalanan untuk datang kesini.kamu tdk bisa menolak karna Abah hawatir kamu tdk bisa menjaga dirimu jadi dia yg akan menjaga kamu." Kata Abah sambil pergi dan meninggalkan Ara yg sedang mematung.


Sementara di tempat lain ada seseorang yg sedang membayangkan dirinya menikah dg orang yg telah lama ia cintai.


*


*


*


*


*


Salam hangat buat para readers dari author😆

__ADS_1


jangan lupa buat Vote, Like and Comen😍😍


Trimakasih🙏🙏


__ADS_2