
Seperti yg dikatakan Gus Ahmad.Setelah Zahra selesai salat Isya' berjama'ah, ia pun bergegas pergi ke ndalem kyai sepuh untuk menemui umi farida.
Ting...tong....ting....tong
"Assalamu'alaikum." Zahra mengucapkan salam sambil menunggu pintu di buka oleh si empunya rumah.
Kreeeek...pintu pun terbuka.
"Wa'alaikumsalam.Eh Ara, ayo masuk." Kata umi Farida sambil menggandeng Zahra masuk ke dalam rumah.
"Makasih, umi.Oh,,,iya, Umi manggil Zahra ke sini kenapa?." Tanya Zahra
"Gini, Ra.Maksud umi memanggil kamu kesini umi mau ngasih tahu kamu tugas apa aja yg akan kamu lakukan selama km jadi abdi ndalem." Kata umi Farida dg senyum yg menghiasi bibirnya.
"Memangnya tugas Ara, apa aja umi." Tanya Ara.
"Berhubung kamu paling muda diantara mbak² yg lain krn kamu masih SMA, jadi tugas kamu cuma nyuci bajunya Gus Ahmad sama ngurus keperluanya aja." Tutur Umi Farida.
"Tapi, Umi.Bukanya mau nolak sih, tapi kan Ara bentar lagi lulus.Ara juga udah ujian, tinggal nunggu hasilnya aja.Ara bisa kok bantu² yg lainya juga kaya masak.Terus maksudnya ngurus keperluan kak Ahmad itu gimana ya Umi? Ara kurang paham." Kata Zahra sopan, karna ia takut akan menyinggung Umi Farida.
"Untuk masalah sekolah kamu yg sudah hampir selesai Umi tahu.Makanya Umi nggak ngasih Ara pekerjaan yg berat karna Ara kan masih harus belajar untuk masuk perkuliahan.Lah untuk masalah mengurus keperluan Ahmad, km hanya bersih² kamarnya seperti ngepel, nyapu dsb.Oh,,,iya, tadi katanya km bisa masak berarti sekalian ya km yg masakin Ahmad.Umi mohon Ara nggak nolak ya." Pinta umi Farida dgn mata yg mengisyaratkan permohonanya agar tdk ditolak.
__ADS_1
Zahra yg mendapat tatapan penuh permohonan pun tak tega menolak.Jadinya ia hanya mengiyakan saja.
"Baiklah, Umi akan Ara usahakan.Tapi apa kak Ahmad tdk keberatan kalau Ara yg bertanggung jawab mengurus urusan bersih² kamarnya?." Tanya Ara tdk yakin.
"Untuk itu kamu nggak usah khawatir nanti Umi yg akan bicara sama Ahmad.Oh,,,iya, km mulai besok pagi pindah tinggal di sini (ndalem) ya, kaya mba² ndalem yg lain." pinta Umi Farida
"Iya, Umi.Ara besok pagi akan kesini sambil bawa barang² ara kesini." Kata Ara.
"Ya udah, berhubung sekarang udah malem dan kamu juga harus packing mending sekarang Ara kembali ke pesantren untuk istirahat." Kata Umi Farida.
"Baik Umi.Kalau begitu Ara pamit undur diri.Assalamu'alaikum." Kata Zahra pamit undur diri setelah sebelumnya mencium tangan Umi Farida.
Sesampainya Zahra di pesantren.
"Assalamu'alaikum." Kata Zahra sambil membuka pintu kamarnya.
"Wa'alaikumsalam.Eh, Ara.Baru pulang Ra?" Tanya Aisyah sahabat Ara
"Iya, syah temen2 yg lain pada kemana kok sepi?" Tanya Ara
"Oh,,,yg lain lagi pada jajan di kantin.Biasa lah habis belajar wajib kan laper.Oh iya, Ra.Kok kamu sering dipanggil ke ndalem, ada apa sih sebenernya?" Tanya Aisyah kepo.
__ADS_1
"Oh,,,itu q disuruh sama Umi Farida buat jadi abdi ndalem dan mulai besok pagi q akan pindah tinggal fi ndalem." Tutur Zahra.
"Wah, bagus tuh Ra.Kamu bisa jadi abdi ndalem, padahal dari dulu q pingin dapet posisi itu loh,,,,eh ternyata q palah keduluan sama sahabat q." Kata Aisyah agak sedikit cemberut.
"Ya nggak papa kali, kamu kan bisa ngabdi lewat cara lain, contohnya aja dg km jadi santri yg penurut dan nggak ngelanggar peraturan itu udah termasuk koh syah.Karena dg begitu km udah membantu abah buat menjaga ketertiban pesantren." Tutur Zahra
"Iya deh NINGKU sang motivator ulungku." Kata Aisyah sambil beranjak dan memeluk erat Ara.
"Ya udah q packing dulu ya."
Malam itu Ara pun menyelesaika packingnya.Hari² baru Zahra baru dimulai.
*
*
*
*
salam hangat dari author.Jangan lupa buat like, komen and vote. Terimakasih.
__ADS_1