Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Hanya Tidur???


__ADS_3

~" Aku berharap bisa jadi selimutmu dan jadi bantal di bawah kepalamu.Aku ingin ada di sekitarmu.Aku ingin jadi orang yg beruntung yang menciummu sambil mengucapkan selamat tidur "~ Gus Ahmad.


--------------------------*******-------------------------------


Setelah acara ijab qabul selesai.Acara dilanjutkan dengan makan - makan keluarga dan selfi bersama.


Setelah itu keluarga besar Kyai Mahrus pun pulang, karena ini memang hanya seperti acara kecil dan tdk melibatkan banyak orang.


" Ummi, sudah mau pulang?".Tanya Ahmad yang melihat Umminya seperti sedang bersiap - siap pulang.


"Nggih Mad, Ummi pulang dulu." Kata Ummi sambil membuka tas miliknya.


"Loh Ummi kok mboten nginep riyin?" Tanya Ahmad.


"Iyo terpaksa Gus.Wong Abahmu tesik akeh acara.Ini (sambil memberikan sebuah surat dengan sampul berwarna coklat dan di surat tersebut tertera logo campus dimana Ia mendaftar sebagai dosen jurusa Tafsir Qur'an) kemarin ada tukang pos dan menitipkan ini sama Ummi, katanya buat kamu." Kata Ummi.


"Matur suwun, Ummi." Kata Ahmad sambil menerima surat tersebut.


"Ummi tak pamit yo.Kamu hati - hati disini dan jaga menantu Ummi.Assalamu'alaikum." Kata Ummi.


"Nggih, insyaallah akan Ahmad jaga menantu Ummi.Wa'alaikumsalm." Jawab Ahmad sambil mencium tangan Umminya dan kemudian Umminya pergi masuk ke dalam mobil.


Ahmad kemudian masuk ke dalam ndalem Kyai Ali.


Di kaman Ning Muna...


Ummi Robi'ah yang menyadari tak ada Ning Muna di saat mereka asik berselfi jadi merasa khawatir.Ia kemudian pamit undur diri untuk menemui Muna.


Tok...Tok...Tok...


"Asslamu'alaikum, Ning! buka pintunya ini Ummi." Kata Ummi Robi'ah.


Muna yg sedang di kamar mandi mendengar suara ibunya lalu Ia menghapus air matanya dan bergegas keluar dari kamar mandi untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek....Nampaklah Ning Muna dengan wajah yg merah dan mata yg sembab menandakan bahwa Ia habis menangis.


"*Wa'alaikumsalam, *Enten nopo Ummi**?" .Tanya Ning Muna sambil mempersilahkan Umminya masuk ke dalam kamarnya.


"Ummi kesini khawatir soalnya Ummi nggak melihat kamu saat acara tadi.Kamu tadi juga ditanyain sama Ummi Farida, katanya tapi Ummi Farida pengen pamitan sama kamu." Kata Ummi Rabi'ah.


"Ummi, seniki Ummi Farida mpun kondur dereng?" Tanya Muna.


"Udah, baru saja." Kata Ummi Farida sambil mengelus - elus punggung putrinya.

__ADS_1


"Ummi, Muna punya satu permintaan sama Ummi." Kata Muna sambil menatap wajah Umminya lekat - lekat.


"Apa itu Nduk?.Insyaallah selagi Ummi mampu akan Ummi Usahain." Kata Ummi.


"Muna ingin nanti sore, Muna diizinaken tindak teng pesantren.Tapi Muna nyuwun teng Ummi, kalau Ara ampun diparingi ngertos." Kata Muna sambil memohon kepada Umminya.


"Nggih Ning.Ummi Izinaken.Ummi juga nggak akan ngasih tahu Ara." Kata Ummi sambil menghapus air mata Muna dengan jari - jari lembutnya.


"Makasih Ummi.Muna sayang Ummi." Kata Muna sambil memeluk Umminya erat.


Dan sore itu Muna pun pergi ke pesantrenya dengan hanya pamit kepada Abah dan Umminya saja.


*


*


Malamnya semua orangpun tidur tak terkecuali Ara dan Ahmad, namun kerena Ara dan Ahmad baru menikah secara agama jadi mereka belum diperbolehkan melakukan hubungan suami istri.Mereka hanya diperbolehkan sebatas berciuman, berpelukan dan kontak fisik lainya seperti orang yg berpacaran tapi ini varsi agama dan sudah halal.


Ara tidur dikamarnya sendiri, sementara Ahmad tidur di kamar tamu.Walaupun begitu kamar Ahmad dan Ara tidak terpisah terlalu jauh.Hanya terhalang lorong yg menuju ke arah dapur saja.


Saat Ahmad akan tidur Ia melihat pintu kamar Ara yang masih terbuka.Iapun berinisiatif untuk masuk ke kamar Ara.


"Assalamu'alaikum, Ra.Mas masuk ya." Kata Ahmad sambil masuk dan menutup pintu kamar Ara.


"Loh,,,Kakak kok kesini?". Tanya Ara kaget.


" Jangan keras - keras Ra, nanti orang rumah pada bangun.Kakak kesini cuman ingin tidur bareng kamu aja." Kata Ahmad sambil mendekati ranjang Ara lalu merebahkan tubuhnya di samping Ara.


"T,,,tapi Kak...." Kata Ara sambil berfikir.


"Kakak janji ngak akan ngapa - ngapain Kamu kok.Kakak mohon boleh ya, besok Kakak sudah harus kembali ke pesantren.Karena di pesantren Kakak


masih banyak urusan." Kata sambil memelas.


"Yaudah, Kakak boleh tidur di samping Ara."Kata Ara sambil sedikit menggeser tubuhnya menjauhi Ahmad.


" Ra, Kakak boleh ya peluk kamu.Plisss." Kata Ahmad memohon.


"Iya, boleh.Tapi janji loh nggak akan ngapa - ngapain." Pinta Ara yang kemudian di jawab dengan anggukan oleh Ahmad.


"Ra, Kakak punya dua permintaan sama Ara.Boleh ya?" Pinta Ahmad sambil memandang wajah Ara.


"Iya, selagi Ara bisa akan Ara lakukan." Kata Ara sambil menghindari tatapan Ahmad.

__ADS_1


"Pertama, Kakak minta kalau kita lagi berdua atau saat kita di hadapan Ummi dan Abah Ara manggil Kakak dengan sebutan Mas.Kedua Ara juga harus memakai bahasa yang sopan saat berbicara dengan mas, terutama saat di depan Ummi dan Abah." Pinta Ahmad.


( Ara sejenak berfikir )


"Hmm,,,Nggih Mas, insyaallah akan Ara lakukan." Kata Ara sambil menunduk.


"Makasih nggih Dek." Kata Ahmad sambil mencium kening Ara dan memeluk Ara dengan dengan erat.


Ara pun kaget dengan perlakuan Ahmad yg manis.Saat ia sadar, Ia buru - buru melepaskan pelukan Ahmad namun saat Ia akan melepaskan pelukan Ahmad terdengar suara dengkuran pelan dari Ahmad.Iapun tak jadi melepaskan pelukan Ahmad melainkan Ia mengusap puncak kepala Ahmad dan ikut tidur dengan tenang.


Flasback On🔛


Setelah Ahmad menunaikan salat Isya' berjaah, Iapun kembali ke kamarnya.Di dalam kamar Ia melihat surat yg tadi siang diberi oleh Umminya.Ia lalu mengambil surat tersebut dan membacanya.


Surat tersebut berisi keterangan bahwa Ia diterima menjadi dosen S1 jurusan Tafsir Al - Qur'an dan Dia besok siang harus pergi ke campus untuk bertemu dengan rektor.


Ahmad merasa bingung setelah membaca surat tersebut.Disatu sisi Ia sangat ingin pekerjaan tersebut, namun disisi yang lainya Ia merasa berat untuk meninggalkan Ara walaupun itu sebentar.


Ahmad memang berencana untuk menginap di kediaman Ara selama 1 minggu, karena Ara memang hanya izin pulang 1 minggu saja pada Ummi Farida dan Ara akan kembali bersama Ahmad ke pesantren Al - Istiqimah setelah 1 minggu.


Disaat Ahmad tengah bingung, Ahmad melihat ke kamar Ara dan ternyata pintu kamar Ara sedang terbuka.Iapun tdk menyia - nyiakan kesempatan tersebut dan memberanikan diri untuk masuk ke kamar Ara.


Flasback Off🔚


*


*


*


*


*


**Salam hangat dari Author😍


Nanti malam Insyaallah kan udah malem takbiran.Jadi Authot mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon Maaf Lahir dan batin🍃


Jangan lupa selalu dukung Author dengan cara


Like, Vote and Commen.


Terima kasih🙏**

__ADS_1


__ADS_2