
Setelah perdebatan kecil itu selesai Ahmad lalu melajukan mobilnya menuju ndalem.
Namun, saat diperjalanan Ahmad ingat jika Ia akan mengajak Ara jalan - jalan untuk sekedar refresing.
" Oh iya, Dek. Sebelum pulang jalan - jalan dulu yuk. Sesuai janji Mas kemarin ". Ucap Ahmad sambil membelai pucuk kepala Ara.
" Nggih Mas. Ara tumut mawon ". (artinya : iya Mas Ara ikut saja ) Ucap Ara setuju.
Ahmad mengajak Ara ke taman bermain. Disana Mereka bermain banyak permainan, diantaranya komedi putar, ombak cinta dan terakhir rumah hantu.
Saat akan bermain di rumah hantu...
" Dek, main ke rumah hantu yuk ". Ajak Ahmad.
" Tapi Ara takut Mas ". Ucap Ara ngeri melihat tampilan rumah hantunya.
" Udah tenang aja ada Mas. Kalau Adek takut peluk Mas aja ". Ucap Ahmad tersenyum samar.
" Yaudah, iya ". Ucap Ara setengah malas.
" Kalau begitu, ayuk. Let's Go ". Ucap Gus Ahmad semangat sambil menggandeng tangan Ara menuju ke rumah hantu.
Di dalam rumah hantu Ara berkali - kali berteriak dam memeluk Gus Ahmad. Gus Ahmad yang berkali - kali dipeluk oleh istrinya merasa bahagia.
" Nggak salah Aku ngajak Ara kesini ". Batin Gus Ahmad.
Sejak keluar dari permainan rumah hantu senyum Gus Ahmad selalu mengembang. Ara yang menyadari tingkah aneh suaminya jadi penasaran dan ingin bertanya.
" Mas, Mas Ahmad kenapa. Kok dari tadi senyum - senyum terus? ". Tanya Ara kepada suaminya.
" Ng-nggak kenapa - kenapa kok. Mas senang aja bisa jalan sama Istri cantiknya Mas ". Ucap Gus Ahmad spontan.
Ara yang mendengar pujian dari Gus Ahmad terdiam. Ia mencoba mencerna ucapan Gus Ahmad. Keadaan menjadi hening sesaat.
" Mendingan sekarang kita makan siang saja. Pasti Adek lelah habis bermain ". Ucap Gus Ahmad mencairkan suasana.
" Oke ". Ucap Ara mengangguk
Walaupun Ara anak seorang Kyai besar dan uang saku bulanan Ara terbilang banyak. Namun Ara tak pernah boros. Ara selalu menyisihkan uangnya untuk ditabung sebagai persiapan masa depanya. Ara juga kalau sedang berpergian jarang makan di lestoran. Ia lebih suka makan di warung pinggir jalan biasa. Alasanya selain harganya yang terjangkau, rasa makananya juga tidak kalah dengan rasa masakan lestoran.
Di lestoran..
" Mas Kita makan disini ". Tanya Ara setelah pelayan lestoran pergi membawa catatan pesanan mereka.
" Ia Adek suka kan? ". Tanya Gus Ahmad
" Mmm,,,suka sih. Tapi apa ndak berlebihan Mas. Biasanya Ara juga kalau makan diluar makanya di warung pinggir jalan ". Ucap Ara.
" Ndak apa - apa. Hitung - hitung pahala buat Mas, karena membahagiakan istri ". Ucap Gus Ahmad yang langsung membuat pipi Ara merona.
" Makasih Mas ". Ucap Ara menunduk untuk menutupi pipinya yang merona.
__ADS_1
" Biasa aja Dek. Ndak usah menunduk Mas juga udah tau ". Ucap Gus Ahmad sambil memegang dagu Ara dan menghadapkanya ke arahnya.
" Silahkan ini pesananya ". Ucap seorang pelayan membawa makanan yang telah mereka pesan membuat adegan romantis tersebut tiba - tiba lenyap.
" Mas Ahmad lain kali lihat - lihat tempat. Malu tau ". Ucap Ara sambil merona.
" Ndak apa - apa. Kan udah halal ". Ucap Gus Ahmad sembari tersenyum.
Setelah makan siang mereka kembali ke ndalem.
Di dalam mobil....
Di dalam mobil mereka hanya diam. Gus Ahmad fokus menyetir sementara Ara diam menikmati pandangan disisi jalan. Lama kelamaan Ara merasa bosan. Ia lalu mencoba untuke mencairkan keheningan.
" Mas Ahmad tadi di campus Ara ngapain ". Tanya Ara.
" Tadi Mas di campus Ara, karena ada urusan pelerjaan ". Ucap Gus Ahmad masik fokus menyetir.
" Pekerjaan? ". Tanya Ara.
" Iya. Mas besok yang akan ngajar Adek ". Ucap Gus Ahmad lagi.
" Mas Ara ndak maksud ". Ucap Ara yang tak paham dengan ucapan suaminya.
" Mas di Campus XX bekerja sebagai dosen yang mengajar jurusan Tafsir Al - Qur'an. Program S1 ". Terang Gus Ahmad.
" Berarti Mas yang ngajar Ara dong ". Ucap Ara.
" Heem ". Ucap Gus Ahmad.
πππ
" Tunggu dulu. Sebelum keluar salam dulu ". Ucap Gus Ahmad menyodorkan tanganya.
Ragu - ragu Ara mengambil tangan Gus Ahmad dan menciumnya. Setelah Ara mencium tangan Gus Ahmad kini gantian Gus Ahmad yang mencium Ara.
" Ara masuk ya Mas ". Ucap Ara.
" Iya ". Ucap Gus Ahmad.
" Ada - ada saja Mas Ahmad. Masa mau masuk rumah pake acara salim dulu. Padahal kan biasanya salim kalau orang mau pergi. Aneh ". Batin Ara sambil melangkah masuk.
πππ
" Bude, maaf ya Imah baru bisa nemuin bude. Soalnya dari kemarin Imah sibuk ngurus tugas - tugas Campus yang membludak ". Ucap Imah duduk disebelah Ummi Farida sambil cengengesan.
" Huh,,,Bude udah hafal sama alasan Kamu ". Ucap Ummi Farida memasang wajah cemberut.
Seharusnya sudah dari kemarin Imah menemui Budenya seperti yang Ahmad katakan. Tapi dari kemarin Ia masih sibuk dengan tugas - tugas Campusnya yang menggunung. Jadi hari ini selepas shalat Dzuhur Ia memutuskan untuk menemui Budanya.
" Hehehe maaf Bude ". Ucap Imah sambil mengacungkan jarinya berbentuk hurufβ.
__ADS_1
" Iya Bude paham kok. Kamu kemarin nyari Bude mau ada perlu apa? ". Tanya Ummi Farida.
" Gini Bude. Sebenarnya Imah agak ndak enak ngomongnya. Takut menyinggung perasaan Ummi ". Ucap Imah diselingi helaan nafas.
" Udah bilang aja. Ndak usah sungkan ". Ucap Ummi Farida.
" Langsung aja ya Bude. Imah ndak mau basa - basi. Ummi, sebenarnya Ara siapa sih Ummi. Kok Imah lihat Ara seperti di istimewakan oleh Ummi. Ya bukanya Imah iri sih. Imah juga pernah ndak sengaja melihat Ara sama Ahmad lagi berduaan di halaman belakang ndalem. Sore - sore lagi Mi ". Ucap Imah sedikit menggebu - gebu namun tetap sopan.
Ummi yang mendengar keluhan keponakanya hanya bisa tertawa.
" Imah,,,Imah ". Ucap Ummi Farida masih tertawa.
" Ih,,,Bude ". Ucap Imah cemberut, karena merasa ucapanya dianggap sebagai gurauan oleh Budenya.
" Imah, sebenarnya Ahmad dan Ara itu sudah halal ". Ucap Ummi Farida yang langsung membuat Imah kaget dan langsung membulatkan matanya.
" Hah HALAL ". Ucap Imah kaget dan menekankan ucapanya pada kata halal.
" Iya, mereka sudah menikah. Tapi baru menikah secara agama makanya mereka belum Ummi bolehin tidur sekamar. Takutnya Ahmad ngapa - ngapain Ara. Ya walaupun dimata agama mereka sudah halal sih ". Ucap Ummi panjang.
" Emang kapan mereka nikahnya? ". Tanya Imah.
" Kamu ingat ndak waktu Bude sekeluarga tindak untuk sowan ke ndalem Kyai Ali? ". Tanya Ummi.
" Oh,,,yang itu. Imah inget ". Ucap Imah.
" Nah, waktu itu Bude sekeluarga bukan hanya sowan. Tapi sekalian mau besanan ". Ucap Ummi Farida.
" Oh,,,ya sudah kalau begitu. Dari kemarin Imah kepikiran sama masalah itu ". Ucap Imah lega.
" Udah lega kan setelah tau kebenaranya. Mendingan sekarang Imah istirahat aja. Tidur siang ". Ucap Ummi Farida.
" Ah,,,Bude kalau udah bilang kaya gini tandanya ngusir Imah. Ya sudah Bude istirahat saja. Makasih waktunya ya Bude ". mencium tangan Ummi Farida.
" Assalamu'alaikum ". Ucap Imah undur diri.
" Wa'alaikumsalam ". Ucap Ummi Farida.
*
*
*
*
*
**Maaf baru bisa Upπ
Jangan lupa buat Like, Vote n Comment yaπ**
__ADS_1
***Love*
@Shinta_28π**