
Keesokan harinya.....
Hari ini Ara dapat informasi dari Mika jika dosen mereka yang mengajar jam ke 1 dan 2 tidak bisa masuk, karena dosen sedang ada urusan katanya. Jadi mereka bisa berangkat pada jam ke 3 atau jam 11:00 pagi.
Entahlah ini sebuah berkah atau musibah. Disisi lain Ara memang berniat untuk berangkat telat, karena Ia harus mengurus Suaminya yang sedang sakit. Tapi disisi lain Ia juga merasa sayang dengan pelajaran yang tertinggal.
" Alhamdulillah. Engkau memang yang paling tahu atas segalanya ". Ucap Ara setelah mendapat kabar bahagia dari Sahabat barunya, Mika.
" Ara tinggal dulu ya Mas ". Ucap Ara. Ia memandang tubuh Suaminya yang sedang terlelap. Ara menyuruh Gus Ahmad untuk kembali tidur setelah Gus Ahmad selesai Shalat Subuh, karena tadi Gus Ahmad masih mengeluhkan pusing di kepalannya.
Ara menutup Kamar Suaminya. Ia melangkahkan kakinya menuju madrasah untuk mengaji.
" Mau kemana Nduk? ". Tanya Ummi Farida yang tidak sengaja berpapasan dengan Ara.
" Bade ngaos Ummi. Ummi Ara angsal nitip Mas Ahmad riyin mboten? soale enjing niki Insyaallah Ara bade khataman ngaose ". ( Artinya : Mau ngaji Ummi. Ummi Ara boleh nitip Mas Ahmad dulu tidak? soalnya pagi ini Ara mau khataman kitab ) Jawab Ara malu - malu.
" Khataman ya Nduk ". Kata Ummi Farida sejenak berpikir.
" Nggih, Ummi ".
" Yowes nganah, ngajio sing bener yo Nduk ". Kata Ummi Farida.
" Nggih Ummi, matursuwun. Assalamu'alaikum ". Pamit Ara. Ia mencium punggung tangan Ummi Farida sebelum pergi.
" Yo, Wa'alaikumsalam ". Kata Ummi Farida.
*****
Setelah mengkhatamkan kitab dan berdo'a kini Ara dan Aisyah tengah membereskan perlengkapan ngaji mereka.
" Syah, kayaknya pagi ini Kamu pergi ke Campusnya sendirian dulu deh ". Kata Ara disela - sela memberseskan perlengkapan ngajinya.
" Emang Kamu kenapa nggak bisa masuk pagi?. Kamu mau bolos ya. Mana kemarin Aku ditinggal pulang duluan lagi ". Ucap Aisyah cemberut.
__ADS_1
" Maaf kamarin Aku pulangnya sama Mas Ahmad. Terus kalau sekarang bukannya Aku mau bolos, tapi emang dosen Aku yang ndak masuk ". Ucap Ara jujur.
" Yaudah deh ndak apa - apa. Lagian kalau Kamu berangkat bareng sama Aku nanti Kamu kasihan cengo sendirian di Campus *nda*k ada yang nemenin. Kan Aku juga masuk kelas ". Ucap Aisyah pengertian.
" Uh, baik banget sih Sahabat Aku. Makasih ya pengertiannya ". Ucap Ara tersenyum tulus.
*****
Sebuah mobil masuk ke pekarang ndalem Kyai Munawar. Dari dalam mobil keluar seorang laki - laki yang nampak sudah berusia lebih dari setengah abad. Namun dari wajahnya Ia terlihat seperti orang yang berusia 40 tahunan. Mungkin karena Ia tak pernah merasakan panasnya pekerjaan kasar. Laki - laki tersebut berjalan menuju ndalem Kyai Munawar.
Dari belakangnya seorang gadis cantik berusia sekitar 24 tahunan tampak berjalan mengekori laki - laki tersebut.
" Assalamu'alaikum ". Ucap Laki - laki tersebut sambil menekan bel ndalem Kyai Munawar.
" Wa'alaikumsalam ". Jawab Ummi Farida dari dalam sambil membukakan pintu untuk tamunya.
" Mari, silahkan masuk ". Kata Ummi Farida mempersilahkan tamunya untuk masuk.
Ummi Farida mempersilakan tamunya untuk duduk.
" Perkenalkan, Bu. Saya Rian, Saya rektor di Campus tempat Putra Anda mengajar. Dan ini Luna Putri Saya ( melirik Luna ) Dia teman mengajar Putra Anda ". Ucap Rian memperkenalkan dirinya.
Rian mengatakan maksud kedatangannya bersama Putrinya. Ia mangatakan jika maksud kedatangannya yaitu pertama untuk bersilaturahmi dan yang kedua untuk menjenguk Gus Ahmad yang sedang sakit.
Ummi Farida mengucapkan banyak terimakasih atas kesediyaan Rian menjenguk Putrannya yang sedang sakit.
Setelah melihat keadaan Gus Ahmad Rian dan Luna pamit untuk pulang.
" Trimakasih ya Pak sudah meluangkan waktunnya untuk menjenguk Ahmad ". Kata Ummi Farida tersenyum tulus.
" Iya, sama - sama tidak masalah kok. Saya senang, karena bisa sekalian bersilaturahmi ke ndalem Kyai Munawar. Kalau begitu Saya pamit dulu. Assalamu'alaikum ". Kata Pak Rian.
" Wa'alaikumsalam ". Jawab Ummi Farida.
__ADS_1
Saat Ara akan masuk ke halaman ndalem Ara melihat Bu Luna, dosen makul bahasa inggris baru keluar dari ndalem bersama Pak Rektor.
" Bukannya itu Bu Luna dosen yang tempo hari Aku lihat berjalan bersama Mas Ahmad. dan itu juga kalau tidak salah Pak Rektor. Kok Mereka pagi - pagi bertamu ke ndalem ya?. Apa Mereka menjenguk Mas Ahmad, tapi mengapa Mereka datangnya waktu pagi? kan biasanya kalau orang mau mbesuk paling tidak agak siangan ". Batin Ara. Banyak pertannyaan muncul dalam benaknya saat melihat dosen dan rektornya keluar dari ndalem.
" Pak Rektor dan Bu Luna juga kelihatannya Mereka akrab ". Batin Ara lagi.
" Kok berhenti sih Ra? ". Tanya Aisyah yang melihat Ara berhenti secara tiba - tiba.
" Ndak kok, ayuk ". Jawab Ara lalu lanjut berjalan.
Di dalam mobil Pak Rian.
" Sudah puas Kamu Lun? ". Tanya Pak Rian pada putrinya.
" Iya Pah, makasih ya Pah udah mau nurutin keinginan Luna ". Ucap Luna tersenyum bahagia.
" Apasih yang nggak buat Putri semata wayang Papah ". Ucap Pak Rian mengacak rambut Luna.
" Love you Pah ". Ucap Luna.
" Lave you too Sayang ". Ucap Rian.
*
*
*
*
*
**Jangan lupa buat Vote, Like n Commentnya sebanyak - banyaknya.π
__ADS_1
Love,
@Shinta_28π**