
" Assalamu'alaikum warohmatullah,,,,Assalamu'alaikum warohmatullah ". Ucap Gus Ahmad mengakhiri shalatnya.
Setelah mengakhiri do'anya. Gus Ahmadpun berbalik ke belakang menghadap kearah istrinya. Ia lalu mengulurkan tangannya, yang langsung disambut oleh Ara. Ara mencium tangan Gus Ahmad, kemudian Gus Ahmad gantian mencium kening Ara lama.
" Dek...". Panggil Gus Ahmad setelah melepas ciumanya.
" Kalau Mas mau tanya sesuatu boleh ". Tanya Gus Ahmad yang hanya di jawab anggukan oleh Ara.
" Kenapasih Adek setiap sore selalu bertemu dengan Fahmi! ".
" M,,,,Mas,,,pirso? ". ( pirso : tahu ) Ucap Ara terbata, karena setahunya baru tadi sore Gus Ahmad memergokinya ketemuan dengan Fahmi.
" Sebenarnya Mas sudah pirso dari satu bulan yang lalu. Tapi Mas diam saja "
" Mas, maafin Ara, karena Ara sering melakukan khalwat. Ara tahu kalau itu dosa, tapi mau bagaimanalagi, Ara kesepian di ndalem. Ara mboten gadah rencang ". ( artinya : Ara nggak punya teman ) Ucap Ara sambil mulai terisak lagi.
" Sudah, Adek ndak usah sedih lagi. Adek suruh saja Aisyah masuk ndalem untuk menemani Adek ". Ucap Gus Ahmad.
" Mas kenal Aisyah??? ". Ucap Ara terkejud.
" Ya kenal lah. Apa sih yang Mas ndak tahu!. Apalagi itu menyangkut Istri cantik Mas, termasuk teman - teman istri Mas ". Ucap Gus Ahmad
" Ah Mas gombal ". Ucap Ara sambil memukul kecil lengan suaminya tersebut.
" Oh,,,iya Dek. Mas mau tanya lagi, boleh? ". Tanya Gus Ahmad sambil menatap manik istrinya dalam.
" monggo, Mas bade tangled nopo malih? ". ( artinya : silahkan, Mas mau tanya apa ) Ucap Ara sambil menatap ke arah lain untuk menghindari tatapan Gus Ahmad yang membuatnya salah tingkah.
" Kalau Mas daftarin Adek di campus XX. Adek mau ndak?. Soalnya hanya campus itu yang paling dekat dengan pesantren ". Ucap Gus Ahmad sambil memegang dagu Ara dan menghadapkanya ke arahnya.
" Ara manut mawon kalih Mas ". ( artinya : Ara nurut saja sama Mas ) Ucap Ara sambil memalingkan tatapan matanya dari tatapan mata Gus Ahmad.
" Tapi kalau jurusanya Tafsir Qur'an purun nggih Dek ". ( artinya : Tapi kalau jurusanya Tafsir Qur'an mau ya Dek ) Ucap Gus Ahmad dengan nada memohon, karena Ia sengaja memasukan Ara kejurusan tersebut supaya Ia bisa menjadi dosen Ara sekaligus menjaga Ara di campusnya.
" Terseras Mas, Ara nderek mawon ". ( artinya : Terserah Mas, Ara nurut saja ) Ucap Ara lagi.
" Yasudah kalau sudah Ara setuju "
" Nggih mpun Mas, Ara mau ngaji dulu ". Ucap Ara sambil melepas mukenanya.
" Oke, tapi nanti malam kalau jadwal ngajinya sudah selesai Adek ke kamar Mas ya "
" Oke Mas, siap ". Sambil hormat ke arah Gus Ahmad.
Flasback...
Saat Gus Ahmad datang ke Peranggok ( basecame atau gubuk khusus untuk para abdi ndale putra. Gunanya seperti rumah atau kamar) untuk begabung bersama santri - santri Abahnya, karena Gus Ahmad memang sering datang ke Peranggok sampai - sampai Peranggok Ia anggap sebagai rumah keduanya. Juga karena disana banyak santri - santri yang seumuranya. Jadi sudah Ia anggap mereka sebagai teman -temanya.
Saat Gus Ahmad datang, disana sedang ada aksi pembulian.
__ADS_1
" Wuihhh,,,rame amat ada apaansih? ". Tanya Gus Ahmad yang langsung nyelonong mesuk.
" Ini Gus. Si lurah pesantren udah pindah haluan ". Ucap Kang Jamal sambil terkekeh.
" Iya, Gus. Lurah pesantren udah move on sama Si Wardah ". Ucap santri yang lainya.
" Ndak, Gus. Mereka bohong. Mana Ada saya pindah haluan apalagi move on sama Si Wardah. Orang Saya ndak ada apa - apa sama Si Wardah. Mereka aja yang suka ghibah ". Ucap Fahmi memberikan pembelaan.
" Yah,,,sayang. Padahalkan kalau ia juga ndak apa - apa. Lagian Kamu juga udah mau jadi sarjana, udah berumur lagi ". Ucap Gus Ahmad ikut membulli Fahmi.
" yah,,,Gus Ahmad ndak care. Masa ikutan ngebulli Saya ". Ucap Fahmi dengan cemberut.
" Emang Fahmi pindah haluan ke mana! ".Tanya Gus Ahmad pada santri yang lain.
" Itu loh Gus, sama abdi ndalem baru yang cantik. Kalau ndak salah namanya Zahra ". Kata Kang Ikhsan.
Deg...bagai dihantam pedang, hati Gus Ahmad merasa nyilu mendengar nama istrinya disebut. Memang Gus Ahmad selalu mengintip Fahmi dan Ara saat mereka ketemuan di kebun belakang, tapi Ia tak menyangka jika Fahmi memiliki rasa cinta untuk Ara. Yang Ia lihat interaksi mereka hanya sebatas adik dan kakak.
" Kang Ikhsan jangan buka kartu dong. Aku kan malu ada Gus Fahmi ". Ucap Fahmi mengakui, karena sudah terciduk oleh Kang Ikhsan.
" Nanti sore kayaknya mereka juga mau ketemuan di kebun belakang Gus ". Ucap Kang Sahal ikut mengompori.
Sejenak Gus Ahmad terdiam...
" Kalau dulu sebelum Ara jadi istriku aku sih oke, tapi sekarang situasinya kan beda. Aku harus gagalin pertemuan mereka ". Batin Gus Ahmad.
" Eh,,,mmm Aku ndak apa - apa. Oh iya Aku pulang dulu ya, sudah siang. Aku mau istirahat dulu. Assalamu'alaikum ".Ucap Gus Ahmad lalu pergi.
Flashback Off
*
*
Keesokan harinya...
" Wasalamu'alaikum.Wr.Wb ". Ucap ustadzah mengakhiri pengajian paginya.
" Wa'alaikumsalam. Wr.Wb ". Ucap para santri serempak.
" Aisyah, Aku mau ngomong sesutu sama Kamu ". Ucap Ara sambil membereskan kitabnya.
" Mau ngomong apa Ra? ". Tanya Aisyah.
" Aku mau wujudin keinginan Kamu ". Ucap Ara misterius.
" Keinginan Aku?.(sambil menunjuk dirinya sendiri). Maksud Kamu apasih Ra? ". Tanya Aisyah bingung.
" Kamu mau nggak nemenin aku ".
__ADS_1
" Nemenin Kamu?. Emang Kamu mau kemana? ". Tanya Aisyah yang semakin bingung.
" Kamu lucu deh kalau lagi bingung ". Ucap Ara sambil memencet hidung sahabatnya.
" Sakit tahu Ra! ". Ucap Aisyah ketus sambil mengelus - elus hidungnya yang habis dicubit Ara.
" Udang nggak usah marah. Kamu mau nggak nemenin Aku jadi abdi ndalem ".
" A,,,apa. Aku nggak salah dengerkan Ra? ". Tanya Aisyah kegirangan.
" Iya, telinga Kamu nggak konslet. Jadi Kamu nggak salah denger ".
" Ya ampun,,,my baby honey lope - lope. Thank you, Kamu emang sahabat Aku yang paling pengertian. Kamu tahu aja kalau Aku pingin jadi abdi ndalem ". Ucap Aisyah sambil memeluk Ara kencang.
" Iya,,,iya,,,udah. Aku nggak bisa napas tahu. Kamu meluknya kekencengen ". Ucap Ara sambil mencoba melepaskan pelukan Aisyah.
" Ya maaf - maaf. Habisnya Aku seneng banget dengernya ". Ucap Aisyah sambil cengengesan.
" Iya nggak apa - apa kok, aku juga santai. Oh iya, Syah. Kamu mau kuliah dimana? ". Tanya Ara
" Aku kemarinsih udah daftar di campus XX, pake jalur beasiswa. Jurusanya Ekonomi Bisnis Islam dan alhamdulillah Aku diterima ". Ucap Aisyah bangga
" Wah,,,kalau gitu berarti Kita sama. Cuman jurusanya aja yang beda. Kalau Aku ngambilnya jurusan Tafsir Qur'an ".
" Loh kok bisa Ra. Setahu Aku cita - cita Kamu kan jadi dokter. Kenapa bisa jadi jurusan Tafsir Qur'an?. Padahal Kamu kan pinter, biaya juga ada ". Ucap Aisyah heran.
" Mmm,,,kalau itu Aku ngikut Abah aja ". ( abah dari calon anak - anakku kelak) batin Ara.
" Ya sudah Syah, Aku mau ke ndalem dulu. Masih banyak pekerjaan di ndalem. Oh, iya satu lagi. Kamu masuk ndalemnya mulai besok pagi aja, jadi hari ini Kamu kemas - kemas barang Kamu dulu. Assalamu'alaikum ". Ucap Ara pamit
" Iya, Wa'alaikumsalam ". Ucap Aisyah sambil melambaikan tangan.
*
*
* Reader's maaf ya up nya telat😅soalnya Author lagi sibuk belajar buat persiapan ujian. see you next time🖐semoga kalian suka sama cerita Author. Jangan bosen ya nunggu Author up☺☺
*
*
Jangan lupa dukung Author dengan Like, Vote n Comment😘
Follow juga ig Author▶Shinta Qodiriyyah
Salam hangat dari Author😍
Terima kasih🙏🙏
__ADS_1