Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Berkhalwat???


__ADS_3

Tidak lama setelah Hamdan pergi, pekerjaan Fahmi pun selesai. Fahmi lalu duduk untuk meregangkan otot - ototnya.


" Alhamdulullah. Akhirnya selesai juga " Ucapnya pada diri sendiri.


" Kok Aku ngerasa kangen banget ya, sama Ara. Padahal sebelumnya saat Ara pindah pesantren Aku nggak ngerasa sekangen ini. Juga dulu Aku nggak merasa kehilangan Dia. Kok sekarang baru ditinggal 1 minggu sudah kangen banget, berasa nggak ketemu selama 1 bulan " ucapnya sambil membayangkan wajah Ara.


" Kang,,,Kang Fahmi " Ucap Kang Jamal yang datang untuk mengambil kayu - kayu yang sudah dibelah - belah oleh Fahmi untuk dibawa ke dapur sebagai bahan bakar memasak. Namun Fahmi tidak bergeming. Ia masih saja asik dengan dunia khayalnya.


" Ara,,,," Ucap Fahmi di tengah - tengah khayalanya.


" KANG FAHMI!!!! " Ucap Kang Jamal menbuyarkan dunia khayal Fahmi, karena Ia berteriak sambil mengguncang - guncangkan bahu Kang Fahmi.


" Eh,,,Innalillahi wa inna ilaihi raji'un " Ucap Fahmi spontan akibat kaget.


" Kang Fahmi ngelamun ya!!! " Ucap Kang Jamal.


" Hah,,,Ndak lah Kang ".Ucap Fahmi kelabakan.


" Kok dari tadi Aku panggil Sampean ndak njawab - njawab. Palah Sampean tadi teriak Ara " ( sampean : Kamu ) Ucap Kang Jamal.


" Mmm,,,Kang Jamal pasti mau ngambil kayu ya " Ucap Fahmi mencoba mengalihkan pembicaraan, karena Ia takut akan diintrogasi atau lebih tepatnya di kepoin oleh Kang Jamal soal Ara.


" Oh,,,iya. Sampai lupa Aku Kang " Ucap Kang Jamal sambil cengengesan.


" Ya sudah Kang Aku tak masuk ke dalam dulu. Assalamu'alaikum " Ucap Fahmi lalu melenggang pergi masuk ke kamarnya.


( sekedar info: kamar mba" dan mas" abdi ndalem itu terpisah dari pesantren. dengan kata lain mereka punya kamar sendiri yang mereka tampati bersama para abdi ngalem yang lain. kamar abdi ndalem putra di sebelah kiri dalem agak ke belakang, sementara untuk yang putri di sebelah kanan agak kedepan.)


*


*


Setelah Ara istirahat cukup, karena kemarin Ia baru saja kembali ke pesantren Al - Istiqomah. Hari ini Ara akan melakukan aktivitas biasanya, yaitu bersih - bersih kamar suaminya.


Di ndalem...


" Assalamu'alaikum. Mas ini Ara " Ucap Ara di depan kamar Gus Ahmad. Dia berbicara agak pelan karena takut ada mba² yang melihat dan mendengar Ia menyebut Gus Ahmad dengan kata Mas.


" Ara masuk ya " ucap Ara karena tak ada sahutan dari si empunya kamar.


" Kosong,,,pantesan nggak ada yang jawab.Kan ini baru ba'da subuh, mungkin Mas Ahmad lagi mengajar mengaji " Ucapnya lagi. Ia lalu membersihkan kamar Gus Ahmad. setelah selesai Ia mengambil pakaian Gus Ahmad untuk Ia cuci.


Namun saat Ia keluar Ia tidak sengaja berpapasan dengan Mba Wardah.


" Ra, kamu habis ngapain di kamar Gus Ahmad " Ucap Mba Wardah melalui tatapanya yang Ara tangkap. Karena Mba Wardah menatapnya aneh, seakan minta penjelasan.


" Mmm,,,Mba Saya ke belakang dulu " Ucap Ara untuk menghindari tatapan Mba Wardah.


" Kenapa Dia masuk ke kamar Gus Ahmad? setahuku kata Ummi nggak ada santri yang boleh mbersihin kamar Gus Ahmad deh selain Ummi sendiri " Gumamnya sambil melihat tubuh Ara yang kian menjauh.

__ADS_1


*


*


Setelah selesai mengajar mengaji Gus Ahmadpun kembali ke ndalem.


Di kamar Gus Ahmad...


Gus Ahmad masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat jika kamarnya sudah rapih dan beraih. Pakaian kotornya juga sudah tidak ada.


" Yah,,,Aku telat. Adek pasti udah masuk duluan " Ucap Gus Ahmad sambil menghembuskan nafasnya kasar, karena Ia rencananya akan mejahili Ara jika saat Ara sedang membersihkan kamarnya.


Karena Gus Ahmad tak menemukan Ara, lalu Ia berinisiatif untuk ke dapur mencari Ara.


Di dapur ndalem...


" Ara..." Ucap Gus Ahmad di depan pintu dapur.


Sontak saja mba² ndalem termasuk Wardah yang saat itu sedang memasak langsung menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke sumber suara.


Mereka kaget karena tak biasanya Gus Ahmad pergi ke dapur.


" Madosi sinten Gus? ". ( artinya : nyari siapa Gus? ) Ucap Wardah yang tak menyia - nyiakan kesempatan untuk mencari perhatian Gus Ahmad, karena Ia menyukai Gus Ahmad sejak lama.


" Mmm, Aranya ada? " Tanya Gus Ahmad.


" Oh,,,nanti kalau Ara sudah selesai tolong bilangin sama Ara kalau Saya mencari Ara dan suruh Dia juga untuk membuatkan Saya kopi " Ucap Gus Ahmad.


" Gus, apa Saya saja yang membuatkan kopinya. Takutnya Ara masih lama menjemur pakainnya " Ucap Wardah mencoba mencari perhatian Gus Ahmad.


" Ndak, terimakasih " Ucap Gus Ahmad lalu pergi.


Wardahpun merasa malu karena rencana Capernya ( cari perhatian ) gagal. Tidak lama kemudian Arapun masuk ke dalam dapur, setelah menyelesaikan aktivitas menjemurnya.


" Ra, Kamu dicariin sama Gus Ahmad. Kamu juga disuruh membuat kopi untuk Gus Ahmad " Ucap salah satu abdi ndalem yang lainya.


" Oke, Mba. Makasih infonya " Ucap Ara sambil tersenyum.


" Ra, nanti kalau pekerjaan Kamu sudah selesai, Kamu temui Mba di kamar " Ucap Wardah kepada Ara.


" Baik, Mba " Ucap Ara.


*


*


Sesuai perintah Mba Wardah, setelah Ara keluar dari kamar Ahmad Arapun masuk ke dalam kamarnya untuk menemui Mba Wardah.


Di kamar mba" ndalem...

__ADS_1


" Mba, mba mau ngapain nyuruh Ara kesini " Tanya Ara yang duduk di dekat Wardah.


" Ra, Mba mau tanya. Kamu udah tahu belum soal larangan Ummi yang nggak ngebolehin Kita buat masuk ke kamarnya Gus Ahmad. Soalnya tadi pagi Mba lihat kamu keluar dari kamar Gus Ahmad " Ucap Wardah.


" Oh,,,yang tadi pagi Mba. Ara itu emang disuruh sama Ummi untuk membersihkan kamat Gus Ahmad dan mencuci pakainya " Ucap Ara.


" Mmm, kok anah ya. Padahal sebelum Kamu nggak ada yang disuruh kaya gitu sama Ummi " Ucap Wardah sambil setengah berfikir.


" Maaf Mba. Ara juga ndak tahu Mba. Oh iya Mba, kalau begitu Ara keluar dulu ya. Ara mau ambil minum, Ara haus " Ucap Ara lalu pergi meninggalkan wardah.


" Nis, menurutmu aneh nggak? " Tanya Wardak kepada Nisa yang sedari tadi duduk di pojokan sambil membaca buku.


" Apa Mba?!?! " Tanya Nisa yang kurang dengan, soalnya Ia sedang fokus membaca bukunya.


" Itu loh, masa tadi pagi Aku lihat Ara keluar dari kamar Gus Ahmad. Padahal kan Kita ( para mba² ndalem ) nggak ada wenang buat ngurusin kamar Gus Ahmad. Juga tadi pas Kita lagi masak di dapur, Gus Ahmad nyariin Ara dan nyuruh Ara untuk membuatkan kopi. Coba Kamu fikir Nis, apa itu nggak aneh? " Ucap Wardah menceritakan semua kegundahanya.


" Ya, mungkin saja Ummi lelah menbersihkan kamar Gus Ahmad. Kan Ummi sibuk. apagi sekarang Ummi sudah bertambah usia semakin sepuh " Ucap Wardah menuturkan argumenya.


" Iya juga sih. Pendapat Kamu masuk juga. Tapi Nis, kan seharuanya Ummi nyuru Aku. Aku kan paling tua dan paling senior disini. Harusnya Akulah yang disuruh " Ucap wardah tidak terima.


" Kalau itu Aku nggak tahu. Ya sudahlah, kaya gitu aja dipikirin. Mending Aku lanjut baca buku lagi " Ucap Nisa lalu memalingkan wajahnya dari Wardah.


" Huh,,," Ucap Wardah sebal, karena merasa di kacangin sama Nisa.


*


*


Saat Ara sedang minum di dapur tiba - tiba ponselnya berdering. Ada pesan masuk dari Fahmi.


📩 Kak Fahmi : Ara, Kakak kangen. Nanti sore sepeti biasa ya. Ketemu di kebun belakang sehabis ngaji sore. Kakak tunggu ya.


Isi pesan Fahmi membuat Ara bingung. Ia bingung apakah Ia nanti akan menemui Fahmi atau tidak, karena setelah Ia menikah dengan Ahmad, Ia berfikir jika Ia pergi menemui Fahmi berarti sama saja Ia berkhalwat ( berdua - duaan ).


*


*


*


*


*


*Hay readers🖐tolong Vote, Like n Commenya* ya...


Ini Author udah sempetin buat chapter yang lebih panjang, ya walaupun gaje cerita Author😅😅tapi Author harap cerita Authot bisa menghibur para reader's.


salam hangat dari Author🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2