Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Kembali ke Pesantren


__ADS_3

Setelah satu minggu pulang ke rumahnya, Arapun kembali ke pesantren Al - Istiqomah. Gus Ahmad juga menepati janjinya untuk menjemput Ara kembali ke pesantren Al - Istiqomah.


Di Pesantren Al - Istiqomah...


Ara dan Ahmad baru saja sampai di depan ndalemnya Abah Munawar. Ara turun terlebih dahulu dari mobil Gus Ahmad, sedangkan Gus Ahmad memarkirkan mobil terlebih dahulu.


Ara berdiri di depan pintu menunggu Gus Ahmad memakirkan mobilnya. Ia tidak berani memencet tombol duluan, karena menurutnya Ia sembrono jika mencet bel ndalem tanpa menunggu suaminya.


" Dek, kok berdiri di depan pintu. Kenapa ndak langsung masuk? " Tanya Gus Ahmad yang baru saja dari garasi mobil.


" Mmm,,,mboten Mas. Ara takut sembrono kalau ndak nunggu Mas ". ( artinya : Mmm, tidak Mas. Ara takut tidak sopan kalau tidak menunggu Mas )Ucap Ara.


" Oh,,,ya sudah ayo masuk " ucap Ahmad sambil menggandeng tangan Ara dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya Ahmad gunakan untuk membuka pintu.


" Mas, Ara ke kamar dulu ya " Ucap Ara sambil melepaskan tangannya dari tangan Ahmad.


" Adek ndak mau sekamar bareng Mas " Goda Ahmad sambil tersenyum menggoda.


" Ah,,,Mas apaan sih " Ucap Ara malu sambil memukul tangan Ahmad pelan.


" Ya sudah sana Adek kembali ke kamar. Barang - barang Adek masih di bagasi mobil. Nanti biar Mas yang ngambil dari mobil. Nanti Adek ngambilnya di kamar Mas " ucap Ahmad.


" Nggih, Mas. Matur suwun " . ( artinya : Iya, Mas. Terima kasih ) Ucap Ara lalu berlalu menuju ke kamar khusus mba - mba ndalem.


Di kamar mba - mba ndalem...


ceklek...


Ara membuka pintu kamar.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum " Ucap Ara sambil masuk ke dalam kamar.


" Wa'alaikumsakam ". Jawab mba Sofi dan mba Wardah yang kebetulan sedang berada di dalam kamar.


" Siapa Nis? " Tanya mba Wardah lewat sorot matanya. Mba Wardah memang belum tahu ada santri ndalem baru, karena pas Ara masuk jadi santri ndalem mba Wardah sedang izin pulang.


" Iku mba, namanya Ara. Santri ndalem baru, tapi sudah dari 1 bulan yang lalu " ucap Mba Nisa dengan berbisik di telinga Wardah.


" perkanalkan mba, nama Saya Ara " ucap Ara sambil mendekati Wardah dan mengulurkan tangan.


" Nama Saya Wardah. Senang bisa kenal sama Zahra " Ucap Wardah sambil membalas uluran tangan Ara.


" Mba bisa manggil Aku, Ara aja " Ucap Ara.


" Oke " Ucap Wardah sambil mengacungkan ibu jarinya.


*


*


Fahmi sedang membelah - belah kayu yang akan di gunakan untuk memasak di halaman belakang. Senyum sedari tadi pagi selalu terukir di bibirnya, karena tadi malam Ara memberitahu bahwa Ara akan kembali ke pesantren Al - Istiqomah hari ini.


" Kang, Kang Fahmi. Sampeyan lagi kumat atau kehabisan obat ya? dari tadi senyam - senyum sendiri " ( sampean : Kamu ) Tanya Kang Hamdan yang sedang mencabuti rumput di samping Fahmi.


" Ndak, lah Ndan. Orang Aku lagi bahagia kok " Ucap Fahmi sambil menengok ke arah Hamdan.


" Emang sampean bahagia kenapa?, Kang " Tanya Kang Hamdan.


" Hari ini Aku bahagia, karena Aku akan bertemu dengan seseorang yang Aku sayangi " Ucap Fahmi.

__ADS_1


" Oh,,,Aku kira Kang Fahmi kumat๐Ÿ˜…. Ya sudahlah Kang Aku mau masuk dulu, pekerjaan Aku udah selesai pekerjaanya " Ucap Kang Hamdan sambil merapikan alat - alat yang Ia gunakan untuk mencabut rumput.


" Iya, sana " Ucap Fahmi.


Namun, sebelum Hamdan pergi, Ia mendekati Fahmi dan membisikan sesuatu di telinganya."


" Kang tadi Aku sempet lihat Mba Wardah sudah pulang ke ndalem. Ya, kali aja Kang Fahmi rindu " Ucap Kang Hamdan di telinga Fahmi lalu berlari sambil dan menengok ke arah Fahmi dan menjulurkan lidahnya.


" Huh,,,dasar jomblo akut " Ucap Fahmi agak kencang untuk membalas Hamdan.


*


*


*


*


*


Hai readers,,,jangan lupa ya, dukung terus Author dengan Like, Vote and Commen ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Trimakasih๐Ÿ™


Follow juga instagram author Shinta Qodiriyyah


Maaf juga baru bisa up,,,soalnya Author lagi sibuk ngerjain tugas sekolah๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Salam Hangat dari Author๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2