Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Ahmad Lebih Dewasa


__ADS_3

Setelah Ara fikir - fikir soal ajakan Fahmi untuk bertemu dengannya. Akhirnya Arapun menyetujuinya. Awalnya Ara berfikir akan dosa, tapi bagaimanapun Ara itu masih remaja, dan ego remaja itu biasanya lebih besar dari logikanya.


Ba'da 'Asar sehabis mengaji sore...


Setelah Ara selesai mengaji. Ara pergi ke kebun belakang dengan mengendap - endap seperti orang yang akan mencuri, sambil sesekali menengok ke arah belakang, kanan dan kiri takutnya ada orang yang membuntutinya.


Namun saat baru masuk ke kebun belakang, Ara dikejutkan dengan keberadaan Gus Ahmad yang sedang duduk bersama Fahmi sambil berbincang - bincang. Ahmad yang merasa ada keberadaan Ara, Iapun menoleh ke belakang.


" Ara???,,," Ucap Gus Ahmad kaget, karena melihat Ara sore - sore berada di kebun belakang.


Fahmi yang mendengar nama Ara dengan sebut lantas menoleh ke belakang seperti Gus Ahmad.


" Mmm,,,". Ucap Ara bingung saat Ia di pergoki suaminya.


" Ngapain sore - sore Ara ke sini? " Tanya Gus Ahmad bingung.


" Aduh,,,gimana ini? ". Batin Fahmi.


" Mmm,,,anu,,,anu Gus,,,". Ucap Ara terbata - bata , karena Ia bingung harus jawab apa. Mata Ara sesekali melirik ke arah Fahmi seperti minta pertolongan. Dan tanpa Ara ketahui, sebenarnya Ahmad tahu jika Ara melirik ke arah Fahmi.


" Oh,,,Ara. Sini Ra, gabung sama Kakak. Udah nggak usah malu - malu " Ucap Fahmi mencoba menolong Ara dari pertanyaan Gus Ahmad.


Arapun maju mendekati mereka berdua.


" Biar Saya luruskan Gus ". Ucap Fahmi mencoba mencairkan suasana.


" Ini Ara, Gus. Dia adik sepupu Saya. Dan Ara memang setiap sore selalu menemui Saya disini untuk sekedar bercerita, berbagi masalah dan meminta solusi tentang suatu masalah " Ucap Fahmi mencoba mbohongi Gus Ahmad yang mana langsung mendapat tatapan tajam dari Ara. Bahkan Fahmi malah menghiraukan tatapan Ara seakan Ia bilang " Sudah Ara kamu ikuti alurnya saja ".


" Oh,,,ternyata Ara adik sepupu Kamu Fahmi. Tapi, aku baru tahu ya kalau kamu punya adik sepupu yang nyantri disini. Padahal Ara nyantrinya udah lama loh ". Ucap Gus Ahmad pura - pura tidak tahu.

__ADS_1


" Inggih Gus. orang Aranya pemalu, ndak suka dikenal banyak orang ". Ucap Fahmi lagi.


" Tapi Aku lihat - lihat adikmu cantik juga ya. Aku juga kayaknya pernah lihat Dia di ndalem ". Ucap Gus Ahmad masih pura - pura tidak tahu.


" Iya Gus, Dia memang abdi ndalem. Dan soal cantik Dia memang cantik, sampai - sampai terkadang Dia masuk ke mimpi Saya Gus ". Ucap Fahmi bangga.


Ara yang frustasi mendengar pembicaraan mereka. Akhirnya Ia pun pamit undur diri.


" Hari semakin sore, kalau begitu lebih baik Saya undur diri saja. Saya akan Kembali ke ndalem. Assalamu'alaikum ". Ucap Ara. Namun sebelum Ara pergi manik mata Gus Ahmad menatap manik mata Ara tajam.


" Wa'alaikumsalam ". Ucap Fahmi dan Gus Ahmad secara bersamaan.


Setelah Ara undur diri tidak lama kemudian Gus Ahmad menyusul Ara dan mereka bertemu di depan pintu belakang ndalem.


" Dek!!! ". Panggil Gus Ahmad sambil menghentikan langkah Ara dengan memegang salah satu tangan Ara.


" Ikut Mas ke kamar sekarang ". Ucap Gus Ahmad datar yang membuat Ara semakin merasa bersalah.


Di kamar Gus Ahmad...


" Dek...". Ucap Gus Ahmad lemah yang membuat Ara senakun mengeraskan tangisanya.


" Mas...maafin Ara. Ara ndak bermaksud buat...". Ucap Ara sambil terisak yang langsung dipotong oleh Gus Ahmad, karena Ia tak tega melihat istrinya menangis.


" Shutt...". Ucap Gus Ahmad sambil menaruh jari yelunjuknya di depan istrinya.


" Mpun,,,ndak usah nangis lagi. Mas ndak marah kok ". Ucap Gus Ahmad sambil memeluk Ara dan menyenderkan kepala Ara di dada bidangnya.


Ara yang mendapat perlakuan hangatpun tamah terisak.

__ADS_1


" Mas ndak marah kok Dek. Mas paham kok kalau Adek belum bisa menerima Mas seutuhnya. Tapi Mas akan berusaha jadi yang terbaik buat Adek. Mas akan lebih sabar lagi menunggu sampai Adek mau menerima Mas ". Ucap Gus Ahmad sambil membelai kepala Ara.


Azan maghribpun berkumandang...


" Kebetulan sudah azan, sekarang Adek ambil air wudu '. Kita sholat berjama'ah berdua disini ". Ucap Ahmad laluelepaskan pelukannya dan menghapus air mata Ara dengan ibu jarinya.


" Nggih, Mas ". Ucap Ara lalu keluar dari kamar Gus Ahmad untuk mengambil air wudhu' dan mukena.


Namun tanpa Ara dan Gus Ahmad ketahui, saat tadi mereka di depan pintu belakang. Ada salah satu mba - mba ndalem yang melihat interaksi mereka.


*


*


*


*


*


Hay reader's penasaran nggak siapa mba" ndalem tersebut. Kalau penasaran, baca terus ya ceritaku.


Reader's jangan lupa untuk dukung Author dengan VOTE, LIKE n COMMENT 😘😘


Follow juga Ig Author▶ Shinta Qodiriyyah


Trima kasih🙏


Salam hangat dari Author🖐

__ADS_1


__ADS_2