
" Ummi. Tadi Ummi dipadosi sama keponakan Ummi ". ( dipadosi : dicariin, kondur : pulang ) Ucap Ahmad saat Umminya sudah kondur dari acara pengajian.
" Keponakan? ( sedikit berpikir ). Tadi Kiya nelpon Mad? ". Tanya Ummi.
" Sanes Kiya Mi. Tapi Mba Imah ". ( artinya : bukan Kiya Mi ) Ucap Ahmad menyebut nama Imah memakai tambahan mba sebagai bentuk penghormatan.
" Katanya mau ketemu Ummi. Kayaknya mau bilang sesuatu, Mi ". Ucap Ahmad lagi.
" Ya, bilangin sama Imah. Nanti sehabis pulang kuliah suruh ketemu Ummi ".
" Nggih Mi ".
***
Setelah Aisyah selesai menata barang - barangnya, Ia lalu menghampiri Ara yang sedang menyirami tanaman.
" Lagi ngapain Kamu Ra? ". Tanyanya setelah sampai disamping Ara.
" Ya Kamu liatnya Aku lagi ngapain! ". Jawab Ara balik nanya. Ia agak sedikit kesal soalnya sudah jelas Ia sedang menyirami bunga.
" Kamu, lagi nyiramin kembang ".
" Lah, itu Kamu tahu. masih aja nanya ". ucap Ara sambil merengut ke arah Aisyah.
" Iya deh maaf. Sini Aku bantuin ". mengambil alih gayung yang dipegang Ara
" Gitu dong dari tadi. Kan Akunya jadi enak".
" Iya iya. Biar aku aja yang nyiram bunga - bunganya ".
" Oke, Kamu emang sahabat yang pengertian ". tersenyum kearah Aisyah.
" Ra, besok kan Kita ada acara di Campus. Kita berangkatnya barengan ya, plis ". ucap Aisyah sambil menunjukan wajah memohon.
" Oke, tapi Aku juga nggak janji loh. Ya, kali aja tiba - tiba ada pangeran ganteng yang mau nganterin Aku ". menampakan senyum menggodanya.
" Huh,,,Kamu. Dari pada banyak berkhayal mending sekarang Kamu ambil air lagi. Ini airnya udah mau habis ". Perintah Aisyah sambil menunjukan air di dalam ember yang hanya tersisa sedikit.
" Iya iya bawel ". mengambil ember dari tangan Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya lalu beranjak pergi.
" Anak pintar. Tapi ambil airnya jangan lama - lama ". Ucap Aisyah yang hanya dibalas acungan jempol oleh Ara, karena jarak Ara sudah agak jauh.
Di sumur belakang...
Saat Ara akan mengambil air di sumur belakang, ternyata disana ada Gus Ahmad yang sedang jalan - jalan. Gus Ahmad melihat Ara dan langsung mendekatinya.
" Lagi ngapain Dek? ". Tanya Gus Ahmad membuat Ara terkejut dan langsung menjatuhkan gayung yang sedang dipegangnya.
" Eh - kucing - ayam - bebek ". Ucap Ara kaget yang tanpa sengaja mengabsen nama - nama binatang.
" M,,hahaha ". Gus Ahmad tertawa melihat tingkah konyol Ara.
" Ih,,,Mas Ahmad ngagetin Ara aja ". Ucap Ara sambil merengut.
" Iya - iya maaf. Adek lagi ngapain? ".
" Ini Ara lagi ngambil air buat nyiramin tanaman ".
" Sini, Mas bantu ".
" Makasih, Mas ". Ucap Ara senang.
" Dek, besok kan Adek mau ke Campus. Biar Mas aja yang nganterin ya. Sekalian pulangnya refresing ". Pinta Gus Ahmad.
" Mmm,,,tapi Mas. Ara mpun gadah janji. Besok Ara diajak ke campus bareng sama Aisyah ". ( mpun gadah janji : sudah punya janji ) Ucap Ara pelan, takut menyinggung hati Gus Ahmad.
" Ya udak nggap apa - apa. Besok sekalian bareng sama Aisyah ". Ucap Ahmad
" Nggih Mas. Siap ". Ucap Ara.
Ahmadpun mengangsukan air dari sumur menggantikan tugas Ara. Tapi karna sumurnya agak dalam jadi Gus Ahmad sedikit kesulitan mengambil airnya.
" Duh,,,lama banget sih Ara ". Gerutu Aisyah menunggu sahabatnya yang tak kunjung terlihat batang hidungnya.
Aisyahpun menyusul Ara ke sumur belakang.
__ADS_1
" AR,,,,,A ". Ucapan Aisyah terhenti tatkala melihat Ara sedang berbicara dengan Gus yang fenomenal se - pesantren Al - Istiqomah. Bahkan sesekali tampak Gus Ahmad seperti sedang menggoda Ara.
" Ckckck,,,,Bener apa Kata Ara. Kalau Ara akan akan ketemu sama pangeran ". Ucap Aisyah sambil menggeleng - gelengkan kepalanya tak percaya.
Setelah Gus Ahmad selesai mengangsukan air untuk Ara. Arapun kembali, namun sebelum itu Ara mangucapkan terimakasih kepada Gus Ahmad.
****
" Ra!!! ". Panggil Aisyah saat Ara sudah mulai dekat dengan Aisyah.
" Kenapa Syah? ". Tanya Ara saat sudah berada tepat di depan Aisyah.
" Mmm,,,nggak jadi ". Ucap Aisyah yang mengurungkan niatnya untuk bertanya perihal kejadian yang baru Ia liha. Ia mengurungkanya, karena Ia takut akan menyinggung perasaan sahabatnya.
" Udah bilang aja. Nggak usah sungkan ". Perintah Ara.
" Mmm,,,Ra. Aku cuman mau ngingetin Kamu bahwa setiap hembusan nafas yang diberikan Allah padamu bukan hanya berkah, tapi juga tanggung jawab. Aku ingin Kamu amanah dalam menggunakan apa yang sudah Allah karuniakan ". Ucap Aisyah.
" Maksud Kamu apa sih. Kok tiba - tiba jadi melow kaya gini? ". Ucap Ara bingung dengan kata - kata yang baru saja sahabatnya ucapkan.
" Nggak usah dipikirin. Aku cuman lagi halu aja. Ya udah Kita lanjutin lagi pekerjaanya biar cepet selesai ". Ucap Aisyah mengalihkan pembicaraan.
" Oh, iya bener Kamu ". Ucap Ara.
Merekapun kembali melanjutkan pekerjaan mereka sambil sesekali diselingi dengan guyonan receh mereka.
****
Keesokan harinya...
Ara sudah siap untuk pergi ke campus.
" Yuk, Syah ". Ajak Ara sambil keluar kamar.
" Iya bentar lagi. Aku lagi masang bros di kerudung Aku ". Ucap Aisyah sambil masih fokus di depan kaca.
Saat sedang menunggu Aisyah, tiba - tiba ponsel Ara berbunyi.
📩 Mas Fahmi : Dek, maaf ya Mas ndak bisa nganter. Mas tiba - tiba ada urusan mendadak. Sekali lagi Mas minta maaf. Adek hati - hati ya di jalan💕.
📩 Habibati💕 : Nggih Mas. Mboten nopo - nopo. Mas nggih hati - hati di jalan☺. ( artinya : Iya Mas. Tidak apa - apa. Mas juga hati - hati di jalan )
Setelah membalas pesan dari suaminya. Ara lalu memasukan ponselnya ke dalam saku gamisnya.
" Syah, buruan. Nanti kalau Kita kesiangan susah nyari angkotnya! ". Ucap Ara agak kesal, karena lama menunggu Aisyah.
" Iya iya bawel ". Ucap Aisyah sambil melangkah keluar kamar.
****
Di campus...
Sesampainya di campus Ara dan Aisyah segera memasuki campus. Di sana sudah banyak para calon mahasiswa lainya yang sudah datang.
" Diharapkan bagi para calon mahasiswa baru untuk berkumpul di Gedung Auditorium sekarang ". Ucap pemandu acara melalui mikrofon.
Di dalam gedung Auditorium para mahasiswa baru hanya disuruh untuk duduk sambil mendengarkan sosialisasi dari para mahasiswa senior perihal campus dan hal - hal lain yang tidak jauh mrnyangkut campas.
" Oke, Kakak cukupkan sekian. Untuk kegiatan ospek akan di lakukan lusa ". Ucap pembawa acara mengakhiri acara sosialsasi tersebut.
" Ra, mampir kantin dulu yuk. Aku laper ". Ajak Aisyah.
" oke, ayok ". Ucap Ara setuju dengan ajakan Aisyah.
Saat mereka akan pergi ke kantin. Tidak sengaja Ara melihat Gus Ahmad sedang berjalan bersama seorang perempuan. perempuan itu terlihat dewasa, kira - kira seumuran dengan suaminya. Dilihat dari pakeanya Dia terlihat seperti bukan mahasiswa, tapi seperti seorang dosen.
" Mas Ahmad,,,Aku nggak salah lihat kan. Mas Ahmad jalan sama cewek. Duh, kok rasanya hatiku jadi gimana gitu seakan nggak terima. Eh, barusan aku salah mikir kali ya. Aku kan sukanya sama Kak Fahmi ". Batin Ara sambil terus melihat ke arah Gus Ahmad.
" Ra, Kamu ngeliatin apa sih? ". Tanya Aisyah yang melihat Ara bengong.
" Eh - anu apa Syah? ". Ucap Ara yang tidak mendengar pertanyaan dari Aisyah.
" Kamu kanapa bengong? ". Ucap Aisyah mengulangi pertanyaanya.
" Nggak papa ko. Oh, iya Syah kayaknya Aku nggak bisa ikut Kamu ke kantin. Aku pulang duluan ya. Bye ". Ucap Ara lalu langsung berbalik arah tanpa menunggu persetujuan dari sahabatnya.
__ADS_1
" Dasar aneh ". Ucap Aisyah geleng - geleng melihat sahabatnya yang semakin jauh.
****
Di depan campus tampak Ara sedang menunggu angkutan umun untuk pulang. Setelah Ia melihat Gus Ahmad bersama wanita lain, tiba - tiba moodnya agak turun. Jadi Ia memutuskan untuk pulang saja.
" Dek ". Ucap Fahmi saat melihat Ara sedang menunggu angkutan umun sendirian di depan Campus.
" Eh, Kak Fahmi ". Ucap Ara menoleh ke arah Fahmi.
" Sendirian aja ". Ucap Fahmi yang melihat Ara hanya seorang diri.
" Iya, Kak. Tadi berangkatnya bareng sama Aisyah, tapi Aisyahnya mampir dulu ke kantin ". Ucap Ara.
Gus Ahmad yang saat itu akan pulang tidak sengaja melihat Istrinya sedang berbicara dengan seorang laki - laki yang tak lain adalah Fahmi. Gus Ahmad merasa cemburu, lalu Ia mendekati Ara dan Fahmi
" Assalamu'alaikum ". Ucap Gus Ahmad yang langsung membuat keduanya bungkam. padahal Ara dan Fahmi saat itu terlihat sedang asik mebgobrol.
" Eh,,,Wa'alaikumsalam Gus ". Ucap Fahmi canggung. sentara Ara hanya diam sambil menunduk.
" Hayo Kalian lagi ngapain? ". Selidik Gus Ahmad.
" Mmm,,,ndak ngapa - ngapain Gus. Kalau begitu Saya pamit dulu Gus. Assalamu'alaikum ". Ucap Fahmi lalu pergi.
Kini tinggalah Gus Ahmad dan Ara saja. Keduanya sama - sama bungkam.
" Mas,,, ". Ucap Ara sendu.
" Masuk mobil Dek! ". Perintah Gus Ahmad cepat lalu masuk mobil tanpa melihat ke arah Ara.
Di dalam mobil...
" Hmmmhah..." Gus ahmad menghempaskan nafasnya kasar lalu menoleh ke Ara.
" Dek, kalau mau dandan di depan Mas aja. Jangan kalau mau pergi ke Campus! ". Ucap Gus Ahmad sambil mengelap bedak dan lipstik Ara dengan tanganya.
" Maaf ". Hanya kata itu yang mampu lolos dari mulut Ara.
" Jangan menangis. Mas ndak marah kok ". Ucap Fahmi sambil membawa Ara ke dalam dekapanya.
" Tapi tadi Mas diam aja kayak orang marah ". Ucap Ara pelan.
" Mas ndak marah. Tadi Mas hanya ndak rela liat Istri Mas berduaan sama pria lain. Besok - besok jangan diulangi lagi ya. Mas ndak suka liatnya ". Ucap Ahmad sedikit posesif.
" Tapi kenapa Mas. Ara kan hanya ngobrol ndak lebih dari itu. Juga kalau Ara peke make up, karena Ara ingin terlihat lebih dewasa ". Protes Ara.
" Alasan Mas, karena Adek perempuan, tidak cantik tidak apa - apa. Asal jangan miskin cara berpikir dan etika. Paham ". Ucap Gus Ahmad membuat Ara bungkam seketika.
" Nggih, Mas Ara ngertos ". Ucap Ara matuhi perintah Suaminya.
Setelah perdebatan kecil itu selesai Ahmadpun melanjukan mobilnya menuju ndalem.
*
*
*
*
*
**Maaf Authot updatenya lama😅maklumlah lagi ujian.
Authornya baru kelas 11 mau naik ke kelas 12😅
Ini ceritanya udah Aku buat agak panjang, semoga kalian nggak bosen ya baca ceritaku😊
Do'ain ya nilai ujian Author bagus🙏
Jangan lupa untuk Like, Vote n Comment😊
Trimakasih🙏
Love author
__ADS_1
@*Shinta_28😘***