Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Brukkk!!!


__ADS_3

Fahmi termenung di pojokan kamarnya. Ia masih memikirkan kejadian penolakan cintanya. Ia merasa malu karena ditolak, tapi di lain sisi Ia merasa bersalah pada Ara, karena memaksakan kehendaknya. Ia takut jika setelah ini Ara akan benar - benar menjauhinya. Ia takut jika Ia dikira egois, psycopat atau yang lainya, yang intinya membuat Ara tak nyaman denganya, karena tadi Ia sempat membentak Ara.


" Aaarrrggg!!! ". Ucap Fahmi frustasi sambil mengacak rambutnya.


" Astaghfirullah, Kang Fahmi kenapa? ". Tanya Sahal menoleh ke arah Fahmi. Ia sejenak menghentikan aktivitas menghafal Al - Qur'anya. Ia meletakan Al - Qur'anya lalu berjalan mendekati Fahmi.


" Ndak apa - apa kok, Kang Sahal. Kang Sahal lanjut hafalan saja. Maaf Aku udah nganggu Kang Sahal ". Ucap Fahmi menunduk sambil salah satu tanganya memegang pelipisnya dan memijatnya.


" Udah, Kang. Kalau ada masalah jangan sungkan - sungkan untuk berbagi, siapa tahu Aku bisa bantu ". Ucap Sahal menawarkan dirinya sebagai tempat curhat.


Dert...Dret...Dret...


Ponsel Fahmi berbunyi.


" Makasih, Kang. Tapi maaf Aku kayaknya belum ingin berbagi cerita dulu. Sabentar ya Kang, Aku tak ngangkat telepon dulu ". Ucap Fahmi lalu bergeser agak menjauhi Sahal.


" Assalamu'alaikum, Eyang ". Ucap Fahmi mengangkat teleponya.


" Wa'alaikumsalam, Fahmi. Ini Fahmi kan? ".


" Inggih Eyang, niki Fahmi. Enten nopo Eyang ngebel Fahmi? ". ( Artinya : Iya Eyang, ini Fahmi. Ada apa Eyang nelpon Fahmi? ) Tanya Fahmi.


" Iki loh Nang, sesuk saptu rencangi Eyang Uti karo Kakung sowan nggone rencange Eyang Kakung, Kyai Ali ". ( Artinya : Itu loh Nak, besok sabtu temani Eyang putri sama Kakung sowan ke temanya Eyang kakung, Kyai Ali ) Kata Eyang Fahmi.


" Loh kenging nopo ngajakke Fahmi sanes Ibu? ". ( Artinya : Loh kenapa ngajaknya Fahmi bukan Ibu ) Tanya Fahmi.


" Ibu mu sibuk Nang. Wes sesuk siyap - siyap Eyang jemput jam 7 esuk. Sekalian Eyang sowan Kyai Munawar ". ( Artinya : Ibu mu sibuk Nak. Sudah besok siap - siap Eyang jemput jam 7 pagi. Sekalian Eyang mau sowan Kyai Munawar ) Ucap Eyang Fahmi.


" Inggih Eyang. Fahmi manut tumut mawon ". ( Artinya : Iya Eyang. Fahmi nurut saja ) Ucap Fahmi.


" Yowes Eyang tutup yo telpone. Assalamu'alaikum ". ( Artinya : Ya sudah Eyang tutup ya telfonya. Assalamu'alaikum ) Ucap Eyang Fahmi mengakhiri teleponya.


" Inggih, wa'alaikumsalam ".


" Kenapa Kang? ". Tanya Sahal saat Fahmi telah duduk di sampingnya lagi.


" Eyang nelpon, katanya besok Aku mau di jemput. Aku disuruh menemani Eyang sowan ke ndalemnya Kyai Ali, Yogyakarta ". Jawab Fahmi.


" Loh, bukanya Kyai Ali itu pengasuh Pesantren Darul 'Ammah ya? ". Tanya Sahal


" Iya, kok Sampean tahu Kang? ". Ucap Fahmi malah balik nanya.


" Yaiyalakh,,,siapa sih yang ndak tahu Kyai Ali. Beliau itu kan pengasuh pesantren besar, terkenal, pokoknya plus - plus lah. Tapi yang paling plus bagi Aku, Kang. Putra sama Putrinya duh,,,ganteng n cantik - cantik banget ". Ucap Sahal sambil mengacungkan dua jempot tangannya di depan wajah Fahmi.


" Oh,,,coba besok Aku tak buktiin, apa perkataan Sampean benar adanya ". Fahmi.


" Oke, Kang. Aku tunggu kabar baiknya ". Sahal.


*****


" Ra, Kamu dipanggil sama Ummi. Katanya suruh menemui Ummi sekarang di ruang tengah ". Ucap Nisa.


" Iya, Mba. Makasih ".

__ADS_1


" Assalamu'alaikum ". Salam Ara pada semuanya, karena di ruang tengah tidak hanya ada Ummi Farida saja, tapi ada Abah Ummi dan Gus Ahmad.


" Rene, Nduk ". Panggil Abah. Ara duduk di samping Gus Ahmad.


" Ummi ". Kode Abah supaya Ummi Farida saja yang bicara.


" Niku, Nduk. Tadi Abahmu nelpon, katanya besok minggu di pesantrenmu mau ada Haflah. Abahmu ngundang Abah Munawar. Abahmu juga tadi berpesan supaya Kamu ikut sama Abah Munawar saja pulangnya, soalnya Mas Mu Gus Alwi baru mulih pondok hari sabtu jadi ndak bisa jemput ". Kata Ummi Farida terus terang.


" Nggih, Ummi. Ara tumut mawon ". Ucap Ara sopan.


" Katanya Mbah mu yang dari Madinah juga pulang ". Ucap Ummi lagi.


" Dari Madinah Ummi? ". Tanya Gus Ahmad spontan.


" Iya, Istrimu itu kan blasteran. Abah Ali itu kan keturunan Arab. Kalau Kamu ndak percaya lihat saja wajah Ara dengan teliti, pasti agak mirip orang Arab ". Titah Ummi Farida. Ahmad pun mengikuti perintah Umminya


" Inggih, Ummi leres. Pantesan Ara niku Ayu ". Puji Gus Ahmad tak lepas dari memandang wajah Ara.


" Ah,,,Mas Ahmad ". Ucap Ara malu - malu sambil mencubit paha Gus Ahmad pelan.


" Ah,,,kalau lagi malu - malu Istri Mas gemesin deh ". Ucap Gus Ahmad mencubit hidung Ara gemas.


*****


Hari sabtu pun tiba, para keluarga ndalem tengah sibuk bersiap untuk menghadiri undangan Haflah di pesantren Darul ' Ammah.


" Mi, mpun cekap dereng? ". ( Artinya : Mi, sudah selesai belum? ) Tanya Abah Munawar masuk ke dalam kamarnya.


" Engkin, Bah. Sekedap malih ". ( Artinya : Entar Bah. Sebentar lagi ) Ucap Ummi Farida masih tak bergeming dari depan kaca riasnya.


" Inggih, Bah. Mpun ". Ucap Umi Farida berbalik dari kaca.


" Subhanallah, ayu tenan iki Ummi. Pancen Abah ndak salah meleh ". ( Artinya : Subhanallah, cantik sekali Ummi. Memang Abah nggak salah memilih ) Puji Kyai Munawar saat Ummi Farida berbalik menghadapnya dan menampakan wajah cantiknya.


" Ah, Abah bisa saja. Kalau begitu Ummi tak ngecek, apa yang lain sudah pada siap belum ".


*****


" Loh, Imah ndak ikut apa, kok belum ganti? ". Tanya Ummi Farida yang berpapasan dengan keponakanya, tapi keponakanya masih belum bersiap.


" Mboten lah Bude, Imah jaga pesantren saja. Biar Ara sama Mba wardah saja yang ikut ". Imah.


" Oh, ya sudah kalau begitu ". Kata Ummi Farida lalu melanjutkan jalanya.


*****


Rombongan dari Kyai Munawar pun berangkat. Mereka berangkat menggunakan 3 mobil. Mobil pertama di isi oleh Gus Ahmad , Ara, Wardah dan keluarga dari Gus Mahrus, dengan Gus Ahmad sebagai supir dan di sebelahnya Ara. Wardah ikut mengahadiri acara, karena Dia masih termasuk keluarga ndalem. Dia adalah keponakan dari Ning Najma, Istri dari Gus Mahrus. Mobil ke 2 di isi oleh Kyai Munawar, Nyai Farida dan keluarga Ning Aqilla. Dan Mobil ke 3 di isi oleh keluarga Gus Fauzi dan Gus Nizham.


" Ih,,,kok bisa sih Si Ara ikut hadir ke acara, apalagi Dia duduknya di dekat Gus Ahmad. Sebel deh. Awas aja nanti Kamu Ara, Aku kasih pelajaran ". Batin Wardah geram. Sedari tadi di dalam mobil tatapan Wardah selalu mengarah ke Ara. Ia menatap Ara sinis.


" Kamu kenapa sih Wardah? ". Tanya Ning Najma yang menyadari tatapan tidak bersahabat dari keponakanya kepada Adik Iparnya Ara.


" Ndak kenapa - kenapa kok, Bude ". Ucap Wardah berbohong lalu tersenyum.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lebih akhirnya rombongan Kyai Munawar sampai di pesantrennya Kyai Ali.


" Muna, Adikmu dan rombongan Kyai Munawar sudah sampai. Kamu mau menemui mereka sekarang atau nanti? ". Tanya Ummi.


" Maaf, Ummi. Sekarang Muna belum siap, tapi Ummi tenang saja Muna pasti akan menyambut mereka, tapi belum sekarang waktunya ".


" Ya sudah kalau begitu Ummi ndak akan maksa Kamu. Lebih baik sekarang Kamu temui keluarga Mbah Kyai Yusuf dulu, katanya mereka datang sama cucunya Gus Fahmi. Siapa tahu Kamu kepincut Nduk ". Goda Ummi.


" Ah, Ummi bisa aja ".


****


" Eyang, Fahmi mau ke toilet dulu ". Pamit Fahmi pada Eyanganya.


" Iya, sana. Nanti Kamu langsung masuk saja ke gedung Aula ya, Eyang tak masuk dulu. Oh iya, berhubung acaranya besok, jadi Kita nginep dulu di sini ". Kata Eyang Fahmi.


Brukkkk....


" Auwww ". Jerit Muna. Ia tak sengaja bertabrakan dengn seseorang saat akan menyabut keluarga dari Kyai Yusuf. Minuman yang Ia bawa untuk keluarga Kyai Yusuf juga tumpah.


" Aduh, maaf ya Mba. Saya nggak sengaja. Sakit ya? ". Tanya Fahmi membantu Muna berdiri. Fahmi tak sengaja menabrak seseorang, karena Ia tadi berjalan terburu - buru ke tolilet. Maklumlah hasrat ingin kencingnya sudah tak tertahankan lagi. Ia sudah menahan keinginan kencingnya sejak dari 1 jam lalu saat masih di jalan.


" Em,,,iya nggak apa - apa ". Ucap Muna. Ia berdiri menerima uluran dari Fahmi.


" Mmm,,,sakali lagi maaf ya ". Ucap Fahmi yang lansung pergi karena HIP nya yang tak tertahankan lagi ( HIP : Hasrat Ingin Pipis ).


Ning Muna pun mengambil air minum lagi lalu membawanya kepada keluarga Kyai Yusuf.


" Eyang ". Ucap Fahmi menghampiri Eyangnya. Ia sudah menuntaskan HIPnya.


" Rene, Nang!. Tak kenalno kara putrine Kyai Ali ". Perintak Kyai Yusuf. Fahmi pun mendekat.


" Rene, Nduk ". Panggil Kyai Yusuf pada Muna, pasalnya saat ini Muna tengah asik berbincang dengan Eyang Putrinya Fahmi. Muna pun menoleh ke arah Kyai yusuf yang duduk disebelahny.


" Fahmi, ini Muna putrinya Kyai Ali. Muna ini Fahmi, Cucu Eyang ". Kata Kyai Yusuf. Muna pun menoleh ke Fahmi.


" Kamu....??? ". Ucap Fahmi tercengang mengetahui siapa wanita yang dikenalkan oleh Eyangnya.


*


*


*


*


*


Gimana??? bagus nggak kalau Fahmi sama Muna aja. Kalau setuju Comment iya, kalau nggak setuju ya udah๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ.


Jangan lupa Like, Vote n Comment sebanyak banyaknya.


**Love,

__ADS_1


@Shinta_28๐Ÿ˜˜**


__ADS_2