
Ke esokan paginnya Ara sudah beraktivitas seperti biasannya. Hari ini Ara sudah masuk kembali ke campus.
Di Angkutan Umum.
Seperti biasa Ara dan Aisyah pergi ke campus bersama menggunakan angkutan umum. Sebenarnya Gus Ahmad sudah menyuruh Ara untuk berangkat bersama. Gus Ahmad juga tidak keberatan jika Ara mengajak Aisyah untuk ikut bersama, namun Ara menolak. Alasannya Ara kasian pada Aisyah, pasti nanti Aisyah akan merasa canggung saat di mobil. Gus Ahmdah akhirnya membolehkan Ara untuk pergi ke campus dengan menaiki angkutan Umum.
" Udah puas belum bulan madunnya? ". Tanya Aisyah saat mereka sedang berada di dalam angkutan umum.
" Apaan sih Kamu Syah. Kemarin Aku itu kan pulang kampung bukan bulan madu ". Jawab Aisyah.
" Sama aja intinnya enak - enak sama Suami ". Ucap Aisyah.
" Apanya yang enak - enak. Aku itu belum enak - enak ya sama Gus Ahmad ". Ketus Ara.
" Huh mentang - mentang udah nikah pikirannya jadi ngeres. Padahal yang Aku maksud enak - enak bukan itu, tapi jalan - jalan. Jalan - jalan kan enak. Huh, dasar mesum!!! ". Ucap Aisyah di telinga Ara. Wajah Ara seketika jadi merah, karena malu.
" Tahu ah, kan Akunya jadi malu udah buka kartu as Aku ". Ucap Ara malu.
" Hehehe....Kamu tenang aja Aku nggak akan buka kartu as Kamu. Aku palah berharap Kamu cepetan itu - itu sama Gus Ahmad supaya Aku cepet gendong ponakan ". Aisyah berbicara di telinga Ara dengan nada sensual.
" Ngeres tahu nggak pikiran Kamu ". Ucap Ara cemberut.
*****
CAMPUS XX
Kini Ara dan Aisyah harus berpisah, karena jurusan kuliah mereka yang berbeda. Ara masuk ke kelas jurusan Tafsir Al - Qur'an sentara Aisyah masuk ke kelas jurusan Ekonomi Bisnis Syariah.
Di dalam kelas Ara.....
" Kamu tahu nggak?. katannya dosen yang akan ngajar Kita jam pertama itu cakep, smart, religius dan juga udah mapan ". Tanya Mika.
" Eumm...enggak tuh, emangnya siapa sih dosen Kita? ". Tanya Ara pada Mika, tapi Mika yang ditannya hanya diam. Bukannya menjawab palah bengong.
" Mik, Mika. Kamu kenapa sih kok nggak jawab? ". Tanya Ara lagi.
" Tuh!!! ". Mika menepuk lengan Ara sambil menunjuk ke arah papan tulis. Ara menoleh.
" Oalah....ternyata Mas Ahmad toh ". Batin Ara setelah Ia melihat ke arah papan tulis.
Para mahasiswa terutama yang bergenre perempuan terpukau melihat pesona Gus Ahmad.
" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Waborakatuh ". Ucap Gus Ahmad memulai kelasnya. Matanya mencari - cari dimana Istrinya duduk.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh ". Jawab para mahasiswa bersemanagat
" Selamat Pagi semua ". Sapa Gus Ahmad. Ia tersenyum melihat ke arah Istrinya.
" Pagi Pak ". Jawab para Mahasiswa kompak.
" Ra, Ra lihat tuh. Kayaknya dari tadi Pak Ahmad lihat ke arah Kamu terus. Tuh - tuh Dia senyum ke arah Kamu ". Ucap Mika heboh.
" Ah, masa sih ". Ucap Ara malu - malu.
Gus Ahmad mengajar para Mahasiswannya sambil sesekali melihat ke arah Istrinya. Banyak para Mahasiswa yang tidak fokus dengan makul yang diajarkan eh Gus Ahmad. Kebanyakan dari Mereka palah fokus dengan wajah Arjuna Gus Ahmad.
" Kok sedari tadi Mas Ahmad batuk - batuk sih? ". Batin Ara.
Sesekali saat mengajar Gus Ahmad batuk dan kadang juga bersin.
" Oke, Saya cukupkan pelajaran hari ini. Oh, iya untuk mahasiswi yang bernama Zahra dimohon untuk ikut Saya ke ruangan Saya! ". Ucap Gus Ahmad mengakhiri pelajarannya.
Ara mengikuti Gus Ahmad ke kantor. Awalnya banyak para mahasiswa yang bertannya - tanya dan melemparkan tatapan sinis pada Ara, tapi Ara hanya cuek dan melangkah meninggalkan kelas mengikuti Gus Ahmad.
Di Ruang Gus Ahmad...
Setibanya Di ruangannya, Gus Ahmad langsung mendudukan dirinya di kursi kerjannya. Ara bingung.
Ara mendekati Suaminya.
" Mas pusing Dek ". Ucap Gus Ahmad mendongakkan wajahnya menatap wajah Istrinya.
" Ya ampun muka Mas pucet ". Ara kaget melihat wajah Suaminya tiba - tiba pucat. Soalnya tadi saat mengajar wajah Suaminya terlihat biasa saja tidak seperti sekarang yang pucat seperti orang sakit.
" Pusing Dek ". Ucap Gus Ahmad lagi.
" Kita pulang aja ya Mas biar Ara izin kuliah aja. Mas harus istirahat, Mas pasti kecapean gara - gara perjalanan kemarin ". Ucap Ara khawatir.
" Tapi mobilnya gimana Dek? ". Tanya Gus Ahmad lemah.
" Tenang aja biar Ara yang nyetir ". Ucap Ara.
Gus Ahmad yang sudah kelewat pusing hanya menurut tanpa menanyakan lebih lanjut soal bagaimana Ara bisa menyetir, terus apakan tidak akan ada mahaswa yang curiga dengan Mereka, dll.
Mereka berjalan ke erea parkiran. Ara memapah Gus Ahmad. Suasana Campus memang saat ini sedang sepi, karena saat ini para mahasiswa masih belajar di dalam kelas. Biasanya para mahasiswa akan istirahat setelah jam pelajaran ke dua selesai.
*****
__ADS_1
Di Kamar Gus Ahmad.
Ara langsung membaringkan tubuh Suaminya di atas ranjang. Ia sudah menghubungi Mika untuk memintakan izin pada dosen untuknya. Ia bilang pada Mika jika saudaranya ada yang sakit. Makannya Ia harus pulang cepat dan Mika sudah menyanggupinya.
" Badan Mas panas banget Kita panggil dokter saja ya Mas ". Tawar Ara. Ara mengompres dahi Gus Ahmad dengan air hangat.
" Ndak usah Dek ". Tolak Gus Ahmad. Ia menepuk - nepuk sisi rangang yang berada di dekat kepalanya. Ara menuruti Gus Ahmad. Ia duduk di dekat kepala Gus Ahmad.
" Nyaman ". Ucap Gus Ahmad. Ia membaringkan kepalanya di paha Ara. Wajahnya Ia sembunyikan di perut rata Ara.
" Mas Ara geli ". Ucap Ara geli saat kepala Gus Ahmad menempel di perutnya.
" Mas mohon biarkan seperti ini dulu, karena rasanya sangat nyaman. Mas tidak butuh dokter, karena dokter Mas itu Adek dan doktet Adek itu Mas ". Ucap Gus Ahmad narsis.
" Bisa - bisanya orang sakit kok masih narsis ". Batin Ar geleng - geleng kepala.
" Nggih Mas ". Ucap Ara.
Setelah itu Ara hanya diam sambil mengelus - elus kepala Gus Ahmad. Tidak lama kemudian terdengar suara nafas Gus Ahmad yang teratur menandakan jika Gus Ahmad yelah tertidur.
Wajah Gus Ahmad terlihat sangat damai walaupun keringat bercucuran di dahi Gus Ahmad, karena efek dari tubuh Gus Ahmad yang sedang demam.Ara mengecup dahi Gus Ahmad lembut.
" Tidur yang nyenyak ya Mas. Semoga Mas cepet sembuh ". Ara menyandarkan punggunya di kepala ranjang. Lama - kelamaan Ia ikut tertidur bersama Gus Ahmad.
*
*
*
*
*
Jangan lupa buat Vote, Like, Comment n Rate 5 nya ya....๐
Jangan lupa Vote nya walaupun dikit - dikit nggak papa kok....yang penting dukung Author ya....soalnya Author lagi ngajuin kontrak sama pihak Manga Toon. Do'ain Author ya semoga Author bisa cepet lulus seleksi๐๐
**Makasih๐
Love,
@Shinta_28๐**
__ADS_1