
Dam malam itupun sepasang pengantin baru tersebut terlelap dengan pulasnya. Hingga tak terasa waktu menunjukan pukup 03:00 dinihari.
Ahmad terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap - ngerjapkan matanya sambil sesekali menguap dan saat kesadaranya sempurna, Ia melihat ada wanita cantik sedang tidur dengan pulasnya di sampingnya. Ia memandang wajah wanita yang baru beberapa jam lalu sah menjadi istrinya itu secara intens.
" Cantik..." Gumamnya. Ia lalu mencium kening wanitanya itu, dan tidak lama kemudian Ara terbangun dari tidurnya. Ara mengerjap - ngerjapkan matanya, karena saat Ia terbangun Ia melihat ada laki - laki yang tak lain adalah Gus Ahmad sedang memandangnya intens. Sejenak Ia berfikir mengapa ada Gus Ahmad di kamarnya.
" Aaaaa..." Ara berteriak karena kaget ada Gus Ahmad di kamarnya. Namun belum sempat Ia berterik mulutnya sudah terlebih dahulu ditutup oleh Gus Ahmad dengan tangan Gus Ahmad sendiri.
" Shuuuuttt.....Dek jangan teriak. Ini Mas,,,,masa kamu lupa." Kata Ahmad menjelaskan.
" M...maaf Mas. Ara lupa." Kata Ara sambil mencoba menghindari manik mata Ahmad yang menatapnya intens.
" Iya nggak papa. Kalau gitu Mas kembali ke kamar Mas ya. Takutnya nanti Abah ngliat dan salah paham. Adek jangan lupa shalat tahajjud ya." Kata Ahmad sambil mencium kening Ara lalu bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan Ara yang masih melongo karena belum terbiasa dicium oleh Ahmad.
Pukul 06:00 dini hari...
Ahmad telah bersiap - untuk kembali ke pesantren Abahnya, karena Ia akan menemui rektor dari campus XX untuk membahas masalah pekerjaanya.
Ya, Ahmad memang sengaja pergi pagi - pagi supaya Ia tidak terjebak kemacetan.
Sebelum Ahmad pergi Ia terlebih dahulu berpamitan kepada Ara. Namun saat Ahmad masuk ke kamar Ara, terlihat Ara sedang tidur diatas sajadah dan masih memakai mukena.
" Mungkin Ara masih lelah setelah acara kemari dan Ia tidur lagi setelah salat subuh." Batin Ahmad.
" Mending Aku pindahin Ara ketempat tidur aja, kasian kalau tidur di bawah nanti Ara bisa sakit." Batin Ahmad lagi. Ia lalu memindahkan Ara ke tempat tidur dan melepas mukenanya dan menyelimuti tubuh Ara supaya Ara tidak kedinginan.
Ahmad kemudian berinisiatif untuk menulis surat, karena Ia tak tega membangunkan wanitanya.
📝Surat Untuk Ara...( Bidadarinya Mas Ahmad )
Dear Bidadari surgaku...
Dek maafin mas ya, Mas nggak bangunin Adek saat Mas mau berangkat pulang. Tadi sebelum Mas berangkat Mas udah ke kamar Adek, tapi pas Mas masuk Mas melihat Adek lagi tidur pulas jadi Mas nggak tega buat bangunin Adek.
Oh iya, Dek. Tadi sebelum Mas pergi, Mas udah ngasih ATM di dalam laci yang ada di meja rias Adek. Untuk pinya, Adek tinggal pake pin tanggal pernikahan kita.
Jangan sungkan untuk memakai kartu itu, karena sekarang Adek adalah tanggung jawab Mas. Di balik surat ini juga ada nomer ponsel Mas. Kalau Adek mau kembali ke pesantren Abah Munawar, Adek kabarin Mas aja nanti biar Mas yang jemput.
__ADS_1
Maaf ya Dek kalau Mas belum bisa jadi orang yang kamu harapkan.
I LOVE YOU MY WIFE.
📝Dari Masmu tersayang.
Setelah Ahmad menulis surat tersebut Ia lalu mengahampiri Ara dan mengecup kening Ara.
" Mas pamit dulu ya Dek. Assalamu'alaikum." Ucap Ahmad lalu meninggalkan kamar Ara.
Di depan ndalem sudah ada Abah Munawar dan Ummi Robi'ah yang menuggu Ahmad. Beliau sengaja menunggu Ahmad di depan ndalem, karena Beliau ingin mengantarkan Ahmad.
" Abah, Ummi." Sapa Ahmad.
" Loh mana Ara?" Tanya Ummi Robi'ah yang melihat Ahmad berjalan sendiri tanpa diikuti Ara.
" Hmmm...Anu Ummi. Ara masih tidur Ummi. Mungkin Ara tesih sayah sehabis acara kemarin. Jadi Ara tidur lagi." ( tesih sayah : masih capek ) Kata Ahmad sambil mengulas senyum.
" Kenapa tidak dibangunkan saja Mad?" Tanya Abah Munawar.
" Mboten Bah, Ahmad kasian sama Ara dan takut mengganggu tidur Ara. Tapi Ahmad sudah meninggalkan surat buat Ara." ( mboten : tidak ) Ucap Ahmad memberi penjelasan.
" Nggeh mpun Abah, Ummi. Ahmad pamit riyin. Assalamu'alaikum." ( artinya : ya sudah Abah, Ummi. Ahmad pamit dulu ) Ucap Ahmad sambil mencuim tangan Abah dan Ummi mertuanya.
" Wa'alaikumsalam. Yo Wes,,,ati - ati yo Mad. Salam nggo Abah karo Ummimu." ( artinya : ya sudah,,,hati - hati ya Mad. Salam buat Abah sama Ummimu ) Kata Ummi Rabi'ah sambil mengelus kepala Ahmad lbut seperti mengelus kepala anaknya sendiri.
Ahmad lalu pergi meninggalkan istrinya dengan berat hati, karena saat Ia mengucapkan ijab qabul Ia telah pasrah kepada Allah soal jodohnya. Dan Ia telah memantapkan hatinya untuk menambatkan cintanya kepada Ara.
Tidak lama setelah Ahmad pergi Ara terbangun, karena saat Ia tidur Ia merasa ada orang yang menciumnya.
" Jam berapa ya sekarang? kok kayak udah siang." ucap Ara sambil mencoba memulihkan kesadaranya.
" Ya ampun udah jam 06:15. Jangan - jangan Mas usah berangkat. Soalnya Mas kan tadi malam bilang kalau Ia mau barengkat jam 06:00." Ucap Ara kaget. Lalu Ara langsung lari. Saat sampai di ruang keluarga Ia berpapasan dengan Abah dan Umminya yang baru masuk setelah mengantarkan Ahmad.
" Nduk,,,kok lari - lari. Awas nanti jatuh loh." ( nduk : nak ) Kata Ummi Robi'ah sambil menghentikan Ara.
" Ummi, Ummi habis dari mana?" Tanya Ara yang melihat Umminya habis dari luar apalagi bersama Abahnya, karena tak biasanya Umminya pagi - pagi keluar bersama Abahnya. Biasanya kalau pagi - pagi Ummi dan Abahnya akan mengajar mengaji di pesantren.
__ADS_1
" Oh,,,itu. Ummi sama Abah habis nganterin Ahmad." Kata Umminya.
" Apa???berarti Kak Ahmad udah berangkat?!!" Kata Ara lemah.
" Iya tadi kata Ahmad, Dia sudah ke kamar Kamu tapi ternyata Kamu masih tidur. Ahmad nggak tega buat bangunin Kamu, jadinya Ahmad hanya pamitan sama Abah dan Ummi. Iya kan Bah." Kata Ummi sambil melirik ke arah Abah Munawar yang sudar terlebih dahulu masuk dan duduk sambil menonton tv di ruang keluarga.
" Iya benar, Ra. Tadi kata Ahmad Kamu tidurnya pules banget. Jadinya Ahmad Nggak tega buat bangunin Kamu." Kata Abah Munawar membenarkan perkataan istrinya tersebut.
" ya,,,Ara ketinggalan deh. Mana Ara belem sempet minta nomer telaponya Kak Ahmad lagi." Kata Ara menyesal sambil melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamarnya.
" Tunggu dulu Nduk." Cegah Ummi Robi'ah.
" Tadi Ahmad juga berpesan. Katanya Dia meninggalkan surat untuk Ara." ucap Ummi.
" Surat..." Ulang Ara.
" Iya, coba sana kamu cari di kamar kamu. Soalnya Ahmad tidak menitipkanya sama Kami." Ucap Ummi.
" Nggih Ummi. Akan Ara cari." ( nggih : baik atau iya ) Ucap Ara lalu meninggalkan Umminya dan pergi ke kamarnya.
*
*
*
*
*
Hallo readers,,,maaf baru bisa up karena Author lagi agak sibuk😅
jangan lupa untuk selalu dukung Author dengan cara
Like, Vote and comment ditunggu ya kabar baiknya😍
follow juga ig author shinta Qodiriyyah
__ADS_1
Trimakasih☺
salam hangat dari Author🙏