
Senin Pagi setelah acara Haflah berakhir banyak para tamu yang sudah kembali ke daerah masing - masing. Keluarga Kyai Yusuf pulang terlebih dahulu. Mereka menitipkan Fahmi untuk ikut pulang besama keluarga Kyai Munawar, karena menurut Kyai Munawar lebih baik Fahmi iku keluarganya saja. Kan kasihan kalau Kyai Yusuf yang sudah sepuh harus bolak balik ke pesantren Al - Istiqamah lalu Ke pesantren Al - Kahfi.
Keluarga Kyai Munawar pulang pada senin sore. Mereka berpikir jika mereka sampai pada malam hari Mereka bisa langsung istirahat dan jalanan juga tidak terlalau macet, karena ini bukan malam minggu.
" Fahmi langsung ke kamar saja untuk istirahat. Biar nanti santri lainnya yang mengangkat barang - barang ". Perintah Gus Mahrus.
" Nggih, Gus matursuwun ". Ucap Fahmi.
" Mad kok masih stay ndak masuk - masuk? ". Gus Mahrus melihat adiknya masih berada di kursi kemudi mobil belum turun - turun padahal seluruh mobil sudah kosong.
" Nanti Mas ( melirik Ara yang tidur di samping kursi kemudi ) kasian kalau mau dibangunin, tapi kalau mau nggendong malu. Jadi nanti nunggu yang lain keluar dulu ". Ucap Gue Ahmad nyengir.
" Ck....ck....ck....( Gus Mahrus geleng - geleng kepala ) terserahlah pengantin baru ". Ucap Gus Mahrus lalu meninggalkan sepasang pengantin tersebut.
" Huft...udah sepi kayaknya ". Ucap Gus Ahmad celingukan.
Gus Ahmad keluar dari mobil lalu membukakan mobil untuk Ara. Ia menggendeng Ara ke kamarnya dan membaringkannya di ranjangnya.
Gus Ahmad masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah terasa lengket. Ia keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Deg...
Ara yang saat itu telah bangun dari tidurnya kaget melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan dada telanjang.
" Aaaa!!!! ". Jerit Ara kaget.
" Mas Ahmad kenapa telanjang ". Ucap Ara sambil menutup mukannya dengan jari - jari tangannya. Ia sebenarnya tidak benar - benar menutupi wajahnya, karena tidak bisa dipungkiri mata Ara ingin melihat tubuh atletis suaminya.
" Ya ampun itu perut apa roti, kok bentuknya kotak - kotak ". Batin Ara. Entah mengapa jiwa perawan Ara meronta - ronta. Ingin sekali Ara menyentuhnya.
" Adek sudah bangun? ". Gus Ahmad bertanya sambil berjalan mendekati Ara. Terlintas dipikirannya untuk mengerjai istrinya.
__ADS_1
" U - udah. M - mas Ahmad mau ngapain? ". Tanya Ara takut.
Jarak Gus Ahmad semakin dekat dengan Ara.
" Mau bobo Yang ". Jawab Gus Ahmad mengeluarkan smirknya.
BRUKKK.....
Gus Ahmad menindih tubuh Ara.
" Mas, Ara mohon jangan sekarang ". Ucap Ara takut.
" Dek, Mas udah ndak tahan ". Ucap Gus Ahmad dengan nada penuh hasrat. Gus Ahmad menciumi wajah Ara brutal.
Semakin lama ciuman Gus Ahmad sampai pada lehernya. Tangannya sudah bergerilya kemana - mana. Ara hanya pasrah. Sesekali desaha keluar dari mulut Ara.
Baju Ara entah sudah kemana. kini tinggal bra dan celana dalam saja yang Ara pakai.
" Eumm ". Ucap Ara saat Gus Ahmad meremas payudarannya kencang dengan salah satu tangannya sementara tangan yang satunnya sudah bergerilya di bawah sana.
" Aaaa ". Pekik Ara saat Gus Ahmad memasukan senjatanya.
" Dek, Adek kenapa? ". Tanya Gus Ahmad membangunkan Ara.
" Huft...huft.... ". Ara bangun. Ia melihat suaminya tengah duduk disampingnya dengan memakai baju koko lengkap. Menandakan Ia baru saja selesai melaksanakan Shalat Isya'.
" Mimpi buruk ya ". Gus Ahmad menyodorkan segelas air putih kepada Ara. Ara langsung meneguknya habis.
" Kok tadi rasannya nyata banget ya ". Batin Ara. Ia memandang suaminnua lekat.
" Tapi Mas Ahmad rapi kok ". Batinnya lagi.
__ADS_1
" Kenapa? ". Ulang Gus Ahmad.
" Ndak kenapa - kenapa kok Mas ".
" Ya sudah kalau begitu sekarang Adek mandi habis itu Shalat Isya'. Kan tadi belum Shalat Isya' ". Perintah Gus Ahmad sambil mengelus kepala Ara lembut.
" Nggih Mas ".
Di Kamar Mandi....
" Huft masih segelan semua ". Ucap Ara lega. Ia meraba - raba tubuhnya.
" Tapi kenapa ya rasannya kaya nyata. Apalagi ciuman hot nya ".
" Uh.....mikirin apa sih Kamu Ara ( Ara geleng - geleng kepala ). Ini pasti gara - gara penjual mainan yang bilang soal momongan ". Gumam Ara di dalam kamar mandi.
Akhirnya Ara mandi lalu Shalat Isya' dan tidur. Malam ini Ia tidur di kamar Gus Ahmad atas permintaan Gus Ahmad.
*
*
*
*
*
Dah....nggak usah tinggi - tinggi halunya😝😝
Sorry upnya telat🙏Jangan lupa ***Vote, Like, Comment n Rate 5 nya ya😊*
__ADS_1
Love,
@Shinta_28😘**