
Di kamar Ara
Ara masuk ke dalam kamarnya dengan terburu - buru. Ia mengedarkan penglihatanya ke seluruh sudut kamarnya untuk mencari surat dari Gus Ahmad. Saat Ia melihat ke arah meja riasnya Ia melihat di atas meja riasnya ada selembar kertas putih. Ia lalu menghampiri meja riasnya dan mengambil kertas tersebut.
" Jangan - jangan ini surat dari Kakak " Gumam Ara sambil membuka surat tersebut.
Ara lalu membaca surat tersebut. Setelah selesai membacanya Ara menangis. Ternyata Gus Ahmad benar - benar orang yang bertanggung jawab, Ia rela menerima perjodohan dengan dirinya dengan ikhlas dan tabah tidak seperti dirinya yang masih berat untuk menerima perjodohannya.
Di surat tersebut juga tertera bahwa Gus Ahmad memberinya ATM di dalam laci mejanya. Ia lalu membuka laci meja riasnya dan benar adanya, di dalam laci meja riasnya Ia menemukan sebuah ATM. Di surat juga tertera lagi jika Gus Ahmad menuliskan nomor handphonenya di balik surat. Ara lalu membalik suratnya dan dibalik surat ada nomor telaponya. Buru - buru Ara menyinpan nomor handphone tersebut ke dalam handphonnya.
" Apa aku coba telepon Kakak aja ya. Aku ngerasa bersalah karena Aku nggak bisa nganter Dia berangkat. " Ucap Ara sambil berfikir dan memegang handphonya.
" Tapi kan Kak Ahmad lagi diperjalanan. Nanti kalau Aku jadi ganggu Dia gimana ya? " Fikir Ara kemudian.
" Ya udahlah nanti aja kalau udah ba'da dhuhuh. Pasti Kak Ahmad udah nyampe " Ucap Ara sambil meletakan handphonya.
Tidak lama kemudian handphone Ara berdering. Tertera di layar handphonya notofikasi dari aplikasi Wattsap.
" Kak Fahmi??? " Ucap Ara pelan saat Ia melihat notifikasi di layar handphonya yang menunjukan ada pesan dari Kak Fahmi lewat aplikasi wattsap.
📩Kak Fahmi : Assalamu' alaikum Ra. Maaf Kakak baru bisa menghubungi Ara. Kemarin Kakak lagi sibuk, soalnya banyak tugas di campus sampai Kakak harus lembur. Gimana kabarnya Ara? Ara baik - baik saja kan. Ra, Kakak kangen sama Kamu.
Ara bingung. Baru saja hati Ara sedikit tarbuka dengan perhatian Gus Ahmad, namun tiba - tiba cinta pertamanya datang. Apa yang harus Ara lakukan?. Ara bingung jadinya.
📩 Bidadari kecil ( karena Fahmi juga memiliki rasa pada Ara makanya kontak Ara di beri nama tersebut ) : Wa'alaikumsalam, Kak. Nggak apa - apa. Ara ngerti kok kalau Kakak lagi banyak tugas. Kakak tanang saja , disini Ara baik - baik saja. Kakak gimana kabarnya?. Jangan sampai Kakak telat makan gara - gara sibuk ngerjain tugas.
Ara bingung, haruskah Ia membalas rindu Gus Fahmi?. Walaupun sebenarnya Ia juga merindukan Gus Fahmi. Tapi sekarang statusnya sudah berbeda. Ia sekarang sudah menjadi istri orang, bukan wanita lajang seperti dulu.
📩 Kak Fahmi : kabar Kakak alhamdulillah baik - baik saja. Tanang saja Adek nggak usah kuwatir, Kakak tetap jaga pola makan Kakak kok. Yaudah Dek, Kakak seneng kalau Kamu baik - baik saja disana. Kalau begitu sudah dulu ya Dek, Kakak mau Ngaljut ngerjain tugas lagi. 💕. Assalamu'alaikum.
Ara bingung saat di suguhi emot 💕 dalam chatt tersebut. Ia harus membalas apa??? setelah difikir - fikir, lebih baik Ara membalas dengan emot senyum saja.
📩Bidadari Kecil : Wa'alaikumsalam, Kak☺.
Setelah membalas chatt dari Gus Fahmi, Lalu Ara keluar kamar untuk memasak dan melakukan pekerjaan yang lainya.
*
*
Beberapa waktu kemudian...
Waktu yg ditempuh Gus Ahmad untuk sampai ke Jawa Timur sekitar 3 jam 45 menit, karena Ia berkendara dengan mobil dan tidak terjebak macet. Ahmad tidak langsung pulang ke ndalemnya melainkan Ia langsung pergi ke campus karena jadwal bertemu dengan rektor campusnya adalah jam 10:00 pagi.
Pukul 10:00 pagi...
Ahmad tiba di campus dan langsung menuju kantor rektor. Sedari ndalem Kyai Ali, Ahmad memang sudah menggunakan pakaian formal karena Ia takut tak terlambat apabila Ia pulang dulu ke rumahnya untuk berganti baju.
__ADS_1
Pukul 11:00, Ahmad keluar dari ruang rektor setelah menandatangani kontrak kerjanya dan sedikit berbincang - bincang dengan sang rektor.
Ndalem Kyai Munawar.
Di ruang tamu tampak Ummi Farida sedang gelisah, karena sampai jam 11:00 siang putranya belum juga sampai rumah.
" Ummi kenapa sih, kok dari tadi kelihatan gelisah " Tanya Abah Munawar yang sedari tadi melihat istrinya bolak - balik keluar masuk ndalem seperti sedang menunggu seseorang.
" Bah, Ummi khawatir. Soalnya tadi Ahmad telepon Ummi, katanya mau pulang jam 06:00 pagi. Tapi sampai sekarang kok belum juga sampai " Jawab Ummi.
" Ya Ummi sabar saja. Mungkin Ahmad terjebak macet makanya belum sampai " Ucap Abah Munawar mencoba menenangkan istrinya.
" Baiklah Abah " Ucap Ummi Farida sambil duduk di sebelah suaminya yang sedang muthola'ah kitab.
Beberapa menit kemudian...
Tok...tok...tok...
" Assalamu'alaikun " Ucap Ahmad sambil mengetuk pintu rumahnya setelah Ia memakirkan mobilnya di garasi.
ceklek...
" Wa'alaikumsalam " Ucap Ummi sambil membuka pintu.
Ahmadpun masuk ke dalam rumahnya dan duduk di samping Abahnya.
" Nggih Ummi, anu nembe mampir teng campus riyin. Tanda tangan kontrak pekerjaan Mi " ( artinya : Iya Ummi, tadi mampir ke campus dulu. Tanda tangan kontrak pekerjaan Mi ) Jawab Ahmad.
" Kok cuman sendiri? menantu mama mana? " Tanya Ummi yang menyadari anaknya hanya datang sendiri tanpa istrinya.
" Si Ara Ahmad tinggal, karena mungkin Ara masih kangen sama Umminya " Jawab Ahmad.
" Nggih mpun Ummi. Ahmad mau izin ke kamar, mau istirahat dulu " Ucap Ahmad sambil berdiri dan melangkah pergi ke kamarnya.
*
*
Tak terasa sekarang waktu sudah menunjukan pukul 13:00 siang. Ara baru saja menyelesaikan salat berjamaah di masjid yg ada di pesantrenya. Setelah itu Ara kembali ke rumahnya.
Di kamar Ara...
" Pasti sekarang Kak Ahmad sudah sampai rumah " Ucap Ara.
" Mendingan Aku chatt sekarang aja ah " Ucapnya lagi
📩 Habibati ( Ahmad sudah terlebih dahulu mempunyai nomer ponsel Ara dan memberi nama tersebut untuk nomer Ara ) : Assalamu'alaikun, Kak ini Ara. Kak Ara minta maaf ya, Ara ketiduran jadi nggak bisa nganter Kakak sampe depan😥.
__ADS_1
Ahmad yang saat itu sedang memakai aplikasi wattsap mendapat chatt tersebut langsung bahagia. Ia lalu mengirimkan panggilan video call ke Ara, karena Ia rindu dan Ia tak akan puas jika hanya chattingan saja.
📲 Kak Ahmad...
Ara yang mendapat panggilan video call bingung, karena Ia masih malu untuk bersitatap dengan suaminya walaupun hanya lewat video call.
📲 akhirnya Arapun mengangkat video callnya dan munculah wajah Gus Ahmad yang tengah tersenyum ke arahnya.
" Assalamu'alaikum, Dek " Ucap Ahmad
" Wa'alaikumsalam, Kak " Ucap Ara
" Kok masih Kak, sih. Kan janjinya mau panggil apa coba? " Ucap Gus Ahmad sambil cemberut.
" Iya iya,,,maaf. Ara manggilnya Mas " Ucap Ara membenarkan ucapanya yang salah.
" Mas, maafin Ara ya. Ara tadi pagi ketiduran sampai nggak nganterin Mas ke depan " Ucap Ara sambik menunduk. Menandakan Ia menyesal.
" Iya nggak apa - apa kok Dek. Mas yang salah, Mas yang berangkatnya kepagian " Ucap Ahmad mencoba menghibur Ara.
" Oh iya, Mas. Itu ATM nya buat Mas aja. Mas nggak usah repot - repot. Ara punya tabungan kok, jadi disimpan Mas aja " Ucap Ara.
" Dek,,,Adek itu sekarang sudah menjadi tanggung jawab Mas. Jadi Adek nggak usah sungkan buat make uang Mas. Uang Mas itu juga uang Adek, tapi kalau uang Adek itu tetap uang Adek bukan uang Mas. Mendingan uang Adek disimpan saja, buat simpanan Adek saja " Ucap Ahmad.
" Ya sudahlah kalau Mas maksa, Adek bisa apa? " Ucap Ara sambil cemberut.
Mereka akhirnya mengobrol dan bercerita panjang kali lebar kali tinggi sampai tak terasa waktu kian beranjak sore.
*
*
*
*
*
Salam hangat dari Author😊
jangan lupa untuk dukung Author dengan cara
Like, Vote n commen😍
Terimakasih🙏
Follow juga ig Author▶Shinta Qodiriyyah
__ADS_1