Jodoh Sang NING

Jodoh Sang NING
Jika Rindu???


__ADS_3

Paginya setelah selesai mengaji pagi Nisa dengan dibantu Ara membawa barang - barangnya ke ndalem.


" Syah ini kamar Kita ". Sambil membuka pintu.


" Oh iya satu lagi. Lemari Kamu yang pojok kiri, yang warnanya coklat. Aku tinggal dulu ya Syah. Assalamu'alaikum ". Ucap Ara lalu meninggalkan Aisyah sendiri di kamar.


" Iya, wa'alaikumsalam ".


Tidak lama setelah Ara pergi Imah dan Wardah masuk kamar.


Ceklek...


Wardah yang masuk terlebih dahulu kaget saat melihat ada orang asing di kamar tersebut.


" Ada apa Mbak Wardah? ". Tanya Imah bingung, karena Wardah hanya berhenti di depan pintu setelah mbuka pintu.


" Kamu siapa? ". Tanya Wardah kepada Aisyah dan menghiraukan pertannyaan Imah. Wardahpun masuk ke dalam kamar.


" Eh,,,Mba. Perkanalkan Mba, nama Aku Aisyah. Aku abdi ndalem baru ". Ucap Aisyah bangkit lalu menyalami Wardah dan Imah secara bergantian.


" Perasaan abdi ndalemnya udah cukup deh, kok Ummi nambah lagi ". Ucap Wardah sambil berfikir.


" Iya, Mba memang betul. Aku disini di ajak sama Ara. katanya suruh nemenin Dia disini sekalian ikut bantu - bantu juga ".


" Mba Imah!. Berani - beraninya Ara masukin anak sembarangan ". Geram Wardah.


" Udah - udah jangan marah. Malu tau dilihat sama Aisyah. Iya kan Aisyah ". Ucap Imah sambil menoleh ke Aisyah.


" E,,,mmm i-iya ". Jawab Aisyah kikuk.


" Yasudah Aku mau masak dulu di dapur ". Ucap Imah lalu beranjak pergi.


Di dapur...


" Mba Nisa, lihat Ara nggak ". Tanya Imah celingukan.


" Lagi di kamar Gus Ahmad kali. Biasalah bersih - bersih ". Ucap Nisa tetap menggoreng tempe tanpa mengalihkan pandanganya kearah Imah.


" Oh,,,yasudah ". Pergi meninggalkan Nisa.


Imah lalu pergi ke lantai dua atau lebih tepatnya pergi ke ruang baca keluarga ndalem.


" Mad, Ummi ada nggak? ". Tanyanya yang mendapati Ahmad sedang duduk sambil membaca buku.


" Ngapain Lo nyariin Ummi? ". Ahmad yang ditanya malah nanya balik.

__ADS_1


" Ya elah Lo Mad, Gue nanya bener - bener. Lo malah nanya balik ". Ucapnya cemberut dan langsung nyelonong duduk di samping Ahmad.


" Ummi lagi pengajian sama Abah ". Ucap Ahmad tanpa menoleh kearah Imah.


" Eh,,,Mad BeTeWe ( bye the way ) habis lulus S2 mau kemana?. Mau lanjut kuliah lagi apa mau stop dulu? ".


" Ngapain Lo nanya - nanya hidup Gue. Kayak nggak punya urusan aja ". Ucapnya ketus.


" Gue???ngurusin hidup Lo. Ups sorry ya waktu Gue terlalu berharga buat ngurusin SEPUPU kayak Lo ". Ucapnya sewot.


" Idih Gue juga ogah ssepupuan sama Lo ". Balas Ahmad ikut sewot.


" Ya udahlah Gue turun aja. Lagian nggak guna juga Gue ngomong sama Lo. Oh,,,iya nanti kalau Ummi kondur, bilang sama Ummi kalau keponakannya yang SHOLEHA nyariin ". Ucap Imah sambil menekankan pada kata sholeha.


" Sana gih pergi aja. Sekalian pergi yang jauh. Satu lagi, Ummi itu panggilan Gue ke Ummi. Lo itu harusnya manggilnya Bude. PAHAM!!! ". Ucap Ahmad.


" Beraninya Lo nyuruh - nyuruh Gue. Awas aja nanti kalau Gue ketemu Bude, Lo Gue aduin. Gue aduin sama Bude kalau Lo kemarin habis ketemuan sama abdi ndalem baru yang namanya Ara ". Ucap Imah sambil tertawa mengejek.


" Bye ". Ucap Imah lagi sambil nyelonong keluar.


" Dasar sepupu gak ada akhlak!!! ". Umpat Ahmad.


Imah sebenarnya adalah keponakan dari Ummi Farida, namun Ia tak pernah mau diperlakukan khusus dan Ia tak pernah menceritakan kepada siapapun perihal hubunganya dengan Ummi Farida.


Imah dan Ahmad memang sudah akrab dari kecil lantaran usia mereka yang hanya terpaut 3 tahun. Jadi bisa dibilang mereka bukan hanya saudara tapi juga teman. Dan jangan lupakan sifat bar - bar Imah yang memang sudah dari sananya, karena Ia memang orang jakarta asli.


*


*


" Kang Fahmi kok Aku perhatiin dari tadi nglamuan aja. Awas loh nanti kesambet jin Jamal ". Ucap Sahal


" Apa katamu Hal, kesambet jin Jamal. Dasar Sahalilintar ngomongnya suka kaya bledek. Namanya aja Sahalilintar ". Ucap Jamal yang tak terima namanya dipakai sebagai nama jin.


" Enak aja Kamu Kang. Orang nama bagus - bagus Kamu ganti. Nanti Kamu dimarahin Ibukuloh ". Ucap Sahal yang sama - sama nggak terima. Sahal adalah anak tunggal yang sangat disayang mamahnya. Jadi banyak teman - temanya yang memanggilnya anak mamah😅, karena sedari kecil Ibunyalah yang selalu ada disampingnya. Sedangakan Ayahnya sibuk mengurus bisnisnya. Maklumlah horang kaya😅


" Dasar anak MAMAH!!! ". Ucap Jamal sambil menekankan ucapanya pada kata Mamah.


" Kalian ngapain sih, kok palah pada jadi berantem ". Ucap Fahmi melerai Sahal dan Jamal yang sedang ribut.


" Iya, iya sorry ". Ucap Sahal dan Jamal bersamaan sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentu huruf V.


" Kenapa Kang Fahmi dari tadi melamun? ". Tanya Sahal lagi.


" Huh,,,Aku lagi rindu seseorang Kang ". Ucal Fahmi tanpa basa - basi.

__ADS_1


" Emang rindu sama siap Kang? Ibu " Tanya Sahal.


" Bukan Kang ". Ucap Fahmi pelan.


" Bukan??? ". Ucap Sahal bingung. Siapa yang dirindukan temanya itu kalau bukan Ibunya.


" Ya pasti bukan Ibunya lah. Emang Kang Fahmi kaya kamu yang anak mamah ". Ucap Jamal mengejek Sahal.


" Aku rindu sama seseorang yang kini menjadi tambatan hatiku ". Ucap Fahmi dengan nada rendah.


" What!!! ". Ucap Sahal dan Jamal bersamaan.


Tiba - tiba pintu terbuka dan masuklah Ikhsan yang ternyata sedari tadi tidak sengaja menguping pembicaraan mereka bertiga.


Sebenarnya Ikhsan tidak niat menguping, tapi suara mereka bertiga yang menggangu Ikhsan saat membaca buku di depan kamar. Suara yang paling mengganggu sebenarnya berasal dari suara Sahal dan Jamal. Terutama saat mereka bilang " What!!! " yang langsung mengundang rasa penasaran Ikhsan. Jadi alhasil Ia menghapiri Sahal, Jamal dan Fahmi.


" Gini Kang. Kalau soal rindu merindu, Aku memang bukan ahlinya. Tapi Aku punya solusi untuk masalah Kang Fahmi ". Ucap Kang Ikhsan tiba - tiba duduk di depah Fahmi. Dianyara para abdi ndalem laki - laki, Kang Ikhsan memang yang pemikiranya paling dewasa. Ia juga sudah dijodohkan oleh Abah Munawar dengan seorang Ning.


" Gini Kang. Jika rindu, berwudlulah. Mengadukan kepada Allah atas segala yang kau rasakan. Jika Dia yang dimaksud adalah takdirmu, maka Allah akan menggerakan dua hati untuk bertemu dan bersatu. Bersabarlah, karena Allah SWT lebih mengerti diri kita dari pada diri kita sendiri. Jadi gitu Kang Fahmi ". Ucap Ikhsan mengakhiri ceramahnya.


" Wah ternyata Kang Ikhsan bucin juga ya ". Ucap Sahal dan Jamal bersamaan sambil menggeleng - gelengkan kepala mereka seperti tidak percaya dan mengacungkan ibu jari mereka kearah Kang Ikhsan.


" Ah,,,kalian bisa aja ". Ucap Ikhsan malu, karena pujian Sahal dan Jamal.


" Makasih ya Kang. Sampean memang motivator ulung kita ". Ucap Fahmi setelah mencerna semua ceramah dari Ikhsan.


*


*


* Hay reader's maaf baru bisa Up...soalnya Author lagi ujian😅. Maaf kalau ceritanya garing, soalnya ini novel perdana Author🙏.


Semoga kalian suka baca cerita Author. Jangan bosen ya buat nunggu Author up☺


*


*


*Jangan lupa untuk dukung Author dengan cara


Like, Vote n Commen* sebanyak - banyaknya😊😊


Salam hangat dari Author😊


Trimaksih🙏

__ADS_1


Love


@*Shinta_28***


__ADS_2