
Tak lama kemudian ada seorang pria yang mendekati mereka di trek balap.
“Hai nona cantik” ucap Agam sambil memperhatikan Bella.
“Siapa?” ucap Bella dengan nada dingin.
“Pangeran belahan jiwamu my princes” jawab Agam dengan senyuman manis dan kedipan mata.
“Euu.. najis, ingin muntah gua rasanya” saut Fitri dengan sangat ketus.
“Pergi dari sini dan jangan ganggu sahabat gua” ucap Kay dengan wajah datarnya.
“Itu sahabat lu Kay, kok lu enggak pernah bilang sih sama gua. Kan kalo begitu gua bisa jadian sama dia dari kemarin-kemarin” saut Agam dengan nada manja nya.
“Jangan mimpi lu!!” ucap Bella dengan wajah datar.
“Sudah sana jauh-jauh hus.. hus.. hus..” umpat Dhea seraya mengusir Agam.
Saat Agam ingin berbicara, ada seseorang yang memegang bahu Agam.
“Gua cari-cari ternyata lu sini dengan mereka” ucap Bani dengan sedikit melirik Kay.
“Ckk!! Kenapa sih ini orang muncul melulu bikin kesel saja lama-lama” ucap batin Kay.
“Mau apa kalian ada di sini?” tanya Kay dengan mengangkat alisnya.
“Ya mau balapanlah masa iya mau jualan cilok” ucap Agam dengan nada kesalnya.
“Itu jauh lebih bagus untuk lu. Mending jualan cilok sana, dari pada balapan kalah cengeng lagi haha” jawab Fitri dengan nada mengejek.
“Wah.. kalian meremehkan aku rupanya” saut Agam dengan nada sombongnya.
“Memang kau bisa balap mobil? Bahkan balap sepeda pun kau masih sering jatuh haha” jawab Fitri yang terus meledek Agam.
__ADS_1
Bani yang dari tadi hanya bisa memperhatikan Kay dan berkata dalam hati kecilnya “Semakin hari dia terlihat semakin cantik”
“Kalau lu tidak percaya, tanyakan saja pada temanmu itu. Iya kan My Princes” umpat Agam seraya tersenyum manis kelapa Bella.
Bella yang melihat kelakuan Agam seperti itu malah membuatnya muak lalu menarik tangan Fitri untuk menuju pinggir trek balap.
Agam yang melihat Bella menjauh itu ingin mengejarnya, namun dihentikan oleh Bani.
“Mau ke mana lu?” ucap Bani sambil memegang kerah baju Agam.
“Uhuk.. uhuk.. lepas gua mau ikut my princes” jawab Agam dengan batuk-batuk akibat kerah bajunya yang sedikit mencekik lehernya.
Dhea dan Kay yang ada di situ hanya bisa memperhatikan kedua bocah tengil ini yang sedang drama.
“Princes apaan, kaya lu di anggap saja sama dia” saut Bani dengan nada kesal dan melepaskan tangannya.
“Lu juga sama, memangnya lu di anggap sama Kay?” tanya Agam membuat Bani terdiam.
Sedangkan Kay malah terkejut mendengar perkataan frontal dari mulut Agam.
“Kan teman lu itu mantan nya si Bani” jawab Agam dengan menekankan kata-katanya.
“Harus banget ya kata-kata mantan diperjelas” ucap batin Bani.
“Lu itu ya 11 12, ada suara tapi tidak ada wujudnya” jawab Dhea dengan nada ketusnya.
“Yakk.. dasar wanita aneh enak sekali kau mengataiku seperti itu” ucap Agam dengan nada emosi.
Kini Agam dan Dhea saling cek-cok melempar cacian dan hinaan satu sama lain.
Sedangkan Bani menyempatkan waktu ini untuk mendekati Kay kembali.
“Bagaimana kabarmu Kay. Kau terlihat semakin cantik saja” ucap Bani dengan senyuman.
“Kabar gua jauh lebih baik setelah putus dari lu dan gua memang sudah terlahir cantik dari kecil” jawab Kay dengan ketus dan dingin.
__ADS_1
“Kenapa sih harus bawa-bawa kata putus? Apa tidak ada kata-kata lain begitu, misalkan balikan, sayang, baby atau semacamnya” tanya Bani dengan sedikit kesal.
Kay cuman bisa berdiam diri dan acuh karena dia sudah malas meladeni orang seperti Bani yang sudah mengkhianati dan menyakiti hatinya dengan sangat hancur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua..
See you again bye-bye .. 🤗
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.
...----------------...
...Mumpung si Kay lagi kesal dengan kedatangan Bani,...
...Ayo kita melipir sejenak ke novel sebelah yang ingin saya rekomendasikan ke kalian saat ini 😊...
...Cuss datang yuk kesana jangan lupa 🤩 Terima kasih.. semoga kalian menyukainya 😍🙏☺️...
...“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya....
...“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”...
...“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum....
...Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya....
__ADS_1