
Lalu Nyonya Jeslyn kembali beristirahat dan melanjutkan tidurnya yang tadi terganggu oleh mimpi yang aneh menurutnya.
Pagi hari Di Cappadocia Turki
Tuan Abraham telah sibuk dengan laptop serta handphone nya di ruang tamu.
Sedangkan Nyonya Jeslyn sedang sibuk memandikan anak-anak di kamar.
📱 “Gimana? Sudah kau cari tahu tentang anak yang saya ceritakan kemarin” ucap Tuan Abraham sambil menelepon orang suruhannya.
📱 “Sudah Tuan, saya juga sudah mengirimkan email tentang keluarga anak itu” jawab seseorang dari jauh.
📱 “Bagus, baiklah nanti saya cek semuanya. Dan jangan lupa urus semua surat pengadopsian yang sah menurut hukum” ucap Tuan Abraham dengan nada dinginnya.
📱 “Apa Tuan yakin ingin mengadopsi mereka? Bagaimana jika keluarga mereka mengambil kembali mereka setelah sukses nanti” jawab seseorang dengan nada yang khawatir.
📱 “Itu biar urusan saya nanti. Yang penting kau urus saja semuanya dan meminta pengacara untuk mengatasi masalah ini sampai ke akarnya” ucap Tuan Abraham.
📱 “Baik Tuan. Semua perintah akan saya lakukan sebaik mungkin tanpa membuat masalah di kemudian hari” jawab seseorang dengan lantang.
📱 “Saya tutup dulu teleponnya” Tuan Abraham langsung menutup telepon saat melihat istri dan anak-anak keluar dari kamar.
Sang kakak berjalan ke arah Tuan Abraham lerlebih dahulu dan duduk disamping.
Sedangkan sang adik mencoba berjalan sambil sempoyongan mencapai tujuannya yang diawasi dari belakang oleh Nyonya Jeslyn.
“Wah... boy kau sudah mulai lancar jalannya ya. Ayo sini sayang kemarilah” ucap Tuan Abraham sambil merentangkan tangannya.
“Haha.. yaya oteh” ucap sang adik dengan terus berjalan mendekati Tuan Abraham.
Sang kakak hanya bisa menatap Sang Adik dengan sangat bahagia melihat betapa semangatnya sang adik berjalan yang di dukung oleh orang yang sayang sama mereka, meskipun dulu hanya sang kakak lah yang mendukungnya.
Karna inilah yang mereka mau, kasih sayang orang tua yang tulus bukan seperti keluarga kandungnya yang malah tega membuang anaknya sendiri.
Sedangkan Nyonya Jeslyn terlihat seperti seorang ibu yang sedang menjaga anaknya dari bahaya di dekatnya dengan sangat baik.
“Awasss..” teriak Tuan Abraham saat melihat sang adik hampir oleng dan terjatuh.
Dengan sigap Nyonya Jeslyn menangkap sang adik agar kepalanya tidak sampai membentur pinggiran meja yang runcing.
Kini Tuan Abraham dan sang kakak merasa lega karena sang adik tidak sampai terjatuh.
Lalu mereka semua pergi menuju meja makan, di sana Nyonya Jeslyn sudah membuat sarapan nasi goreng dengan telur mata sapi serta kerupuk dan bubur ayam untuk sang adik.
Kini semuanya makan bersama dengan sang adik yang selalu disuapi oleh Nyonya Jeslyn.
__ADS_1
Sampai saatnya mereka telah selesai makan, mereka langsung pergi ke ruang keluarga untuk duduk bersantai dan menonton televisi.
Sang kakak dan adik duduk di bawah beralaskan karpet bulu tebal yang halus dan bersih.
Sedangkan Nyonya Jeslyn duduk di samping Tuan Abraham di atas sofa.
Saat sang kakak dan adik sedang bermain beberapa mainan yang telah dibelikan kemarin, Nyonya Jeslyn mulai memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.
“Apa Mas yakin ingin mengadopsi mereka berdua?” ucap Nyonya Jeslyn dengan suara pelan dan menatap suaminya.
Tuan Abraham memegang tangan istrinya dan berkata “Aku yakin sayang, mungkin ini jalan Tuhan untuk kita. Agar kita bisa merawat mereka seperti anak kita sendiri”
“Meskipun nanti ke depannya kita tetap tidak bisa mempunyai keturunan, aku sudah ikhlas menerimanya. Aku tidak mau membuatmu lelah dengan metode-metode dari dokter yang sedikit menyakitkan itu” sambung Tuan Abraham untuk melanjutkan kata-kata nya.
“Mas benar ingin membuat keputusan ini tanpa harus berunding dengan ibu dan ayah di rumah dulu? Bagaimana jika mereka menolaknya” ucap Nyonya Jeslyn dengan sedikit menatap kepada anak-anak yang bermain.
“Tidak perlu khawatir ibu dan ayah akan selalu mendukung kita jika itu yang terbaik. Bahkan ayah ibu juga sudah tidak mau mempermasalahkan soal keturunan lagi. Yang penting rumah tangga kita baik-baik saja sayang” jawab Tuan Abraham dengan membelai sayang pipi istrinya dengan lembut.
“Lalu bagaimana dengan keluarga mereka, mas?” ucap Nyonya Jeslyn dengan raut wajah sedihnya.
Kini Tuan Abraham menjelaskan semua info yang sudah ia dapatkan dari seseorang tersebut melalui email.
“Jadi mereka dari keluarga yang kurang baik mas? Ibunya yang seorang wanita malam dan ayahnya yang seorang pemabuk serta bermain perempuan. Apakah mereka benar-benar anak kandungnya?” Tanya Nyonya Jeslyn dengan rasa penasaran.
“Aku sudah mengurus pengadopsian mereka yang sah sesuai dengan hukum yang berlaku dan semuanya selesai nanti sore. Lalu malamnya kita langsung pulang ke Korea” kini Tuan Abraham langsung duduk di sebelah anak-anak dan diikuti oleh Nyonya Jeslyn.
“Boleh aku ikut gabung di sini dan bertanya sesuatu kepadamu hem..” tanya Tuan Abraham dan Nyonya Jeslyn langsung bermain dengan sang adik.
“Boleh, Tuan mau bertanya soal apa” ucap sang kakak sambil menatap Tuan Abraham.
Kini raut muka Tuan Abraham dan sang kakak menjadi sedikit serius.
“Jika kami ingin menjadi orang tua kandungmu apakah kalian akan menerima kami? Kami sudah lama menikah tetapi tidak memiliki anak dan istriku sudah di diagnosa oleh Dokter untuk susah memiliki anak” Ucap Tuan Abraham menjelaskan sebisa mungkin agar sang kakak mengerti apa yang sedang Tuan Abraham katakan.
“Apakah kalian ingin memiliki anak seperti kami yang tidak diinginkan oleh orang tua kami sendiri? Bahkan kami dibuang oleh orang tua kami agar mereka bisa hidup tenang tanpa kami” jawab sang kakak dengan raut wajah menyedihkan.
“Hai sudah tidak perlu diingat lagi. Mulai sekarang kalian adalah anak kandung kami, bagaimana apa kamu menyetujuinya? Kalau memang kalian tidak mau, aku akan membatalkan surat pengadopsian kalian” ucap Tuan Abraham dengan rasa khawatir.
Sedangkan Nyonya Jeslyn hanya menyimak obrolan mereka dengan sedikit meneteskan air mata sambil memangku sang adik.
Kini perasaan Tuan Abraham dan Nyonya Jeslyn dibuat khawatir dengan diamnya sang kakak tanpa bersuara sedikit pun.
Tetapi saat Tuan Abraham ingin berbicara tiba-tiba saja sang kakak memotongnya.
“Kami mau kok Tuan jadi anak kalian. Kami akan berusaha menjadi anak yang terbaik buat kalian, dan kami janji tidak akan mengecewakan kalian yang sudah mau menganggap kami sebagai anak kandung kalian sendiri” ucap sang kakak membuat Tuan Abraham dan Nyonya Jeslyn meneteskan air mata bahagianya dan langsung memeluk anak-anak.
__ADS_1
“Baiklah mulai sekarang panggil kami dengan sebutan papah dan pamah ya..” ucap Nyonya Jeslyn dan diangguki oleh Tuan Abraham.
“Pa-papah ma-mamah” jawab sang kakak dengan suara gugup sehingga menjadi terbata-bata.
"Yey.. apa ama yey.." ucap sang adik dengan wajah yang sangat senang dengan tangan seraya seperti orang yang bertepuk tangan.
Akhirnya kini keluarga kecil Abraham telah lengkap, meskipun hanya anak adopsi tetapi mereka tetap adalah anak dan orang tua yang sah diatas hukum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua..
See you again bye-bye .. 🤗
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.
...----------------...
...Hai para leaders.. ☺️...
...Gimana kalo kita melenceng sedikit ke novel yang lain....
...Disini saya mau merekomendasikan suatu karya novel yang bagus untuk kalian lihat kisah nya....
...Ayo buruan mampir ke sini ya jangan sampai enggak loh nanti rugi loh hehe.. 😜😂...
"Perjuangan yang sungguh-sungguh akan membuatmu berhasil mencapai apa yang kau inginkan. Berjuanglah dan tanamkan satu target dihadapanmu!"
~Lara Alessandra
Sebagai wanita dengan berat badan 107 kilogram, Lara kerap kali merasa berkecil hati. Kedatangan keluarga Alex untuk melamar dirinya sudah seperti anugerah terindah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Sayangnya, pernikahan sempurna yang dibayangkan Lara tidak sama dengan kenyataan. Alex ternyata mau menikah dengannya karena sebuah paksaan. Bukan karena cinta apa lagi mau menerima Lara apa adanya.
Namun, Lara tidak pernah menyerah. Dia terus berjuang agar Alex mau mencintainya dan menerima dia apa adanya. Ketika perjuangan Lara masih setengah jalan. Dia justru memergoki sang suami sedang bersenang-senang dengan wanita lain.
Apakah Lara akan berhasil membuat Alex jatuh cinta padanya atau justru dia akan menyerah dan memilih untuk meninggalkan Alex?
__ADS_1