
Pagi hari diruang makan keluarga Harrison
“SAYANG-SAYANGNYA MAMAH AYO TURUN SARAPAN SUDAH SIAP LOH” teriak Nyonya Jeslyn dari ruang makan.
Sudah sangat lama Nyonya Jeslyn menunggu semuanya diruang makan sambil menata makanan di meja. Namun, belum ada tanda-tanda mereka akan turun.
Sedangkan Tuan Ernest dan Nyonya Agatha pagi-pagi sekali pergi karena ada urusan yang mendadak.
“Aishh.. tumben banget sih pada belum bangun sudah jam berapa ini. Mending susulin ke kamar deh dari pada nanti tuh orang pada telat” ucap Nyonya Jeslyn sambil berjalan menaiki anak tangga.
Di kamar Nyonya Jeslyn dan Tuan Abraham
Nyonya Jeslyn membuka handle pintu secara perlahan kemudian masuk dan tidak lupa menutup kembali.
“Astaga.. pantas saja dia tidak mendengarku, orang mukanya saja ditutupi oleh bantal” ucap Nyonya Jeslyn.
“Sayang ayo bangun sudah siang, nanti kamu telat kerjanya loh” ucap Nyonya Jeslyn sambil mengambil alih bantal yang menutupi wajah sang suami.
Tuan Abraham hanya terusik sedikit dan kembali tidur dengan memeluk guling.
“Lah malah tidur lagi ini orang, benar-benar ya. Lihat saya cara ini akan aku pastikan matamu langsung mendelik mas” ucap Nyonya Jeslin sambil duduk di pinggir kasur.
Ide jail seketika muncul dalam pikiran Nyonya Jeslyn untuk menjahili suaminya yang masih tidur agar cepat bangun karena hari sudah mulai siang.
__ADS_1
Nyonya Jeslyn lalu membungkukkan badannya, meminggirkan anakan rambut ke telinganya serta mendekatkan bibirnya di telinga Tuan Abraham.
“Sayang yok buat dede” ucap Nyonya Jeslyn dengan suara indahnya.
“Fiuhh.. sayang ayolah aku menginginkanmu loh cepat bangun” sambung Nyonya Jeslyn dengan meniup-niup telinga suaminya.
Tuan Abraham yang sedang bermimpi itu seketika buyar dan langsung duduk serta mendelikan matanya.
“Akhirnya bangun juga kan, hanya dengan suara tanpa sentuhan saja sudah bangun. Tidak yang bawah tidak orangnya sama-sama cepat bereaksi hihi” gumam Nyonya Jeslyn yang telah berhasil mengerjai suaminya yang lagi enak-enak tertidur.
Tuan Abraham melirik dan menatap mata istrinya dengan rasa bingung.
“Sa-sayang.. apa yang tadi kau bilang? Buat dede?” tanya Tuan Abraham dengan wajah memerah dengan kesadaran yang belum stabil.
“Tidak sayang, aku hafal dengan suaramu loh.. ayo bikin dede” rengek Tuan Abraham dengan wajah yang kusut khas bangun tidur.
“Mandi sekarang terus turun sarapan, atau jatahmu nanti malam tidak akan ada lagi selama 1 bulan ke depan” saut Nyonya Jeslyn dengan nada dingin.
Tuan Abraham yang melihat istrinya sudah mengeluarkan juruskan itu, membuat dedenya tiba-tiba saja tertidur kembali padahal tadi sudah terbangun loh..
Kok bisa tiba-tiba tidur? Ya dari pada Tuan Abraham tidak mendapat jatah selama 1 bulan mending sang dede mengalah untuk tidur sejenak.
“Huaa.. sayang enggak mau enggak mau” jawab Tuan Abraham seraya kakinya menendang-nendang angin.
__ADS_1
“Astaga ini kayanya bukan suami gua dah, kok ya begini banget sih cuman karena jatah bisa sampai berubah menjadi anak kecil hihi” ucap batin Nyonya Jeslyn seraya tersenyum sambil meninggalkan kamar.
“Pokonya gua harus cepat-cepat mandi dan turun ke bawah, jangan sampai nanti ade gua karatan karena tidak di asah setiap hari” ucap Tuan Abraham sambil berlari ke arah kamar mandi.
Nyonya Jeslyn ke luar dari kamarnya menuju kamar El
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.
__ADS_1