
Di kamar Al
Nyonya Jeslyn membuka handle pintu kamar Al secara perlahan dan menongolkan kepalanya sedikit.
“Aish.. anakku yang satu ini memang sangat menyeramkan, semua serba hitam dan gelap. Membuat bulu kudukku berdiri saja” ucap Nyony Jeslyn di dalam hati.
Dengan sangat perlahan Nyonya Jeslyn masuki kamar Al.
Dan tiba-tiba saja lampu menyala.
Ting..
“Kamar anak setan” ucap Nyonya Jeslyn terperanjat sambil terkejut.
“Astaga Al, kamu buat mamah kaget saja” sambung Nyonya Jeslyn dengan mengusap dadanya.
Al yang baru saja keluar dari kamar mandi di buat curiga dengan bayangan hitam yang berjalan, membuat dirinya langsung menyalakan lampu kamarnya.
Kamar Al ini memang di desain sangat unik ya, berbeda dari kamar yang lain. Karena Al ingin mempunyai kamar bernuansa hitam pekat dan hanya bisa terang jika lampu di nyalakan. Bahkan matahari pun susah untuk memancarkan sinarnya memasuki kamar Al.
“Kamar anak setan? Berarti mamah setannya” ucap Al dengan nada cuek sambil mengeringkan rambutnya.
“Yak.. enggak begitu juga maksudnya El, namanya orang kaget ya refleks saja berbicara” ucap Nyonya Jeslyn dengan nada malas.
“Ada apa mamah masuk kamar Al? tumben” tanya Al dengan mengangkat satu alisnya.
“Hehe.. tadi niatnya mau membangunkanmu, takutnya kesiangan eh malah sudah bangun duluan” jawab Nyonya Jeslyn sambil tersenyum lebar.
“Ya sudah mamah tunggu di bawah saja, nanti Al menyusul” ucap Al dengan nada dingin.
“Baiklah boynya mamah yang tampan” ucap Nyonya Jeslyn dengan tangan membentuk sarang haeyo dan mata mengedip satu.
Seketika Al dibuat terkejut dengan ulah mamahnya ini yang sedang mencoba menggoda dirinya.
__ADS_1
“Aish.. mamah sudahlah pergi sana” ucap Al dengan nada malu.
“Hehe.. ya sudah mamah keluar dulu ya” ucap Nyonya Jeslyn hendak berjalan keluar kamar Al.
“Dasar sudah tua masih saja genit” gumam Al sambil menggelengkan kepalanya.
“Stop mengumpati mamahmu ini Aldrich Harrison” ucap Nyonya Jeslyn membalikkan badannya sambil menatap tajam Al.
“Enggak nyangka gua, mamah bisa lebih seram dari gua” ucap batin Al sambil merasa sedikit ketakutan tetapi masih bersikap biasa saja.
“I-iya maaf mah” ucap Al sambil menundukkan kepala.
“Kau sangat menggemaskan ketika seperti ini boy” ucap Nyonya Jeslyn sambil mengusap kepala Al dengan lembut.
Al yang merasakan tangan mamahnya itu seketika mengangkat kepalanya dan menatap sang mamah.
“Haha.. mamah hanya bercanda boy” ucap Nyonya Jeslyn sambil tertawa gemas mencubit pipi Al.
“Yak.. dasar tidak tahu malu, bisa-bisanya menggoda anak sendiri” jawab Al sambil menatap sinis mamahnya.
Al yang melihat mamahnya berpura-pura dingin membuat dirinya semakin menunjukkan sisi dinginnya dan membuat Nyonya Jeslyn sedikit ketakutan.
“Dasar anak kutub” ucap Nyonya Jeslyn sambil pergi keluar kamar Al.
Al yang melihat kepergian mamahnya kini kembali melanjutkan aktivitasnya mengganti pakaian kantor.
Nyonya Jeslyn meninggalkan kamar Al lalu berjalan menuju kamar sang princes.
Di kamar Kay
Nyonya Jeslyn membuka handle pintu kamar Kay dengan perlahan, kemudian masuk dan tidak lupa menutupnya kembali.
Saat ingin membangunkan sang princes, Nyonya Jeslyn dikejutkan dengan keadaan Kay yang tertidur dengan menutupi semua badannya dengan selimut hanya tersisa kening dan rambutnya saja.
__ADS_1
"Yaampun Kay, kok tidur seperti mayat saja. Tidak biasanya kamu begini sayang" gumam Nyonya Jeslyn dengan sedikit menarik selimut ditubuhnya Kay.
Kay yang merasakan dingin kemudian membuka matanya perlahan.
"Mamah.. tubuh Kay tidak enak, kayanya Kay sakit deh" keluh Kay kepada sang mamah dengan muka yang sangat memelas.
"Astaga sayang, ini badanmu panas banget loh. Sejak kapan kamu ngerasain ini? kenapa tidak bilang dari semalam nak. Kan mamah jadi khawatir loh" ucap mamah dengan nada cemas dan tak lupa tangannya yang memegang kening Kay.
"Entahlah mah Kay juga tidak tahu, pas tadi Kay bangun kok ngerasa pusing makannya Kay diam saja di kasur" ucap Kay sambil mnenatap sang mamah dengan sayu.
"Kalau begini sih tidak bisa dibiarkan Kay, ayo kita kerumah sakit. Mamah panggilkan papah dan kakak-kakakmu dulu" jawab sang mamah sambil berdiri hendak berjalan namun Kay memegang tangannya untuk menahan sang mamah agar tidak pergi.
"Tidak perlu mah, Kay tidak apa-apa kok nanti setelah istirahat dan makan juga sorenya sudah sembuh. Apa lagi mamah kan ada acara reuni sama teman-teman jadi pergilah, Kay juga dirumah ada bibi kok" Kay mencoba menahan sang mamah dan terus mencari alasan agar tidak dibawa mamah nya pergi kerumah sakit.
"Yasudah mamah minta bibi untuk membawakan kamu sarapan ya dan nanti mamah siapin obat penurun panas dan pusing biar kamu bisa tidur nyenyak nantinya" ucap sang mamah dan diangguki oleh Kay.
Nyonya Jeslyn menyelimuti tubuh Kay kembali sebatas leher dan tidak lupa mengusap kepala Kay sambil memberi kecupan di kening sang princes kesayangan.
Kemudian Nyonya Jeslyn segera berjalan pergi keluar dari kamar, meninggalkan Kay yang masih dengan keadaan sedikit lemas serta pucat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
__ADS_1
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.