
Farhan langsung berlari ke meja El dan menaruh berkas di atas meja untuk menyalip Jaeron.
“Hyung lu tahu enggak sih, gua kerjai berkas ini tuh dari pagi siang malam enggak makan minum tidur. Semuanya penuh perjuangan Hyung, gua cape banget” keluh Farhan dengan nada yang dimelas-melasin agar El merasa kasihan terhadapnya dan agar Farhan terlihat seperti partner kerja yang bisa diandalkan.
“Enggak sekalian saja lu enggak usah nafas biar cepat kelar” saut Jaeron dengan nada malas.
Seketika Farhan dibuat terdiam sejenak dan saat dia sudah sadar dengan kata-kata Jaeron, Farhan langsung berteriak.
“Yakk.. kalo gua enggak nafas mati dong. Kenapa hyung jahat banget sih doain gua mati” Farhan menatap Jaeron dengan sangat kesal dan marah karena kata-katanya berhasil bikin Farhan naik darah.
Jaeron yang mendengar Farhan itu merasa sedikit bosan dan mengacuhkannya agar tidak tambah berisik yang membuat kupingnya berasa mendengung kencang.
El yang dari tadi diam dan hanya memperhatikan keduanya kali ini sudah benar-benar diambang batas kesabaran, bahkan mukanya sudah memerah menahan rasa kesal dan emosinya.
“Luberduabisaenggaksihmaintom&jerrynyadiluarsajajangandisini. Guaituudahpusingbanyakkerjaanjanganlupadabikinguatambahpusingdengankehidupanpenuhdramaluberdua” El mengucapkan semuanya dengan satu tarikan nafas tanpa jeda.
Farhan yang mendengar El sudah berbicara tanpa jeda itu seketika langsung diam dan karena ia tahu jika El sudah berbicara tanpa jeda berarti El sudah sangat marah.
Namun beda dengan Farhan yang malah terkesima dengan penampilan El yang menurutnya sangat keren bisa berbicara sepanjang itu hanya dengan satu tarikan nafas tanpa jeda pula.
__ADS_1
“Waw.. Hyung kemampuan bicara tanpa jeda lu semakin hari semakin meningkat ya hehe.. Bagus Hyung lanjutkan bakatmu gua dukung kok” Farhan malah memberi semangat El untuk aksinya itu.
El yang baru mengambil nafas itu seketika dibuat sangat frustrasi dengan tingkah laku Farhan yang benar-benar menguras tenaganya.
“Di sana ada Vier, di sini ada Farhan hidup gua berasa penuh dengan bocah-bocah PRIK kaya mereka” ucap batin Jaeron.
El yang sudah sedikit mereda itu langsung menanyakan tujuan mereka datang ke ruangnya. Karena El sudah tidak mau berlama-lama lagi untuk menghadapi mereka yang setiap ketemu hanya membuat kepalanya berasa kaya mau pecah dan meledak.
Akhirnya Jaeron menjelaskan terlebih dahulu dari pada Farhan karena El lebih dulu menanyakan ke pada Jaeron dari pada Farhan yang bisanya hanya membuat kepalanya penat.
Namun Farhan tidak terima jika Jaeron yang diutamakan, karena kan Farhan yang lebih dulu mengasih berkas di meja El tetapi El malah menanyakan kepada Jaeron bukan Farhan.
“Kan gua sudah bilang Hyung, gua kesini itu mau mengasih laporan hasil kerja keras gua ini” Farhan menunjukkan berkas di atas meja El.
“Kerja keras? Lu saja sudah telat 1 minggu mengumpuli laporannya. Mana ada lu kerja keras!! Yang ada tuh berkas yang kerja keras buat bertahan di meja lu” jawab El dengan sangat malas.
“Hehe.. yang pentingkan gua sudah berusaha Hyung” Farhan menyengir kuda meratapi kesalahannya.
El yang sudah benar-benar tidak kuat lagi menahan rasa kesal dan pusingnya itu langsung menyuruh mereka keluar dari ruangan.
__ADS_1
Tapi siapa sangka Farhan malah membuat ulah kembali untuk meminta jatah libur kepada El krena sudah bekerja keras untuk mengerjakan berkas itu.
Jaeron yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Farhan tidak ada kapoknya untuk membuat El marah kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
Warning!!!
__ADS_1
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.