Jodohku Di Depan Mata

Jodohku Di Depan Mata
Merah Merona


__ADS_3

Seketika Farhan dan Via langsung terdiam dengan seribu bahasa, karena mereka melihat ada dua singa yang sedang menatap tajam ke arah mereka seakan-akan ingin menerkam mereka berdua menjadi santapan makan malam.


“Ihh.. sudah kenapa sih jangan pada ribut, kaya anak kecil saja” ucap Momo sambil memajukan bibirnya


“Diam lu anak kecil” saut Farhan dengan nada membentak.


Momo yang tipikal wanita tidak bisa dibentak itu seketika langsung terkejut dan menangis, membuat semua yang ada di sana merasa tidak tega melihat Momo yang menangis hanya dengan bentakan.


Jae yang melihat Momo menangis membuat dirinya tersentuh dan seketika..


Plakk...


Jaeron memukul kepala Farhan dengan perasaan kesal karena sudah membuat wanita lembut seperti Momo menangis.


“Lu bisa enggak sehari saja tidak bikin ulah, lihat itu anak orang sampai menangis begitu” ucap Jaeran sambil menatap tajam Farhan.


Farhan yang merasakan sakit itu langsung tidak terima dengan Jaeron lalu menatap tajam balik dan berkata “Hyung sakit tahu, bagaimana jika nanti gua jadi b£g0. Hyung mau tanggung jawab” Farhan merasa kesal dengan Jaeron yang seenaknya memukul kepala tanpa izin.


“Memang lu sudah b£g0” jawab Jae dan El berbarengan.


Momo yang melihat tingkah konyol para pria itu malah menjadi tertawa gemas.

__ADS_1


Sedangkan Farhan yang melihat Momo tertawa dengan sangat manis dan menggemaskan itu seketika wajahnya memerah merona seperti layaknya tomat yang kematangan.


Momo yang melihat wajah putih Jaeron memerah malah membuatnya bingung dan langsung memegang kening Jaeron menggunakan tangan mulusnya.


“Oppa kenapa mukanya merah? Oppa lagi demam ya” ucap Momo dengan wajah khawatir.


Lagi dan lagi wajah Jaeron malah di buat tambah memerah menahan malu dengan tingkah Momo yang asal ceplas-ceplos itu.


El berpikir jika wajah Jaeron memerah bukan sedang demam yang dibilang Momo tadi, melainkan karena menahan malu dan benih-benih cinta di dalam hati Jaeron sudah mulai tumbuh.


Tetapi El malah gagal fokus dengan wajah Jaeron yang bukannya terlihat semakin menggemaskan ketika malu, ini malah semakin jelek di mata El.


Ammi yang melihat tingkah konyol adiknya itu dibuat sangat frustrasi, bisa-bisanya Momo yang polos itu malah mencoba menggoda Jaeron meskipun tak sengaja keluar berbarengan dengan kelakuan konyolnya.


Di saat semuanya sedang fokus melihat adegan Momo yang berhasil membuat Jaeron jatuh cinta itu, dibuyarkan oleh Via yang sudah merasa sangat mengantuk.


“Hoaam.. Eonnie mana taksi nya kok belum datang ya, aku sudah tidak kuat lagi menahan mata yang sangat mengantuk ini” ucap Via sambil menutup mulutnya yang sedang menguap.


Momo yang juga sedikit merasakan rasa kantuknya itu pun ikut melontarkan beberapa pertanyaan kepada Ammi.


Ammi yang dibuat bingung tidak tahu harus menjawab apa, karena taksi yang hampir 2 jam mereka pesan itu tidak ada yang mau menerimanya.

__ADS_1


Saat ini Jaeron yang sudah kembali normal dengan muka tampannya itu dan langsung memberitahu kepada mereka jika ini sudah terlalu larut malam, bahkan taksi pun tidak akan ada yang mau menerima pesanan di jam seperti ini.


Ketiga wanita itu semakin dibuat bingung oleh perkataan Jaeron tadi, membuat mereka berpikir jika tidak ada yang mau menerima pesanan mereka lalu mereka harus pulang menggunakan apa? Mobil bahkan motor saja mereka tidak punya.


Ammi terdiam sejenak memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa cepat pulang dan beristirahat karena besok pagi harus sudah mulai bekerja kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung....


Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.


Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩


Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊


Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆


See you again bye-bye .. 🤗


Warning!!!

__ADS_1


Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.


__ADS_2