
Kay berhenti mematung seketika mencerna kenapa lampunya tiba-tiba saja menyala seperti ini , apakah ada seseorang yang mengetahui Kay baru saja pulang? Jika benar semoga saja itu Bibi maka Kay akan aman, tetapi jika itu adalah mamahnya maka habislah riwayatmu Kay.
“Aduh.. m@mpus gua pasti ketahuan mamah ini” ucap Kay di dalam hati.
“Gua harus bagaimana ini, jika benar itu mamah gua harus cari alasan apa ya” Kay terus saja menggerutu di dalam hatinya tanpa mau melihat siapa yang sedang menaiki anak tangga.
Tak..
Tak..
Tak..
Seseorang dengan tubuh kekar, wajah tanpa ekspresi dan penampilan sangat tampan serta rapi memakai jas menandakan bahwa seseorang baru saja habis pulang kerja.
“Habis dari mana saja kamu, sudah larut malam baru pulang” ucap seseorang dengan suara bariton yang sedikit serak-serak basah.
Seketika Kay membalikkan badan menghadap seseorang dan membulatkan mata
“Ka-kak Al?” ucap Kay dengan gugup namun ada sedikit rasa lega karena bukan mamahnya lah yang telah memergoki ia baru pulang di jam seperti ini.
“Jawab pertanyaanku Kay” ucap Al dengan sedikit dingin.
“Aduh gua harus jawab apa ini, enggak mungkin kan gua bilang habis balapan bisa-bisa di aduin ke mamah sama papah lagi” ucap batin Kay seraya menatap dalam Al.
__ADS_1
Al yang merasa ditatap Kay itu membuat dirinya agak sedikit salah tingkah.
“Ekhem..” Al berdehem untuk menetralkan sikapnya dan membuat Kay tersadar.
“Hehe.. biasa kak habis nongkrong sama teman-teman di Cafe” ucap Kay sambil menyengir kuda membuat Al semakin dibuat curiga.
“Jika kau ingin melakukan balapan lebih baik di sirkuit jauh lebih terjangkau, jangan di balapan liar seperti itu. Paham” Al langsung melontarkan kata-katanya membuat Kay melongo dan terkejut.
Dari mana Al bisa tahu tentang hobi Kay, bahkan orang tuanya saja tidak ada yang tahu lalu bagaimana caranya Al bisa tahu.
Padahal Al jarang banget berada di rumah, dan baru sekaranglah Al selalu ada di rumah meskipun selalu sibuk di kantor.
Al yang dulu baru lulus sekolah mengajukan kuliahnya di luar negeri jauh dari keluarganya itu membuat Kay tidak terlalu dekat dengan Al.
Tetapi di saat kepergian Al yang keluar negeri untuk meneruskan kuliah di sana membuat Kay sedikit kecewa bahkan Kay sempat membenci Al tetapi tidak lagi.
Karena Kay semakin lama semakin dewasa dan sudah mengerti kenapa Al pergi meninggalkan ia di saat Kay masih bersekolah SMP.
“Kak Al tahu jika Kay punya hobi sebagai pembalap ini? Tapi kenapa kak Al tidak marah jika Kay menjadi seorang pembalap” tanya Kay sambil mengangkat alisnya dan memasang muka penasaran menunggu jawaban dari Al.
“Aku tidak akan melarang mu jika itu bisa membuat mu bahagia. Tetapi jika ada yang berani melukai mu maka aku tidak segan-segan akan membunuh orang tersebut” ucap Al dengan memasang wajah yang sangat serius.
Kay tersedak dengan menelan ludahnya sendiri mendengar ucapan Al yang membuat dirinya sangat terkejut, di luar dari dugaan Kay ini adalah kata-kata Al yang dulu sempat di katakan saat Al masih duduk di bangku SMP dan Kay duduk di bangku SD.
__ADS_1
Al memang dulu sangat menyukai adiknya itu bahkan dari lahir Al sudah terpesona dengan Kay yang begitu cantik dan lucu.
Namun semakin hari semakin dalam rasa yang ada di dalam diri Al makannya sedikit demi sedikit Al mencoba menjauh dari Kay karena ia sadar bahwa status mereka adalah seorang kakak dan adik.
Pada akhirnya untuk meredam perasaan itu setelah lulus SMK Al meneruskan kuliah di luar negeri agar bisa melupakan semua perasaannya kepada Kay.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.
__ADS_1