Jodohku Di Depan Mata

Jodohku Di Depan Mata
Sugar Daddy


__ADS_3

Pada akhirnya untuk meredam perasaan itu setelah lulus SMK Al meneruskan kuliah di luar negeri agar bisa melupakan semua perasaannya kepada Kay.


“Lain kali jangan pulang larut malam lagi, jika balapan itu adanya di malam hari hubungi aku. Jika aku sempat maka akan menjemput mu di sirkuit, tapi jika tidak aku akan mengirimkan anak buah untuk mengawal mu sampai rumah dari jarak jauh” ucap Al dengan terus menatap Kay namun seketika Al langsung mengalihkan pandangannya ia tidak mau sampai perasaan itu kembali lagi.


Seketika raut wajah Kay berubah menjadi berseri-seri menandakan bahwa Kay sedang sangat bahagia bahkan beberapa saat lalu Kay merasa sangat sedih dan sekarang hanya dengan mendengar perhatian kecil dari Al kini malah membuat Kay menjadi senyum-senyum sendiri.


“Kenapa senyum-senyum begitu, jangan bilang habis ke sambet setan jalanan” Al seketika mengerutkan keningnya menatap bingung Kay yang dari tadi tersenyum melihatnya malah semakin membuat Al sedikit gugup.


Sedetik kemudian Al baru menyadari sepertinya Kay baru saja habis menangis, karena terlihat dari matanya yang sayu dan sedikit agak sembab itu membuat Al penasaran.


“Lu habis nangis Kay? Kok kelopak matanya seperti sembab gitu, layaknya orang yang habis menangis” Tanya Al membuat Kay terkejut karena ia lupa jika tadi habis menangis tidak langsung mencuci muka.


“E-enggak kok, oh iya kak Al kok baru pulang jam segini? Jangan bilang kalo kakak habis nongkrong pas pulang kerja. Wah.. Kay aduin mamah loh nanti” Kay berusaha mengalihkan topik pembicaraan Al karena ia tidak mau sampai Al tau masalah ini.


“Yakk.. apa-apaan ini kok jadi di bawa-bawa? Ada juga kamu, sudah tahu perempuan malam-malam malah keluyuran bukannya diam di rumah” jawab Al dengan nada ketusnya.

__ADS_1


“Habis cari sugar Daddy” saut Kay sambil berjalan pergi meninggalkan Al yang masih berdiam diri tangga.


Al mencerna semua ucapan Kay barusan tentang sugar Daddy, namun saat Al sudah sadar seketika Al berlari menyusul Kay ke dalam kamar dengan perasaan kesal.


Sesampainya di kamar Kay, Al langsung masuk ke dalam dan berdiri di depan Kay yang ingin bersiap-siap untuk membersihkan diri.


“Apa tadi katamu Kay? Sugar Daddy? Apa kau sudah gila hah.. kamu tahu kan sugar Daddy itu identik dengan om-om hidung belang yang ingin mencari mangsa yang jauh lebih muda dari mereka. Bagaimana jika kamu di makan oleh sugar Daddy mu itu?” Al mencecer Kay dengan semua pertanyaan yang beruntun membuat Kay sedikit bingung.


“Jika sugar Daddy memakanku ya aku makan baliklah susah-susah amat, toh masih sama-sama makan nasi ini kan jadi impas. Kecuali sugar Daddy makan beling baru aku pesan makanan lagi” ucap Kay dengan santai.


Kata makan yang Al maksud adalah enak-enak dikamar dengan hanya beralaskan selimut tanpa sehelai pakaian.


Namun Kay mengartikan kata makan ya seperti layaknya mereka sedang makan lalu si sugar Daddy mengambil makanannya terus memakannya.


Meskipun Kay adalah wanita Barbar tetapi Kay masih sedikit polos dengan kata-kata yang susah dimengerti untuk dia bahkan beda versi dengan apa yang dipikirkan Kay.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung....


Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.


Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩


Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊


Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆


See you again bye-bye .. 🤗


Warning!!!

__ADS_1


Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.


__ADS_2