
Sedangkan Kay tidak memesan apa pun dia terus memerhatikan keduanya dari jauh.
“Kita lihat saja dulu, sampai kapan dia bertindak! Jika ada waktu yang pas gua akan segera masuk dan mengakhiri semuanya haha” ucap batin Kay seraya tersenyum seringai dengan menahan rasa sakit di dalam hatinya.
“Kau sangat tampan hari ini sayang..” ucap seksi dancers dengan suara yang menggoda.
“Kau pun sangat menggoda hari ini sayang..” jawab Bani sambil mencolek hidung seksi Dancers tersebut.
Kemudian mereka saling menatap satu sama lain dan menyatukan bibirnya serta saling ******* dengan sangat lihai.
Kay yang melihat adegan itu dibuat sangat emosi dengan mengepalkan tangan di atas meja dan mata mulai memerah menahan air mata yang ingin turun.
Di selang ciuman mereka yang begitu panas itu, membuat tangan Bani gencar menari-nari di atas gundukan indah seksi dancers tersebut.
Seksi dancers yang merasakan begitu gairah hanya dengan sentuhan tangan Bani membuat dirinya mengeluarkan suara-suara indah yang enak didengar oleh telinga Bani.
Kay yang terus memperhatikan gerak-gerik tangan Bani itu membuat dirinya semakin merasakan sakit hati yang luar biasa.
Bagaikan beribu panah yang menusuk di hatinya.
Bani melepaskan ciumannya dan mulai mengendus leher seksi dancers dengan sesekali menjilat dan menghisapnya dengan sangat lembut membuat seksi dancers mendongakkan kepalanya di atas sofa dengan tangan yang memegang rambut Bani.
Beberapa k!$$ m@rk telah di buat dengan sangat indah oleh Bani di leher seksi dancers.
__ADS_1
Seksi dancers yang terus mendongak ke atas itu menambah suasana gairah Bani memuncak.
“Akhh.. sa-yang hem.. jangan di sini dong, aku malu jika ada yang melihat tubuh seksi ku ini” ucap seksi dancers dengan penuh gairah.
“Kita hanya pemanasan sayang, jika sudah puas kita akan memesan kamar di sini. Karena aku tidak mau jika sampai di kamar nanti kita masih melakukan pemanasan” ucap Bani sambil tangan gencar mencari kancing baju seksi dancers.
Dengan cepat ciuman Bani turun menuju gundukan indah itu serta membuka beberapa kancing baju seksi dancers tersebut.
Saat ingin mengeluarkan gundukan itu dan melahapnya, Bani dan seksi dancers di kagetkan dengan suara..
Prook..
Prook..
Prook..
Kini keadaan Kay begitu sangat hancur namun ia berusaha menahan air matanya sampai membuat matanya memerah.
Sampai akhirnya Kay berdiri di depan keduanya dengan wajah yang tanpa ekspresi serta suara yang biasanya terdengar sangat imut di telinga Bani kini berubah menjadi dingin.
“Jadi ini yang kalian lakukan di belakang gua” ucap Kay dengan dingin sambil melipat tangannya di dada.
Bani yang sedang terkejut menengok ke arah Kay membuat dirinya langsung berdiri di hadapan Kay.
__ADS_1
“Ka—Kay ka-kamu di sini?” tanya Bani dengan sangat gugup.
Sedangkan seksi dancers membalikkan badannya untuk merapikan kancing bajunya.
“Kenapa di rapikan Nona cantik? Tenang saja gua tidak akan memvideokan kalian berdua kok dan gua tidak sejahat itu untuk membuat kalian viral di sosmed” saut Kay dengan melirik seksi dancers tersebut.
“Ka-Kay kau salah paham sayang, ini tidak seperti apa yang kamu lihat” ucap Bani untuk mencoba membuat Kay mengerti.
Kay hanya bisa tersenyum penuh arti lalu berkata “Jadi ini jawaban lu selama ini susah untuk gua hubungi Ban?”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nahlo ketauan kan wkwk..
Serapat-rapatnya bangkai di simpan, tetapi bau nya tidak akan bisa membohongin jika itu adalah bangkai bukan ayam goreng.
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua..
See you again bye-bye .. 🤗
__ADS_1