
Ammi terdiam sejenak memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa cepat pulang dan beristirahat karena besok pagi harus sudah mulai bekerja kembali.
El yang melihat Ammi sedang dalam kebingungan itu seketika menawarkan tumpangannya untuk mengantar padlra nona-nona cantik pulang dengan selamat.
Apa lagi di tengah malam seperti ini, tidak baik perempuan pulang tanpa pengawasan.
Via dan Momo yang mendengar El menawarkan tumpangan itu dibuat sangat kagum, kapan lagi mereka bisa menaiki mobil mewah serta mahal kan.
Jadi mereka berdua menyetujui jika El yang mengantarkan mereka pulang, sedangkan Ammi malah dibuat sangat malu karena telah merepotkan atasannya itu untuk jauh-jauh mengantarkan mereka pulang.
Farhan yang mengetahui Ammi yang tidak enak dengan ajakan El sebagai atasannya itu, langsung mendukung El untuk mengantarkan mereka agar tidak ada orang jahat yang mau memanfaatkan para wanita ini.
Momo yang mendengar nama penjahat itu seketika refleks memeluk Jaeron dari depan layaknya seekor koala.
Jaeron sangat terkejut oleh tingkah Mamo yang secara tiba-tiba nomplok kaya cicak di dinding ini, malah membuat wajahnya memerah kembali dengan detak jantung yang bekerja sangat keras dan cepat, serta deru nafas yang mulai tidak beraturan.
Bahkan mereka semua yang melihat aksi agresifnya Momo yang langsung memeluk Jaeron tanpa permisi lebih dulu, membuat mereka kaget dengan mata yang membola lebar serta mulut terbuka sangat lebar.
Ammi yang melihat adegan Momo itu langsung mendekati mereka dan melepaskan pelukan Momo.
“Heeii.. kalian itu belum muhrim loh jadi tidak boleh berpelukan” ucap Ammi seraya melepaskan pelukan Momo.
__ADS_1
Momo yang menyadari perbuatannya itu malah membuat dirinya tertawa malu dengan menggaruk tengkuluknya yang tidak gatal.
Via yang benar-benar sudah mengantuk bahkan menguap berkali-kali membuat El merasa sangat kasihan melihatnya.
Bahkan El langsung membuat mereka untuk segera masuk ke dalam mobil agar mereka cepat diantar pulang dan bisa langsung beristirahat.
Momo dan Via yang sudah dapat izin dari El langsung memasuki mobil El dan menempati kursi belakang.
Sedangkan Ammi terpaksa harus duduk di depan dan menamani El yang menyetir.
El segera berpamitan dengan kedua sahabatnya itu dan langsung memasuki mobil kemudian pergi meninggalkan restoran bersama nona-nona cantik.
Farhan yang sudah merasa sangat lelah, cape dan mengantuk itu segera masuk ke dalam mobil.
Akhirnya Farhan dengan malas keluar dari mobil dan mendekati Jaeron.
“Woii.. bengong terus, ayo pulang Hyung sudah jam berapa ini. Aku mengantuk ingin cepat-cepat sampai rumah ketemu kasur dan kawan-kawan” ucap Farhan sambil menepuk pundak Jaeron.
Jaeron yang sedang melamun itu malah terkejut dengan tepukan tangan Farhan dipundaknya.
“Lah.. di mana para wanita dan El Hyung?” tanya Jaeron dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
“Mereka sudah diantar pulang oleh El Hyung, makannya ayo kita pulang sudah malam ini nanti kita bisa-bisa diculik tante-tante lagi. Ihhh.. serem...” Farhan langsung berlari kecil memasuki mobil dan diikuti oleh Jaeron.
Jaeron mengemudikan mobilnya dan meninggalkan restoran dengan perasaan yang sedikit senang dengan senyuman yang merekah, membuat Farhan mengerutkan keningnya.
Farhan yang melihat Jaeron senyum-senyum sendiri saat menyetir itu dibuat sangat takut, karena Farhan pikir bahwa Jaeron sedang ke sambet setan makannya ia tidak mau mengganggunya dari pada ikut kemasukan juga kan nanti berabe urusannya.
Pada Akhirnya mereka semua sudah sampai di tempat tujuannya masing-masing dan bertemu dengan kasur yang empuk membuat mereka terlelap dalam tidurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
__ADS_1
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.