Jodohku Di Depan Mata

Jodohku Di Depan Mata
Kembalinya Perasaan Al


__ADS_3

Meskipun Kay adalah wanita Barbar tetapi Kay masih sedikit polos dengan kata-kata yang susah dimengerti untuk dia bahkan beda versi dengan apa yang dipikirkan Kay.


Al langsung menyentil kening Kay dengan rasa kesal.


“Apa alasanmu bisa ingin mencari sugar Daddy seperti itu?” Al duduk dengan menyilangkan kakinya sambil bersender di sofa kamar Kay sambil melirik Kay.


“Ya karena sugar Daddy itu baik, tampan, menggemaskan, apa lagi perut kotak-kotaknya yang seperti roti sobek itu uhh ingin sekali aku merabanya dan menyentuh roti sobek itu” Kay langsung membayangkan roti sobek yang sangat indah di pikirannya yang langsung cepat-cepat Al menoyor kepala Kay agar Kay sadar dari lamunannya.


“Jangan berpikir yang aneh-aneh Kay kamu masih kecil jangan sampai otakmu menjadi mesum seperti itu” saut Al dengan wajah yang sangat kesal melihat tingkah Kay yang sekarang.


“Apaan sih kak Al ini mengganggu imajinasiku saja, kapan lagi coba Kay bisa mendapatkan sugar Daddy dengan perut kotak-kotak bak roti sobek itu, apa lagi sekarang banyak sekali om-om dengan perut tahu bulatnya yang dadakan itu” jawab Kay sambil menatap tajam ke arah Al dengan nada yang sangat kesal.


“Jika kau sudah mendapatkan roti sobek bahkan sudah bisa menyentuhnya, apa kau akan tetap mencari sugar Daddy yang kau bayangkan itu?” Al tak sengaja menanyakan hal seperti itu karena di dalam hatinya Al tidak rela jika Kay di sentuh dengan om-om yang haus akan *** itu.


Kay merasa bingung dengan ucapan Al yang tiba-tiba saja menanyakan seperti itu, padahalkan niat Kay hanya bercanda namun Al menganggapnya Kay berkata serius.


Karena Kay mengucapkannya tidak dengan nada ketawa, bahkan seperti layaknya seorang wanita yang sedang jatuh cinta pada roti sobek.


“Sudahlah jangan dianggap serius, sekarang bersih-bersih sikat gigi terus tidur sana” Al langsung berdiri dan ingin keluar dari kamar Kay.


“Yakk.. kak Al kira aku ini anak kecil apa yang harus dikasih tahu” jawab Kay dengan nada kesal dan bibir yang di majukan.

__ADS_1


“Aishh.. ini anak kenapa jadi menggemaskan seperti ini sih rasanya pen gua cium hihi” ucap Al di dalam hati dengan senyum yang sangat kecil bahkan tidak terlihat.


Al langsung membalikkan badan dan ingin berjalan pergi keluar kamar, namun Kay langsung memegang dan menarik tangan Al niatnya ingin mencegah Al pergi karena Kay belum selesai berbicara.


Tapi sayang saat itu juga tubuh Al tidak siap dengan tarikan Kay yang begitu kencang sehingga membuat Al menjadi oleng serta terjatuh di atas tubuh Kay dengan beralasan sofa panjang yang empuk.


Kini keduanya dibuat sangat terkejut dengan posisi mereka yang begitu intim ketika dilihat, hanya ada jarak 1 senti dari bibir keduanya.


Bahkan hidung mereka pun sudah saling menyentuh satu sama lain, sehingga membuat mereka merasakan deru nafas satu sama lain.


Al yang niatnya ingin melupakan semua perasaan kini menjadi sia-sia, perasaan yang dulu Al pendam untuk Kay kini kembali tumbuh bahkan lebih dari waktu itu.


Kay yang merasakan detak jantungnya bekerja lebih keras dari biasanya malah membuat Kay menjadi salah tingkah dengan wajah memerah bak tomat yang kematangan.


Tak terasa jarak 1 senti tadi seketika hilang entah kemana, kini bibir mereka sudah saling menempel namun tidak dengan pergerakan hanya sekedar perkenalan.


Al yang sudah sadar dengan semuanya seketika langsung terbangun dan berdiri di depan Kay yang masih tiduran dengan keadaan memejamkan matanya.


“Ma-maaf Kay aku tidak sengaja menyentuh bibirmu, aku tidak bermaksud apa-apa maaf” Al langsung berlari meninggalkan Kay yang sudah membuka matanya karena Al merasa malu atas perbuatannya yang tanpa permisi sudah ingin mencium Kay adiknya sendiri.


Kay yang melihat Al pergi dengan terburu-buru malah membuat ia tersenyum lebar.

__ADS_1


“Kau masih sama dengan Al yang aku kenal dulu, jika kita tidak ada ikatan saudara mungkin sekarang kita sudah bahagia kak” ucap lirih Kay dengan terus menatap pintu yang sudah tertutup.


“Andai saja tadi kau menciumku mungkin aku kan membalasnya kak, karena aku ingin sekali merasakan seperti apa rasanya berciuman haha..” Kay tertawa dengan membayangkan jika tadi Al  menciumnya dengan sangat agresif.


Kay selalu membayangkan jika sugar Daddy yang ia maksud adalah Al, meskipun Al belum pernah menikah dan memiliki anak namun di mata Kay Al adalah seorang Papah gula yang selama ini ia idam-idamkan.


Meskipun Al terlihat sangat dingin ketika baru pulang dari selesai kuliahnya itu, membuat Kay semakin terpesona dengan ketampanan serta kegagahan Al yang seperti layaknya pangeran tampan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung....


Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.


Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩


Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊


Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆


See you again bye-bye .. 🤗

__ADS_1


Warning!!!


Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.


__ADS_2