
Di kamar El
Nyonya Jeslyn masuk dengan mencoba membuka handle pintu yang ia kira dikunci dari dalam, namun dugaannya salah.
Ceklek..
Pintu kamar El terbuka lebar dan Nyonya Jeslyn masuk ke dalam tidak lupa menutupnya kembali.
“Ya ampun ini anak, sudah ada kasur malah memilih tidur di sofa. Buat apa ada kasur empuk besar kalo lebih memilih tidur di sofa yang sempit” ucap Nyonya Jeslyn dengan wajah terkejut.
“Mending gua jual saja nih kasur, lumayan buat beli seblak hihi” sambung Nyonya Jeslyn sambil tertawa kecil.
Nyonya Jeslyn mencoba untuk membangunkan El dengan menepuk pelan pipi El lalu berkata “El bangun sudah siang sayang, nanti kamu telat ke restoran loh. Katanya ada urusan penting”
“Erggh.. 5 menit lagi mah” ucap El dengan suara khas bangun tidur.
“Mau melek atau tidak usah bangun sama sekali?” saut Nyonya Jeslyn dengan sangat kesal, karena semalam El berpesan agar membangunkannya karena ia ada urusan penting di restoran.
“Ya sudah tidur lagi saja mah, lagian El masih mengantuk” jawab El sambil menutup matanya kembali dan membalik tubuhnya membelakangi Nyonya Jeslyn.
“Oke tunggu, mamah punya pisau daging keluaran baru” ucap Nyonya Jeslyn yang langsung pergi keluar dari kamar El.
“Pisau keluaran baru? Ckk.. tahu ahh bodo amat” gumam El sambil kembali tertidur.
Beberapa saat kemudian Nyony Jeslyn kembali ke kamar El membawa pisau daging besar keluaran baru dengan motif yang sangat indah.
“El lihatlah mamah ada hadiah untukmu sayang” ucap Nyonya Jeslyn seraya mengangkat pisaunya dan tersenyum licik.
El yang mendengar hadiah seketika memicingkan matanya, namun naas yang El lihat bukanlah hadiah layaknya bungkusan kado tetapi melainkan benda yang sangat tajam menjulang di depan mukanya.
__ADS_1
“A... ma-mamah ingin membunuh El anak mamah yang paling tampan ini” teriak El sambil membuka matanya lebar.
“Kenapa matanya, mau mamah colok duluan?” tanya Nyonya Jeslyn sambil mengarahkan pisaunya.
“Yak.. ya- ya sudah El bangun nih, awasi dulu pisaunya El mau duduk” teriak El dengan nada ketakutan.
“Dari tadi kek bangun, jadi tidak usah repot-repot menunjukkan pisau keluaran baru mamah ini” ucap Nyonya Jeslyn sambil menatap pisaunya dengan kagum.
“Dasar emak-emak psikopat, cerewet dan kejam. Anak sendiri mau di cincang kek ayam di sop saja” ucap batin El.
“Jangan mengumpatiku seperti itu” saut Nyonya Jeslyn dengan aura dinginnya.
El yang mendengar suara mamahnya tidak seperti biasanya seketika dibuat terdiam membeku menahan rasa takutnya.
Pagi-pagi bukannya di sayang dengan belaian, ini malah di sayang dengan senjata tajam.
Bagaimana jika ada setan lewat? Bisa-bisa El mati konyol sama seperti ayam di pasar, begitulah pikiran El saat ini melihat mamahnya yang benar-benar membuat dirinya tak berkutik.
“Cepat siap-siap dan turun ke bawah untuk sarapan, paham El” ucap Nyonya Jeslyn dengan menekankan kata-katanya.
“Pa-paham mah” jawab El dengan suara gugup.
“Singa jika sudah marah seram juga ya” ucap batin El
“Bagus anak pintar, ya sudah mamah mau membangunkan adikmu dulu ya” ucap Nyonya Jeslyn sambil mengusap kepala El dengan lembut dan tersenyum lebar.
“Lah lah lah.. ini orang apa bunglon sih kok bisa berubah-ubah begitu sifatnya. Dasar perempuan memang aneh dan susah untuk di prediksi” ucap El di dalam hati.
“Sudah kamu siap-siap mamah keluar dulu ya dahh sayang..” ucap Nyonya Jeslyn sambil melambaikan tangan dan keluar kamar El.
__ADS_1
“Dasar orang tua tidak ada akhlak, anak sendiri mau dicincang berasa emak-emak haus akan darah” ucap sedikit meninggikan suaranya yang membuat Nyonya Jeslyn menghentikan langkahnya saat ingin meninggalkan pintu kamar El.
“Stop mengumpatiku Eldren Harrison. Atau aku buat kau sop makan malam yang sangat lezat” ucap Nyonya Jeslyn dengan sedikit mengeraskan suaranya dari balik pintu.
El yang mendengar mamahnya masih ada di depan pintu langsung kabur kocar-kacir masuk ke dalam kamar mandi dengan membanting pintu kamar mandi.
Brakk..
Sedangkan Nyonya Jeslyn hanya bisa tersenyum dan tertawa mendengar pintu kamar mandi yang ditutup oleh El dengan sangat kencang seperti layaknya orang yang sedang ketakutan.
“Bagus juga aktingku hari ini haha.. sudahlah aku harus cepat-cepat menaruh pisau kesayanganku ini, sebelum suamiku tahu. Bisa-bisa nanti aku dihukum di atas ranjang sampai pagi” ucap Nyonya Jeslyn.
Nyonya Jeslyn berjalan lebih cepat menuruni anak tangga ke arah dapur untuk menaruh pisau kesayangannya itu dan kembali menaiki anak tangga kembali untuk menuju kamar Al dan Kay.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
Warning!!!
__ADS_1
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.