
Jaeron yang merasakan sama seperti apa yang di rasakan oleh El itu seketika hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia sangat setuju dengan penjelasan yang El berikan pada Farhan.
“Lah gua kan cuman mau ajak mengobrol Hyung saja biar-..” Farhan menjeda kata-katanya karena El langsung memutuskan dan menyuruh Farhan untuk diam agar tidak semakin berisik.
El pun langsung menyuruh Jaeron agar cepat mengambil kunci restoran di laci kaca khusus dan mengunci restoran karena hari ini El benar-benar sangat lelah.
El lalu pergi keluar ruangan terlebih dulu disusul dengan Jaeron dan Farhan yang sedikit berlari kecil karena langkah El dan Jaeron sangat besar dibanding langkah kaki Farhan.
Kemudian mereka menaiki lift menuju lantai 1.
Sesampainya di lantai 1, Jaeron langsung mematikan sakelar dan mengunci pintu Restoran dengan sangat teliti.
El yang terbilang mempunyai restoran mewah itu, tidak mau sampai ada yang ikut campur untuk memegang kunci karena El hanya mempercayai kedua sahabatnya yaitu Jaeron dan Farhan ketimbang penjaga di restoran.
Kini saatnya mereka bertiga pulang ke rumah masing-masing.
Namun, saat mereka ingin menuju tempat parkir Jaerion melihat ketiga wanita berseragam restoran yang sedang berdiri sambil menunggu sesuatu.
“Hyung.. lihat deh itu bukannya karyawan restoran kita ya” tanya Jaeron sambil menunjuk ketiga wanita dari jarak jauh.
“Restoran kita? Restoran gua sendiri kali” saut El dengan menatap sinis Jaeron yang saat ini sedang menyengir kuda dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
El dan Farhan yang penasaran itu langsung melihat ke arah yang saat ini sedang Jaeron tunjukkan.
“Lah.. i-itu mah si itu..tuh. Siapa sih gua lupa lagi” ucap Farhan dengan rasa terkejut dan sambil mengingat sesuatu.
“Ahh.. gua baru ingat, mereka bertiga itu yang waktu itu diterima oleh tante Jeslyn karena mereka sudah menyelamati tante Jeslyn yang hampir tertabrak mobil di depan restoran” saut Farhan saat sudah mengingat semuanya.
El dan Jaeran yang dibuat bingung itu langsung menanyakan siapa nama mereka kepada Farhan, tetapi sayangnya Farhan tidak tahu siapa nama para wanita cantik itu.
Lagi dan lagi El serta Jaeron merasakan kesal yang luar biasa kepada bocah satu ini, mereka kira Farhan tahu semuanya itu termaksud namanya tetapi malah tidak sempat menanyakan nama ketiga wanita tersebut.
Farhan yang tahu bahwa kedua Hyung nya sedang kesal ia malah cengengesan meratapi kebodohannya yang lupa menanyakan nama.
Akhirnya dari pada mereka di buat penasaran lagi. Jaeron memutuskan untuk mendekati ketiga wanita itu yang diangguki oleh El serta Farhan.
“Permisi Nona..” Jaeron memberanikan diri untuk menyapa para wanita itu.
Seketika ketiga wanita itu terperanjat kaget karena tiba-tiba saja ada suara tetapi tidak ada wujudnya.
Mereka semua berbalik ke belakang menghadap El, Farhan dan Jaeron.
“Halo Nona-nona cantik” ucap Farhan sambil menyapa dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Wanita satu dan dua menyapa dengan senyuman kepada mereka.
Tetapi tidak dengan El dan wanita ke tiga yang malah sama-sama terkejut melihat wajah satu sama lain.
“Kau?” ucap keduanya berbarengan sambil matanya terbuka lebar.
Farhan dan Jaeron saling pandang memandang mereka bingung dengan tingkah El yang seolah-oleh mengenali wanita ke tiga ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩
Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊
Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆
See you again bye-bye .. 🤗
__ADS_1
Warning!!!
Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.