Jodohku Di Depan Mata

Jodohku Di Depan Mata
Berebut Masuk


__ADS_3

Meskipun Al terlihat sangat dingin ketika baru pulang dari selesai kuliahnya itu, membuat Kay semakin terpesona dengan ketampanan serta kegagahan Al yang seperti layaknya pangeran tampan itu.


*


*


*


*


Di kamar Al


“Arrghh.. Al Al kenapa lu jadi seperti ini lagi sih, lu kan sudah janji untuk membuang semua perasaan ini untuk Kay. Inget Al dia itu adik lu, tidak mungkin bisa Kay menjadi kekasihmu” ucap Al sambil mengacak rambutnya dengan frustasi kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Keesokan di pagi harinya


Di restoran Alaska


Di ruangan kerja, El sedang duduk di kursi sambil mengetik sesuatu di laptopnya.


Hari ini adalah hari yang membuat El sangat kesal karena pekerjaannya begitu menumpuk.


Dengan rasa kesal El memaksakan jarinya untuk terus mengetik dengan sedikit menekankan jarinya sehingga suara ketikan begitu terdengar nyaring.


Namun disela-sela itu terdengar pula suara ketukan pintu.


Tok..

__ADS_1


Tok..


Tok..


El menyuruh seseorang untuk masuk ke dalam dengan sedikit mengeraskan suaranya dan terdengar sangat malas.


Pintu terbuka lebar namun masuklah 2 orang pria dengan cara berebut saling mendahului, sampai akhir mereka terkempit di pintu dengan saling mendorong satu sama lain.


“A... Hyung gua duluan yang masuk”  Farhan memaksakan badannya untuk tetap masuk ke dalam.


“Gua dulu, ada kabar penting buat bos” Jaeron mendesak untuk masuk hingga tak sengaja menghimpit tubuh Farhan.


“Akhhh.. Hyung badan lu ke besaran, mengalah dikitlah sama yang lebih muda” ucap Farhan dengan sangat kesal.


Seketika El yang mendengar kebisingan itu dibikin tambah pusing dan sangat kesal.


“Tolonglah jangan berisik, gua sudah pusing sama nih berkas jadi jangan dibikin tambah pusinglah come on guys.. bantu gua dikit ke” El merengek layaknya anak kecil yang menginginkan sesuatu.


Namun kedua manusia itu tidak menggubris El malah sibuk dengan aksi mereka di tengah-tengah pintu yang saling berebut untuk masuk.


“Tahu nih bocah, sudah kecil menyempil pula kek upil” Jaeron tak sengaja memundurkan badannya dan sedikit mendorong Farhan.


Farhan yang mempunyai badan kecil itu seketika terhuyung ke depan dan mencoba menahan agar tidak jatuh namun sayang Farhan tidak berhasil, kini akhirnya bokong seksinya lah yang menjadi pendaran yang tepat.


Brukk..


“Akhhh.. bokong seksi gua, Hyung kok lu jahat sih sama gua. Kalo lu enggak suka ngomong dong jangan asal dorong” Farhan terduduk mengelus bokongnya dengan memasang muka kesal.

__ADS_1


El yang melihat drama di depannya itu merasa acuh, karena dia sudah sangat pusing dengan pekerjaan ditambah lagi dengan drama sahabatnya kaya ini, bagaimana El tidak tambah stres coba.


“Ya gua enggak suka sama lu. Sudah kecil, putih, lucu hidup lagi” ucap Jaeron dengan sangat kesal dan jengah melihat aksi Farhan yang terbilang kaya anak kecil.


“Gua enggak tahu Hyung memuji gua atau menghina gua. Yang penting gua merasa senang haha..” Farhan berdiri sambil tertawa karena ia pikir Jaeron sedang memuji dirinya yang sangat perfek ini.


El yang benar-benar sudah jenuh dengan aksi keduanya langsung membuka topik pembicaraan agar mereka tidak berkelanjutan dramanya.


“Lu sebenarnya berdua mau pada ngapain ke sini sihh...” El mengucapkan dengan nada yang sangat malas.


Farhan langsung berlari ke meja El dan menaruh berkas di atas meja untuk menyalip Jaeron.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung....


Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.


Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua 🤩


Tidak lupa juga untuk memberikan hadiah serta vote kalian untuk membuat othor semakin bersemangat ya 😊


Bunga, kopi ataupun receh juga gapapa ko diterima 😆


See you again bye-bye .. 🤗


Warning!!!

__ADS_1


Dilarang bom like tanpa membaca terlebih dahulu.


__ADS_2