Jodohku Di Depan Mata

Jodohku Di Depan Mata
Kecurigaan Bani


__ADS_3

Apakah mereka hanya minum atau bahkan bisa lebih ?


Jadi Kay ingin membuktikan dengan mata kepala dia sendiri tentang apa yang akan mereka lakukan di tempat seperti ini.


Sesekali Bani menoleh ke arah belakang, karena ia merasa seperti ada seseorang yang mengikutinya.


Namun setiap kali Bani menoleh ke arah belakang dia tidak melihat apa-apa ataupun seseorang yang berjalan di belakangnya.


Kay memang sangat peka terhadap kecurigaan Bani, makannya ia selalu waspada dan selalu bersembunyi setiap ada tempat yang aman untuknya meskipun Bani tidak menoleh, tapi Kay tetap bersembunyi.


“Kok gua merasa kaya ada yang membuntuti gua dari tadi ya, apa ini cuma firasat gua doang atau memang ada yang mengawasi gua di sini” ucap batin Bani sambil menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang.


Seksi Dancers yang dari tadi memperhatikan Bani yang terus menerus menoleh ke arah belakang pun berhenti dan membuat ia menjadi penasaran.


“Ada apa sayang? Kenapa dari tadi aku perhatikan kamu melihat ke belakang terus” tanya seksi Dancers dengan mengangkat alisnya dan memasang wajah bingung.


“Aku merasa seperti ada yang mengikuti kita sayang, tapi beberapa kali aku melihat ke belakang selalu tidak ada” jawab Bani sambil menoleh dan sesekali menatap mata seksi Dancers tersebut.


“Ah.. mungkin hanya perasaanmu saja, apa lagi di lorong ini sangat gelap jadi bisa saja hanya bayangan beberapa benda di sini yang membuat kamu mencurigai seseorang” ucap seksi Dancers yang membuat Bani sedikit percaya.

__ADS_1


“Kau benar juga sayang, ya sudah ayo kita masuk ke dalam” jawab Bani lalu mereka berdua kembali berjalan menelusuri lorong ke arah pintu masuk.


“Huft.. untung saja gua enggak ketahuan, jika Bani sampai curiga maka gua enggak bisa membuktikannya sendiri. Apa lagi di tempat ini susah untuk gua kabur mencari persembunyian yang luas” ucap Kay di dalam hati.


Sampai akhirnya Bani mencari tempat duduk sambil seksi Dancers yang terus menerus bergelayut menyender di dada bidang Bani, kemudian mereka duduk di sofa yang kosong.


Bani mengangkat tangannya untuk memanggil seorang pelayan.


Sang pelayan pun datang dengan sedikit membungkuk dan berkata “Permisi Tuan Nona, apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang pelayan.


“Saya pesan 2 botol minuman dengan kadar alkohol yang tinggi” ucap Bani dengan nada dinginnya.


“Tidak! Itu saja” jawab Bani dengan terus mengeluarkan aura dinginnya.


“Baiklah, saya permisi dulu Tuan Nona” ucap seorang pelayan dengan sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan mereka.


Kay yang terus mengikuti Bani dan seksi Dancers itu pun duduk di kursi yang sedikit agak jauh namun masih bisa memantau mereka dengan sangat baik.


Tak lama seorang pelayan tadi datang menghampiri Bani dan seksi Dancers tersebut dengan membawa sebuah nampan yang terisi 2 botol minuman bermerek dan 2 gelas kecil dengan sedikit motif beling-beling yang membuat gelas menjadi terasa lebih mewah.

__ADS_1


“Permisi Tuan Nona ini minumannya” ucap seorang pelayan dengan menaruh minuman tersebut ke meja kemudian pamit pergi.


Seksi Dancers menuangkan minuman ke dalam gelas kecil itu , kemudian memberikan kepada Bani seraya berucap “Mari kita bersulam sayang untuk merayakan kemenanganmu hari ini” sambil mengangkat gelas.


“Bersulam” jawab Bani sambil mengangkat gelasnya dan menempelkan ke gelas seksi Dancers sampai terdengar suara dentingan gelas.


Ting.. 


Kemudian mereka berdua meminum dengan sekali tenggakkan.


Sedangkan Kay tidak memesan apa pun dia terus memerhatikan keduanya dari jauh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung....


Terima Kasih sudah mau membaca novel pertamaku ini.


Jangan lupa like, komen, dan subscribe semua..

__ADS_1


See you again bye-bye .. 🤗


__ADS_2