JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
KEKASIH IMPIAN ~ 5


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


......................


Singkat cerita, murni di terima dengan baik oleh kedua orang tua Ragata. Dan itu membuat hati murni entah mengapa sangat senang sekali. Apalagi kehangatan kekeluargaan yang diberikan oleh ragata dan keluarganya. Hal itu membuat murni mendapatkan apa yang selama ada di dunia tidak pernah dia rasakan dari kedua orang tuanya.


Murni hanya berdua saja dengan sang nenek sejak kematian sang ibu. Jadilah, murni tidak bisa merasakan bagaimana kasih sayang keluarga yang utuh itu seperti apa.


Dan bersama dengan keluarganya ragatalah, murni dapat merasakan betapa hangat pelukan ibu dan kebijaksanaan dari seorang ayah. Murni mendapatkan nasehat-nasehat yang baik dari keduanya.


Keduanya juga sangat menyayangi murni. Mereka ingin Ragata dan Murni segera bersatu dengan mereka berdua.

__ADS_1


"Apakah kamu suka di sini?" tanya Ragata yang datang menghampiri murni.


"Heemmm," jawab putri dengan anggukan kepala.


Kini keduanya sedang berpelukan di balkon sambil melihat para pekerja yang sedang berkebun di bawah. Lebih tepatnya ragata sih yang memeluk tubuh murni dari belakang. Sambil meletakkan kepalanya di bahu murni.


Murni sendiri yang diperlukan seperti itu oleh ragata begitu deg-degan dibuatnya. Jantungnya sudah berdetak tidak karuan. Rasanya Tremor juga sedang menguasai dirinya. Ragata mampu menggetarkan jiwa perempuannya yang haus akan kasih sayang dan cinta.


"Kalau kamu suka di sini, aku akan mengajakmu tinggal di sini secepatnya. Aku sudah tidak sabar untuk bersatu denganmu, sayang,"ujar Ragata sambil membisikkan ucapan itu begitu lembut di telinga murni.


Murni pun sampai bergidik karena merinding mendengar ucapan Ragata yang begitu dekat. Sentuhan lelaki tampan itu membuat murni tidak kuat lagi menahan gejolak rasa yang enak apa itu. Murni sendiri juga tidak tahu karena ini adalah yang pertama kalinya buatnya.


"Aku akan mengurua semuanya. Kamu jangan khawatirkan hal itu. Nenekmu akan aman dan anak buahku yang akan menjaganya selama kamu berada di istana ini," ujar Ragata berusaha meyakinkan murni.


"Tapi aku tetap saja..."


Cup

__ADS_1


Sebuah kecupan membungkam ucapan murni. Seketika bibir merah muda itu mengerucut karena ulah Ragata.


"Ini kenapa jadi dimanyun-manyunin begini, apakah ingin lagi, Hem?" tanya Ragata menggoda.


"Ishhh...kenapa kamu selalu mesum sih," ujar murni sambil memukul pelan dada bidang ragata.


"Mesum juga cuma sama kamu, sayang," kata Ragata membuat murni memerah wajahnya mendengar rayuan maut itu.


"Kamu bener-bener ya...." ucapan murni terhenti karena kini ragat me.lu.mat bibir merah muda murni dengan lembut. Sangat lembut dan berhati-hati sampai murni ikut hanyut oleh permainan bibir dan lidah dari Ragata.


Berkali-kali keduanya menikmati indahnya persentuhan bibir itu. Sampai suara lenguhan terdengar dari bibir mungil murni. Ragata pun menggendong tubuh mungil itu lalu meletakkan nya di ranjang kebesaran miliknya.


Keduanya kembali mencari kenikmatan dengan saling me.lu.mat bibir. De.ca.pan terdengar begitu kencang sampai akhirnya ragat terpaksa melepaskan bibirnya karena bisa terjadi hal yang seharusnya tidak terjadi saat itu.


Napas keduanya beradu karena pergulatan barusan. Dan Ragata meletakkan keningnya di kening murni. Gadis yang dia cintai sejak perjumpaan pertama.


"Datanglah ke hutan selatan saat malam bulan purnama. Aku menunggumu di pintu gerbang dan kita akan menikah di hari itu juga, sayang."

__ADS_1


TBC 👻


__ADS_2