
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...Happy Reading...
.....................
Ketika menjelang malam purnama. Murni yang sudah bersiap-siap segera pamit kepada sang nenek. Keduanya berpelukan dengan penuh haru.
Murni yang sudah bertekad untuk pergi sudah tidak bisa dihalangi kembali. Dia sudah mempersiapkan dirinya untuk menikah dengan lelaki yang selama ini dicintainya juga
Ya, sudah ada rasa cinta dalam diri Murni karena juga Ragata selalu mendatanginya meski dalam mimpi. Dan hari ini dia akan bertemu dengan Ragata secara langsung tanpa harus tidur terlebih dahulu. Dan caranya dengan mendatangkan sang kekasih hatinya ke hutan selatan. Hutan yang dilarang oleh para penduduk desa untuk datang ke sana. Tetapi murni akan datang sendirian ke hutan itu. Demi kekasih impiannya.
__ADS_1
"Murni pamit ya Mbah Uti, semoga Mbah Uti sehat-sehat selalu ya," ujar murni dan tanpa terasa air matanya pun mengalir begitu saja. Ini adalah perpisahan pertamanya dengan sang nenek. Selama ini hanya sang nenek yang slalu menemaninya.
"Kamu juga baik-baik ikut orang, murni. Kerja yang benar dan jaga kesehatan kamu. Jangan diforsir karena kamu jauh dari sanak keluarga di sana, nak," pesan mbah Uti kepada cucu satu-satunya itu.
"Iya, mbak, murni akan ingat itu," jawab Murni.
"Aku pamit ya, Don," ucap Murni kepada Doni, sahabatnya sekaligus lelaki yang juga menaruh perasaan lebih kepadanya.
"Iya, murni, hati-hati ya, kalau butuh bantuan segera hubungi aku. Jangan khawatir soal Mbah Uti, aku akan menjaganya selama kamu pergi," ujar Doni membuat tenang hati Murni.
"Terimakasih banyak ya, Don. Kamu memang selalu bisa kuandalkan," ucap Murni tulus.
Kepergian Murni pun di antarkan oleh sang nenek dan juga sahabatnya. Dia tidak mau menerima tawaran Doni yang ingin mengantarkannya sampai terminal. Karena memang bukan di sana tempat murni akan pergi.
Murni sengaja membohongi kedua orang tersebut. Dia berpura-pura naik kendaraan namun dia berhenti di jalan yang akan menuju ke hutan selatan. Bukannya ke arah terminal seperti yang mereka pikirkan.
__ADS_1
Setelah angkutan itu meninggalkannya pergi. Murni melangkah ke dalam hutan selatan setelah sebelumnya memastikan jika tidak ada orang yang mengikutinya.
Setelah dirasa aman, Murni segera bergegas ke dalam hutan selatan. Tidak ada rasa takut sama sekali dalam benak Murni karena sebelumnya Ragata sudah mengatakan jika dia akan menunggu kedatangan Murni.
Ini adalah kesempatan bagi murni untuk melihat secara langsung sosok ragata yang selama ini hanya muncul dalam mimpi-mimpinya saja.
"Aku sudah tidak sabar untuk segera bertemu denganmu, pangeran Ragata," ujar Murni dengan senyum terbaiknya saat dirasa sebentar lagi dia akan sampai di tempat yang ragata bilang padanya.
Benar saja saat murni sudah melihat dengan jelas sebuah pohon besar yang ada di hutan selatan. Murni segera mempercepat langkahnya dan saat dia melihat sosok berdiri dengan gagahnya membelakangi dirinya. Murni mendadak berhenti dari berjalannya. Dia mencoba mengatur detak jantungnya yang tidak beraturan saat melihat langsung Ragata yang selama ini hanya datang dalam mimpinya.
Murni berjalan perlahan-lahan mendekati sosok Ragata. Dan saat sudah berada di dekatnya dia memberanikan diri untuk menyapa sang lelaki impiannya tersebut.
"Ra...Ragata."
TBC 👻
__ADS_1