
...π Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...Happy Reading...
.....................
"Dulu di kampung ini ada seorang penari yang melanggar aturan di desa ini. Kemudian desa kami mengalami kekeringan yang teramat lama. Sehingga Bu RT saya memutuskan untuk menari menggantikan penari yang bermasalah tersebut. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan desa ini mbak," tutur putri.
"Lho bukannya Bu RT juga bukan perawan. Beliau kan ibu kamu, putri. Yang sudah melahirkan kamu," ujar Adelia masih kekeuh dengan pendapat nya.
"Bu RT bukan ibu kandung aku, mbak," tutur kata Putri sekarang sudah mulai sedih. Dia tampak menghela napas panjang sebelum akhirnya bercerita.
"Maksudnya gimana?"
"Jadi ibu RT adalah ibu angkat aku. Ibu kandungku dulu adalah penari di sini. Tetapi semenjak ibuku melakukan zina dengan seorang pria yang merupakan ayahku. Kampung ini menjadi terkutuk. Karena memang penari tarian selendang kipas tidak boleh ternodai. Dia harus benar-benar suci, masih perawan. Dan ibu kandungku telah melanggar hal tersebut, mbak," ujar Putri dengan raut wajah yang sedih.
__ADS_1
Adelia yang ikut bersedih dengan cerita putri hanya bisa memeluk erat gadis mungil tersebut. Ternyata kisah hidupnya sungguh tragis. Ditinggal kedua orang tuanya dan kini seorang diri dengan Bu RT sebagai ibu angkatnya.
"Lalu bagaimana bisa kamu terpilih sebagai Dewi penari tarian selendang kipas?" tanya Adelia yang penasaran dengan ceritanya.
"Itu kata Bu RT mbak, beliau yang mengatakan bahwa akulah kini yang menjadi penerusnya. Karena jiwaku masih suci dan untuk menebus kesalahan ibuku waktu itu. Jadi aku kini menjadi Dewi penari, mbak," ujar Putri sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi.
"Maaf kalau Mbak mau tanya ini, put?" ijin Adelia.
"Tanya apa, mbak?"
"Apaka ibu putri masih hidup? atau sudah meninggal?" tanya Adelia penasaran.
"Ibu meninggal mbak. Beliau kabur dari rumah pengasingan lalu berlari ke arah jalan raya. Tanpa dia sadar sebuah truk melintas dengan cepat. Dan kecelakaan itu tidak dapat dihindari kembali, mbak," kata Putri kembali menangis.
"Maaf ya putri," Adelia memeluk tubuh putri yang meringkuk menahan kesedihannya selama ini.
Dia begitu merindukan orang tua aslinya. Tetapi semuanya sudah tidak ada. Bahkan keberadaan ayahnya juga tidak diketahui dimana. Ada yang mengatakan jika sang ayah sudah meninggal akibat terkena kutukan telah memperawani seorang penari suci.
πΌπΌπΌ
__ADS_1
"Del, kamu bawa mukena nggak? aku lupa Del, mukena ku nggak ku bawa," ucap Riska yang baru saja selesai datang bulannya.
Dan ketika dia mau sholat, eh ternyata dia lupa tidak membawa mukena. Dalam rombongan itu Adelia dan Riska adalah seagama Islam. Namun Adelia orangnya nggak setaat Riska dalam beribadah. Adelia suka bolong-bolong ibadahnya. Sedangkan Mita dan Toni itu beragama non Islam.
"Waduh, aku juga nggak bawa ris, kamu kan tau aku suka bolong-bolong, hehehe."
"Dasar kamu ini ya, terus aku gimana dong sholatnya?" tanya Riska kemudian.
"Apa nggak sebaiknya ke mushola terdekat aja. Kan biasanya ada tuh mukena di sana," saran Adelia.
"Tapi masalahnya selama aku di sini, aku sama sekali nggak ngeliat mushola, Del. Apa orang di sini mayoritas beragama non Islam ya?" tanya balik Riska.
"Lah mana aku tau itu, Ris?" ujar Adelia ikut bertanya-tanya.
"Ya, sudahlah kalau begitu, aku akan tanyakan kepada Bu Minah saja masalah ini," ujar Adelia kemudian.
"Baiklah."
TBC π»
__ADS_1