JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
TUGAS AKHIR MENYESATKAN ~ 3


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


.....................


"Jadi tujuan kami kemari adalah untuk mempelajari tarian selendang kipas Bu, sebagai bahan laporan tugas akhir kami di kampus," ucap Adelia mewakili teman-temannya.


"Oh, begitu, wah kebutulan sekali, anak saya adalah dewi penari selendang kipas di sini. Dia yang biasanya menarikan tarian selendang kipas itu. Nanti kalian bisa ke sanggar tari yang ada di desa ini bersama dengan dia," kata Bu RT.


"Terimakasih banyak Bu, atas bantuannya," kata Adelia dengan senang hati karena dirinya diterima dengan baik di sana.


"Ya, sama-sama, kalian bisa belajar bersama dengan anak saya. Nah itu anak saya, namanya putri. Nduk, sini kenalan sama kakak-kakak mahasiswa dari kota," kata Bu RT kepada putri, gadis yang begitu cantik itu berjalan malu-malu sambil membawa nampan berisi minuman.

__ADS_1


Adelia, Riska, Mita dan juga Toni bahkan sampai terpesona dengan kecantikan dari gadis yang kini ada dihadapan mereka. Kulit putih, tinggi, ramping, dan juga rambut hitam panjang tergerai indah. Sungguh ini anak kalau hidupnya di kota bisa jadi artis FTV sepertinya. Sungguh cantik dan polos.


"Pantas saja dia jadi dewi penari di sini," celetuk Mita spontan.


"Iya, cantik bener," sahut Toni yang matanya fokus menatap kecantikan dari putri Bu RT tersebut.


"Eh, dek, kamu cantik bener sih, kenalin sama kakak ya, nama kakak Adelia," ujar Adelia yang langsung menyodorkan tangannya kepada Putri.


"Saya putri mbak, salam kenal ya," ucap putri membalas salam perkenalan dari Adelia tersebut.


"Heh, biasa aja kali kalau salaman," sindir Adelia.


Toni pun segera melepaskan tangan Putri.


"Apaan sih, Del," sahut Toni manyun mendengar teguran dari Adelia.


"Awas kalau kamu macem-macem sama putri ya, ton," ujar Adelia kembali dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


Dia tahu bener kalau Toni ini buaya langit di kampus. Sepak terjang seorang Toni sudah tidak lagi diragukan. Beruntung dua cewek lainnya yang bersama dengan Adelia bukan tipe yang mudah baper dengan sikap toni. Jadi akan aman aja membawa itu anak bersama dengan kelompok mereka.


"Maaf mbak, kalau saya ada salah," ucap putri yang merasa tidak enak karena dia mengira kalau Adelia cemburu dengan sikapnya barusan bersama dengan Toni.


"Eh, bukan seperti itu putri, maaf ya, aku cuma ingin menyelematkanmu dari si buaya langit ini lho. Aku nggak ada maksud cemburu kok," ujar Adelia kembali dengan ramah kepada putri.


Ya memang itu tujuan dia memperingatkan Toni barusan.


Bu RT pun menerangkan kepada putri bahwa keempat mahasiswa itu akan mempelajari tarian selendang kipas sebagai bahan tugas akhir mereka. Dan putri pun bersedia mengantarkan dan menunjukkan tarian yang mereka ingin lihat itu. Bu RT pun mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan bisa langsung kepada putri. Karena dia adalah dewi penari tarian selendang kipas itu sendiri.


Awalnya kedatangan ke empat mahasiswa itu tidak ada masalah. Mereka disambut baik oleh para warga kampung di sana. Dan penelitian mereka pun dimulai. Dengan putri sebagai teman mereka yang akan menjelaskan secara detail apa saja yang ingin mereka ketahui tentang tarian selendang kipas tersebut.


" Apa? tarian ini hanya boleh dilakukan oleh seorang yang masih perawan?" teriak Adelia terkejut akan kenyataan yang satu itu. Karena dia belum pernah mendengarnya.


"Iya mbak," sahut putri.


TBC 👻

__ADS_1


__ADS_2