JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
HEALING MERINDING ~ 5


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


.....................


Sinta pun menjelaskan kepada Jane dan juga warga yang telah menolongnya apa yang sebenarnya dia alami saat dia di sana. Mereka semua tentunya kaget saat apa yang diceritakan Sinta tidak sesuai dengan apa yang dialaminya versi mereka.


Tapi tetua yang dipanggil amak oleh warga justru menerima cerita yang dikatakan oleh Sinta.

__ADS_1


"Syukurlah nduk, kamu bisa kembali sadar kalau tidak mungkin kamu akan tersesat di alam mereka," ujarnya sambil menepuk-nepuk punggung tangan Sinta.


"Maksud Amak bagaimana? kalau teman saya tidak sadar maka akan...." Jane tidak sanggup meneruskan ucapannya sendiri.


"Bisa saja itu terjadi. Kalau sedang datang bulan sebaiknya jangan bepergian ke tempat-tempat seperti itu ya. Karena kalian tidak tahu penunggu di sana seperti apa. Beruntung dia hanya disesatkan sejenak bukan untuk selamanya," kata Amak.


"Aku takut, Jane...." lirih Sinta sambil memeluk lengan sang sahabat.


"Jangan takut sin, ada aku di sini," jawab Jane.


"Iyo mbak, tenang wae, bapak lan ibu ora opo-opo. Kalian berdua menginap saja dulu kalau sudah tenang dan bisa berkendara kembali ke kota baru nanti kalian boleh pulang," ijin Pak Cahyo.


"Nah, Kowe denger sendiri toh cah ayu. Wes ora opo-opo kok. Sholat minta perlindungan sama Allah. Banyakin dzikir dan sholawat ya nduk. Insyaallah semuanya akan kembali seperti semula. Digawe tenang wae, bersyukur kamu masih bisa kembali nduk," tutur Amak.

__ADS_1


"Iya Amak, terimakasih banyak," ujar Sinta.


"Terimakasih juga pak Cahyo dan ibu yang sudah mau membantu kami," sahut Jane.


"Sama-sama," kata Amak dan Pak Cahyo berbarengan.


Akhirnya malam itu kedua gadis dari kota itu menumpang istirahat di rumah pak Cahyo. Mereka akan kembali ke kota esok pagi agar kondisi tubuh mereka berdua fit dulu.


Akhirnya healing yang mereka inginkan justru menjadi sebuah kejadian yang bikin merinding. Jane yang menemukan Sinta tergeletak begitu saja tak sadarkan diri. Sungguh membuat sebuah trauma sendiri menemukan sahabat sendiri pingsan dengan luka di tubuhnya. Namun jiwanya mengelana entah kemana. Alhamdulillah saja Sinta bisa kembali sadar dari pingsannya. Dan bisa bersama kembali dengannya kini.


Jane awalnya sudah bingung akan bagaimana nantinya dia menjelaskan kepada keluarga Sinta. Akan apa yang dialami oleh Sinta. Sekarang mereka tahu bahwa pantangan di suatu tempat itu memang tidak boleh dilanggar. Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. Pepatah itu memang benar adanya. Kita tidak boleh asal saja memasuki sebuah kawasan baru. Kalau tidak yang ada justru diri sendiri akan celaka.


Keesokan harinya, Sinta dan Jane berpamitan kepada pak Cahyo dan juga Bu Cahyo untuk kembali lagi ke kota. Liburan mereka sudah habis dan tidak ada kesan khusus buat mereka selama liburan. Justru ketakutan dan kepanikan yang mereka lalui. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Dan mereka mengambil hikmah itu sebagai pembelajaran hidup mereka kedepannya nanti.

__ADS_1


End 👻


__ADS_2