
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...Happy Reading...
.....................
"Lisa!"
Seorang gadis berkulit sawo matang dengan rambut dikuncir kuda menoleh saat namanya di panggil oleh seseorang.
"Jum, ada apa?" tanya Lisa melihat temannya berlari ngos-ngosan karena mengejarnya tadi.
"Kamu ini dipanggil dari tadi nggak denger ya? sampai lari-lari begini aku ngejar kamu," protes gadis yang dipanggil Jum tersebut.
__ADS_1
"Hehehe, sorry, aku lagi dengerin musik tadi," ujar Lisa sambil memperlihatkan headset pink miliknya.
"Astaga, pantesan aja aku udah teriak-teriak kek digunung masih aja nggak denger," protes Jum kembali.
"Haisssh, ada apa kamu Jum, kok nyariin aku?" tanya Lisa mengalihkan pembicaraan agar si Jum tidak lagi mengomel.
"Oh ya, sampai lupa aku. Ini kak Yoga tanya, apakah kamu beneran mau ikut pendakian Minggu depan. Kalau jadi beneran ikut, akan aku masukin nama kamu dalam daftar," ujar si Jum yang sudah bisa mengatur kembali napasnya.
"Jelas jadilah, masak enggak sih. Aku udah dari kapan tahun tuh pengen banget ikut pendakian. Jadi kapan neh berangkatnya?" ujar Lisa dengan hebohnya karena saking pengennya dia melakukan pendakian.
"Sabar atuh neng, ngebet banget. Baiklah kalau kamu jadi ikut, aku akan melaporkan kepada kak yoga," ujar Jum kemudian mengambil handphonenya dan segera menghubungi seniornya, Yoga, anak HIMPA yang sudah sering wara wiri ke gunung melakukan pendakian.
"Aku tuh udah pengen banget ikut pendakian sejak dulu, Jum. Dan kalau bener aku bisa ikut sama rombongan bang yoga, wah bakalan seneng banget aku," ujar Lisa mengemukakan keinginannya yang sudah lama terpendam dan kini hampir saja kesampaian.
"Ya, sabar ini kak yoga baru read belum di bales juga, eh... eh .. ini dia balesannya," ujar si Jum sambil buru-buru membuka pesan dari kakak seniornya tersebut.
"Apa kata bang yoga, Jum?" tanya Lisa antusias.
__ADS_1
"Iya neh, kamu boleh ikut..."
"Asyeeeekkk, horeeee, akhirnya aku bisa ikut pendakian juga, Jum," ujar Lisa berteriak dengan hebohnya sendiri.
"Astag, anak ini, belum juga selesai aku bicada udah asal main potong aja," gerutu Jum yang kesal dengan kelakuan Lisa.
"Apa lagi sih, Jum?" tanya Lisa dengan raut wajah kesalnya karena euforianya di gagalkan oleh si Jum.
"Kak yoga minta nomor wa kamu neh, katanya nanti akan di wa apa-apa saja yang harus kamu persiapkan untuk perbekalan selama di perjalanan pendakian," kata Jum.
"Ya udah kasih aja nomor wa ku pada bang yoga. Gitu aja kok repot," sungut Lisa.
"Ya udah kalau gitu, aku pamit jalan duluan, aku ada kelas bentar lagi, nomor wa kamu udah aku serahin ke kak yoga. Tungguin apa chat dari kak yoga nantinya," ujar Jum kemudian dia pamit pergi meninggalkan Lisa sendiri.
"Yes, akhirnya setelah sekian lama akhirnya aku bisa ikut dalam pendakian. Ini adalah pendakian pertamaku. Nanti aku musti banyak selfi-selfi di sana buat pembuktian kalau aku juga pernah ikut dalam pendakian. Wah senengnya, udah nggak sabar rasanya pengen segera pendakian," ucap Lisa dengan kehebohannya sendiri.
TBC 🌼
__ADS_1