
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...Happy Reading...
.....................
" Bagaimana menurut kalian?" tanya Bu Minah setelah mengajak ketiga gadis remaja itu tinggal di rumah nya.
"Ini sudah bagus kok bu, kami bisa menempatinya," ujar Adelia.
Ya menurut dia rumah kampung ya seperti ini. Mau meminta seperti yang ada di kota juga sesuatu hal yang mustahil lah.
"Baiklah, kalau kalian merasa nyaman. Kalian bertiga yang tinggal di sini ya," ujar Bu Minah.
__ADS_1
"Lho memang itu tidak ikutan tinggal bersama kami?" tanya Adelia bingung dengan ucapan Bu Minah.
"Ibu selama ini tinggal di rumah adik ibu yang lebih dekat dengan warung. Jadi kalian bertiga saja yang di sini. Kalau kalian butuh makanan bisa datang ke warung ibu ya. Nggak usah sibuk masak kalau pada repot. Udah beli di warung ibu aja, akan ibu siapin nanti," tutur Bu Minah.
"Oalah, iya Bu, kalau begitu, terimakasih banyak ya Bu," ujar Adelia lagi.
"Lalu untuk ke rumah Bu RT kapan ya Bu?" tanya Adelia yang ingat akan tujuan mereka ke sana.
"Kalau nanti sore bagaimana? sehabis ibu beres-beres warung. Sekarang kalian istirahat saja di rumah dulu. Pastinya kalian capek kan perjalanan lama," tanya Bu Minah.
"Ah, ibu benar, Del, sudahlah, kita istirahat saja dulu," ujar Riska kepada Adelia.
"Ya, sudah, kalian bertiga istirahat lah, ibu kembali ke warung dulu ya,"pamit Bu Minah kepada ketiga gadis itu.
Sepertinya Bu Minah, mereka bertiga menuju ke kamar yang akan mereka tempati. Di sana ada dua kamar. Karena mereka bertiga jadinya memutuskan untuk tidur di kamar dengan porsi 1:2.
Setelah menentukan kamar mana yang akan mereka tempati, lalu ketiganya pun melepaskan penat mereka selama di perjalanan. Sedangkan si Toni, teman lelaki mereka menginap di rumah adik lelaki Bu Minah yang dekat dengan warung Bu Minah lokasinya.
__ADS_1
Sore pun menjelang, Bu Minah menepati janjinya mengantarkan keempat mahasiswa semester akhir itu untuk berkunjung ke rumah Bu RT. Selain untuk meminta ijin mereka untuk tinggal di kampung itu. Mereka juga akan membahas soal tarian tradisional yang akan dijadikan bahan untuk laporan akhir mereka.
"Permisi, Bu RT," sapa Bu Minah kepada seorang wanita baya yang masih begitu cantik.
"Eh, mbak Minah, mau kemana? tumben sore-sore lewat sini?" tanya Bu RT yang kemudian meletakkan sapu lidi yang dia gunakan menyapu halaman rumahnya.
"Ini Bu RT, mau ke rumah Bu RT mengantarkan anak-anak ini," ujar Bu Minah sambil mengenalkan ke empat mahasiswa yang datang bersama mereka kepada Bu RT.
"Mari silakan masuk, nggak enak kalau berbincang di luar begini, ayo mbak Minah, masuk mbak," ajak Bu RT ramah kepada tamu-tamunya.
Kelima orang tersebut masuk dan duduk di teras rumah Bu RT yang begitu luas. Banyak tanaman bunga di depan rumah Bu RT. Begitu terasa asri dan adem di sana.
"Maaf ya, rumah di kampung, jadi ya begini, sederhana," kata Bu RT berbasa-basi dengan tamu-tamu kotanya.
"Tidak apa-apa Bu, justru kami senang di sini, segara udaranya daripada di kota, penuh polusi," sahut Riska menyikapi ucapan Bu RT.
"Jadi maksud kalian datang ke kampung ini untuk apa ya?" tanya Bu RT pada inti kedatangan mereka.
__ADS_1
TBC 👻