JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
HEALING MERINDING ~ 3


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


.....................


Jane asyik menikmati guyuran air terjun yang membasahi sekujur tubuhnya. Dia tambah senang dengan nuansa alam di sekitarnya.


Tetapi berbeda dengan Sinta yang sedari tadi merasa ada yang mengawasinya. Dia yang beneran duduk di batu besar yang ditunjuk oleh Jane justru merasakan merinding sekujur tubuhnya.


"Kenapa malah merinding banget gini ya tubuhku. Astaga, jangan berpikir berlebihan, sin. Ini masih terang dan nggak mungkin ada sesuatu kalau siang-siang gini kan," gumam Sinta kepada dirinya sendiri.


"Aduh... makin puyeng aja otakku kok makin aneh ya, bulu kudukku berasa berdiri semua," ucapnya sambil mengusap tengkuknya.


"Aku harus temui Jane dan ajak dia segera pergi dari sini. Makin nggak nyaman aja aku ada di sini," ucap Sinta dengan dirinya sendiri.


"Lho? Kemana si Jane tadi? bukannya dia ada di bawah air terjun sana ya?" Sinta panik karena tidak melihat Jane di tempat terakhir dia melihatnya tadi.

__ADS_1


"Jane....."


"Jane....."


"Jane....."


Sinta berteriak mencari keberadaan sang sahabat yang tadi masih dilihatnya berada di guyuran air sana. Tetapi kini dia tidak melihat keberadaan Jane.


"Jane! jangan bercanda! kamu ada di mana?" teriak Sinta sambil mencari di sekitar pemandian sana.


"Aduh, bagaimana ini? kalau sampai terjadi sesuatu dengan Jane? jangan berpikir negatif dulu, kamu musti cari Jane dulu," ucap Sinta kepada dirinya sendiri.


Hampir setengah jam Sinta berusaha mencari keberadaan Jane. Tetapi temannya itu tidak juga ketemu.


Beberapa orang yang membantu mencari keberadaan Jane pun menyebar agar bisa segera menemukan jejak gadis yang tadi mandi di coban.


"Jane, kamu dimana? kenapa jadi begini sih, niat healing malah berujung tragedi begini," isak tangis tak bisa Sinta bendung karena dia sudah tidak bisa lagi berpikir dengan baik.


Perasaannya yang sedari tadi sudah tidak nyaman kini benar-benar terjadi. Sebuah kejadian yang membuat dia kehilangan jejak sang sahabat, yaitu Jane.


"Sinta!" sebuah suara yang dia kenal dan membuatnya cemas beberapa waktu itu tiba-tiba saja muncul di depannya.

__ADS_1


Sinta yang tidak menyangka hal itu akan terjadi segera berteriak sambil tersenyum bahagia. Akhirnya teman baiknya itu bisa dia temukan dalam kondisi selamat.


"Jane!"


Sinta hendak berlari mendekat ke arah Jane yang tampak berjalan sambil tertatih-tatih. Dan hal itu membuat Sinta ingin segera datang memapahnya.


Duaaaaaaaarrrrr!!!!!


Namun tiba-tiba sebuah ledakan terdengar cukup memekakkan telinga. Sinta yang kaget segera berteriak karena dia merasa ngeri melihat kejadian yang baru saja terjadi. di depan matanya.


AAaaaaaaaarrrrkkkkhhhh!!!


"Jane!" teriak Sinta sambil berlinang air mata karena tubuh sahabatnya itu meledak tepat sekali di depan matanya. Dan sungguh hal yang mengerikan jika tubuh itu kini sudah hancur tak berbentuk.


Tiba-tiba pandangan mata Sinta seketika menggelap. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan langkahnya. Dia terjatuh dan pingsan di tempat seketika itu juga.


"Sinta!"


"Sinta!"


"Sinta!"

__ADS_1


"Astaghfirullah, bangun sin!"


Sayup-sayup terdengar suara yang memanggil-manggil namanya. Namun, sulit sekali matanya untuk terbuka. Dia masih saja memejamkan matanya meski telinganya mendengar seseorang memanggil namanya berkali-kali.


__ADS_2