JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
HEALING MERINDING ~ 2


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


.....................


Perjalanan pun di tempuh kedua cewek tangguh itu ke sebuah tempat wisata yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Lebih tepatnya rencana dari Jane. Sedangkan Sinta hanya mengikuti saja kemana maunya Jane. Dia mah ngikut bae mau kemana.


"Jauh juga lokasinya, Jane?" ucap Sinta karena sudah cukup lama mereka berkendara sejak tadi.


"Katanya tempatnya bagus lho, sin. Sudahlah kita coba liat saja dulu. Aku juga belum pernah tau kek mana. Semoga aja bagus seperti di gambar nya," kata Jane sambil nyengir.

__ADS_1


"Kamu ini ya Jane, kebiasaan banget tau nggak. Belum tau dengan jelas tapi sudah begitu antusias," gerutu Sinta.


"Ya gimana, kan aku penasaran juga sin, katanya bagus. Ya sudahlah kita liat aja. Siapa tahu emang bener-bener bagus lokasi wisatanya," kata Jane.


"Iya, ntar kalau nggak bagus tinggal kabur aja gitu. Kelakuan kamu itu mirip banget dengan kejadian pas kamu kenal sama bang Jono deh," Sinta mulai menertawakan kelakuan Jane yang mulai kambuh lagi.


Atau memang si Jane ini tipe-tipe yang jiwa kepo nya tinggi banget. Jadinya penasaran Mulu. Entah baik atau enggak asal rasa penasaran dia bisa terpenuhi dengan baik.


Setelah hampir sejam mereka berkendara kini tibalah mereka di tempat yang katanya Jane di situlah tempat wisatanya.


Mereka memang mencari tempat healing ke sebuah Coban atau air terjun. Jane memang ingin mengajak Sinta untuk mandi di pemandian air terjun itu. Katanya dia juga pengen buang sial setelah berkenalan dengan lelaki yang nggak jelas di media sosial. Memang ada-ada saja kelakuan Jane itu.


"Waduh, nggak ada sinyal di sini ya," kata Sinta sambil mencari-cari sinyal di layar ponselnya.


"Iyakah," Jane yang juga baru pertama kali ke sana juga tidak tau hal tersebut. Dia ikutan mengecek layar handphone nya.

__ADS_1


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Sinta. Tidak ada sinyal di sana.


"Kita berada di kawasan hutan mungkin ya. Yang bikin sinyal nggak nembus ke sini," kata Jane lagi.


"Ya, mungkin. Sudahlah ayo ke coban. Tapi kita nggak usah lama-lama di sini ya. Nggak ada sinyal soalnya," tutur Sinta kembali memperingatkan Jane.


"Iya, Sin. Aku cuma pengen mandi di bawah derasnya air coban. Mau buang sial," kata Jane sambil nyengir.


"Hadehhh, itu Mulu pembahasan kamu, Jane, ya sudah ayo turun," Sinta pun bersiap turun ke arah pemandian.


Akan tetapi anehnya di sana. Tidak banyak orang yang mereka temui di sana. Padahal tempat wisata dan tempatnya juga lumayan sejuk. Tetapi kenapa nggak ada orang yang datang ke sana ya?


"Sepi juga di sini, Jane, agak serem menurutku," Sinta cukup merinding melihat lokasi coban yang sepi itu. Apalagi mereka cuma berduaan.


"Jangan lama-lama deh, Jane. Lokasinya cukup serem menurutku, meski udara di sini seger juga sih. Tetapi kalau sesepi ini ya menyeramkan juga. Udah kita cewek berduaan di sini. Nggak ada sinyal pula. Bahaya sih ini, Jane," ucap Sinta malah ketakutan sekarang.

__ADS_1


"Bentar lah, aku mau fokus mandi dulu. Kamu kalau nggak mau mandi. Duduk aja di batu besar di sana," tunjuk Jane pada sebuah batu besar berwarna hitam.


TBC 👻


__ADS_2