JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
TUGAS AKHIR MENYESATKAN ~ 6


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


.....................


"Ayolah putri, tidak akan orang yang tahu," bujuk Toni saat keduanya kini berada di sebuah tempat kecil yang sedikit jauh dari kampung.


"Tetapi peraturan itu tidak bisa aku...."


"Kamu mau tetap berada di sini selamanya? iya?" tanya Toni dengan raut wajah yang sudah mengeras.


Toni tidak ingin putri berada di kampung yang menurutnya aneh. Mendengar cerita dari putri, Toni berpikiran berbeda. Dia yang orang kota tentu tidak akan mempercayai dengan adanya hal yang menurut dia mustahil.


"Ikutlah aku ke kota, aku akan menikahi mu, put, aku janji," ujar Toni dengan bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan ibu begitu saja," putri masih merasa dilema.


Toni menyuruhnya untuk melepaskan diri dari jeratan si Bu RT. Menurutnya, semua ini hanya akal-akalan dari Bu RT semata. Dan aturan bahwa putri harus menjadi seorang yang suci sepertinya ada yang salah. Toni justru berpikir bahwa putri hanya dimanfaatkan.


"Lepaskan belenggu mu itu dan ikutlah denganku. Aku akan membahagiakan mu. Kita akan hidup bersama di kota. Bukan tempat terpencil yang hanya akan membuat kamu sesat saja," Toni kali ini sudah habis kesabaran.


Sudah segala macam usaha dia katakan agar putri mengerti bahwa dia selama ini hanya diperdaya oleh Bu RT. Toni tahu bahwa Bu RT memanfaatkan diri putri untuk kepentingan dirinya agar dipercaya sebagai seorang tetua adat di desa tersebut.


"Kamu pilih dia, yang sudah menyesatkanmu, atau aku yang benar-benar tulus ingin membantu dan mencintai mu," ujar Toni memberikan keputusannya kepada putri.


"Mas...." gadis manis dan berkulit putih itu tampak bingung mengambil keputusan.


Putri merasa dilema. Tetapi dia juga tidak bisa terus-terusan berada di kampung. Dia harus memikirkan juga masa depannya nanti akan seperti apa.


"Mas..."


Toni kali ini sudah memeluk pinggang ramping putri dan membelai wajah ayu sang gadis yang kini telah menjadi kekasihnya itu.


"Aku mencintaimu, Put. Baru kali ini aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada seorang gadis dan itu hanya sama kamu," kali ini Toni membelai pipi mulus putri.

__ADS_1


Toni yakin jika semua yang ada dalam diri kekasihnya masih ori, belum ada yang pernah mendekati putri. Tidak mungkin ada pemuda desa yang mendekati putri karena mereka takut dengan ucapan Bu RT, selaku tetua adat di kampung itu.


"Kamu sudah siap?" tanya Toni yang mulai melancarkan aksinya.


"Tapi aku takut, mas..."


"Hanya ini caramu agar bisa terlepas dari belenggu kerasukan roh yang nggak jelas," kata Toni sambil melepaskan kancing baju Putri satu persatu.


"Aku takut mas," suara bergetar putri membuat Toni justru semakin menelan salivanya dengan perlahan.


Suara memohon sang kekasih membuat dirinya ingin segera menerkam gadisnya itu. Gadis perawan yang masih suci dan selama ini dianggap sebagai dewi di kampungnya itu.


"Aku akan melakukannya dengan sangat lembut sayang. Aku pastikan itu..."


Toni melancarkan aksinya apalagi setelah melihat tubuh putri yang benar-benar menggiurkan. Segala keahliannya sebagai biaya langit dia keluarkan. Dia akan berusaha untuk membuat putri agar tidak merasa sangat kesakitan. Ini adalah yang pertama kali baginya. Dan Toni melakukan ini demi bisa membawa putri keluar dari belenggu bu RT.


"Akkkkhhhh....."


Hentakan keras Toni lakukan meskipun putri sudah merintih dan menangis kesakitan.

__ADS_1


"Bertahanlah sayang, ini demi melancarkan rencana kita. Aku akan membawamu keluar dari sini secepatnya," ujar Toni yang masih berada di atas tubuh putri.


TBC 👻


__ADS_2