JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
TUGAS AKHIR MENYESATKAN ~ 7


__ADS_3

...📖 Sebelum membaca,...


...Jangan lupa klik like, vote dan rate....


...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....


...Happy Reading...


.....................


Tok


Tok


Tok


Pagi-pagi suara ketukan berkali-kali terdengar di rumah yang ditempati oleh ketiga mahasiswi dari kota.


"Siapa sih pagi-pagi menggangu orang tidur aja," gumam Mita yang masih menguap.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Iya, iya bentar!" teriak Mita yang mendengar suara ketukan itu semakin kencang.


"Aduh, Adel dan Riska bisa-bisanya masih molor juga," gerutu Mita yang kemudian beranjak membuka pintu rumah.


" Eh, Toni, ada apa sih lu pagi-pagi kek orang kesurupan aja," tegur Mita yang kesal karena tindakan Toni yang sepertinya tidak biasanya.


"Cepat kalian bertiga bersiap-siap, kita cabut dari kampung ini secepatnya. Kalau kalian tidak mau pergi, kalian akan mendapatkan petaka di sini," ujar Toni dengan napas yang memburu.


"Hah? maksudmu apa sih, ton? kamu ngelindur ya?" Mita yang baru bangun tidur masih tidak konek dengan omongan Toni.


"Sudahlah, waktuku tidak banyak, aku duluan, turuti omongan ku, segera," ujar Toni kemudian dia pamit berlari menuju mobil nya dan pergi begitu saja.


"Lho bukankah itu sepertinya si putri, kenapa mereka berdua pergi bersama, ada apa ini sebenarnya?" Mita yang melihat kejadian janggal itu segera menuju ke kamar Riska dan Adelia.


Riska yang ada di sebelah Adelia mendengar suara teriak Mita membuat dia seketika ikut terbangun.


"Ada apa sih Mit, ini masih pagi juga, hari ini kita kan tidak ada rencana mau ke sanggar tari," ucap Riska sambil mengusap wajahnya kasar.


"Ini berita gawat, Del, kamu harus dengar kalau Toni pergi sama putri," ucap Mita antusias.


"Hah? pergi gimana maksudmu?" tanya Adelia sambil memicingkan matanya dan menguap.


Dia menganggap berita itu hanya hal biasa. Mungkin Toni sedang mengajak putri jalan-jalan. Buaya langit emang suka berulah kalau liat cewek cantik.


"Mereka sepertinya kabur dari desa ini. Dan Toni menyuruh kita agar segera ikutan pergi dari kampung ini, Del," teriak Mita dan itu spontan membuat Adelia dan Riska terkejut.

__ADS_1


"Apaaa!??"


"Bagaimana bisa?"


"Tunggu, tunggu, tadi Toni mengatakan apa sebelum dia pergi?" tanya adel masih mencoba mencerna ucapan Mita.


"Dia bilang kita harus segera cabut dari desa ini sebelum terjadi sesuatu hal yang buruk menimpa diri kita," kata Mita meyakinkan.


"Ayolah Del, kita musti segera susul Toni. Anak itu nggak mungkin buat ulah kalau dia nggak tau sesuatu yang sangat penting, percaya sama aku deh," tutur Mita yang sudah lama mengenal Toni.


"Tapi apa sopan jika kita pergi begitu saja dari sini?" tanya Riska yang merasa ini adalah perbuatan yang salah.


"Ini harus kita lakukan daripada terjadi sesuatu dengan kita," ujar Mita kembali.


"Baiklah, kita segera bergegas pergi dari sini. Nanti di luar kampung ini kita bisa tanya ke Toni. Apa yang sebenarnya terjadi," putus Adelia yang melihat kecemasan kini melingkupi wajah kedua temannya.


Ketiganya segera berkemas namun sayang ketika mereka akan keluar dari rumah itu.


"Mau kemana kalian, cah ayu, hmm?" sosok Bu RT telah menunggu ketiganya keluar dari dalam rumah tempat ketiganya menginap.


"Gawat, kita mau diapain ini, Del?" tanya Mita yang merasa ketakutan.


"Ternyata Toni benar, ada yang salah di kampung ini," ujar Adelia saat melihat sorot mata Bu RT yang berbeda dari biasanya.


TBC 👻

__ADS_1


__ADS_2